Duka Seorang Istri, “Suami Memukuli Aku di Malam Pengantin Kami…”

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Perempuan Ini Dipukuli Suami di Malam Pernikahannya. Hari bahagia yang pernah ia dambakan sebelumnya berubah menjadi cerita tentang duka istri yang memilukan.

Tak ada yang lebih menyedihkan dari mengalami  kegagalan rumah tangga sejak di malam pertama menikah. Duka seorang istri ini dialami oleh Amy Dawson, ia mengalami kekerasan dalam rumah tangga hanya beberapa jam setelah ia menikah.

Suaminya naik darah ketika ia tak bisa melepaskan gaun pengantin yang dikenakan oleh Amy. Saat itu, sosok lelaki perhatian yang selama ini ditampakkan oleh suaminya pudar seketika.

Hari bahagianya saat itu seketika menjadi duka. Seketika, mahligai rumah tangga yang ia dambakan hancur berantakan.

Amy mengalami luka di bagian wajah dan dada, salah satu alisnya robek. Kejadian naas itu berlangsung di kamar hotel yang rencananya akan menjadi tempat keduanya menghabiskan malam pengantin.

Gavin Golightly, si suami didakwa bersalah atas pemukulan terhadap Amy namun tidak dipenjara. Gavin diberi tuntutan untuk melakukan kerja sosial yang menurut Amy hukuman tersebut terlalu ringan.

Amy yang telah memiliki seorang anak dengan Gavin menyatakan bahwa malam itu dia merasa sangat ketakutan.

“Waktu itu saya merasa saya akan mati, dia terlihat seperti ingin membunuh saya,” ujarnya.

Ia menambahkan, “setelah menyerang saya, Gavin meninggalkan saya sendirian di kamar. Saya mencoba kabur, tapi Gavin kembali datang dan memukul saya.”

“Akhirnya saya berhasil memanggil seorang pegawai hotel yang kemudian membantu saya memanggil polisi. Hari itu sungguh indah, tapi berakhir dengan hal yang buruk. Itu membuat saya sedih.”

“Pertama kali bertemu dengan Gavin, dia adalah seorang yang penyayang dan penuh perhatian. Saya tidak bisa menemukan kesalahan padanya. Saat kami tahu bahwa kami akan punya anak, kami merasa sangat senang,” ujar Amy seraya mengenang lelaki yang kini jadi mantan suaminya tersebut.

“Saya hamil setelah delapan bulan berhubungan badan dengannya. Sejak saat itu, Gavin berubah menjadi terlalu posesif dan manipulatif. Saya seperti sedang berjalan di atas pecahan kaca.”

Gavin yang bekerja sebagai seniman ini mengaku bahwa ia tidak bisa mengingat kejadian pada malam pernikahannya. Dia mengklaim bahwa ada seseorang yang memasukkan obat ke dalam minumannya sehingga ia tak bisa mengontrol emosi.

Sebagai akibat dari tindakannya, Gavin diberikan hukuman 24 bulan kerja sosial untuk masyarakat. Dia juga dikenai denda ganti rugi total sebesar 345 euro dan larangan keras untuk menghubungi Amy Dawson baik secara langsung maupun tak langsung.

“Hukuman yang dia terima terlalu ringan. Tapi perintah penahanan dan larangan untuk menghubungiku membuat aku tetap kuat. Gavin sudah tidak memiliki arti apapun untukku,” pungkas Amy Dawson.

Menyedihkan memang, hari  pernikahan yang indah berakhir dengan kasus kekerasan yang berujung pada duka seorang istri. Apapun alasannya, seorang suami tak berhak memukuli istrinya hingga terluka parah.

Semoga kisah ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita semua berharap, duka seorang istri yang dialami oleh Amy tak akan pernah dialami oleh wanita lainnya.

 

 

Referensi: express.co.uk, dailymail.co.uk, mirror.co.uk

 

Baca juga:

Kisah Pilu Seorang Istri yang Alami KDRT dari Suaminya





Kisah Mengharukan