Dua PRT Babak Belur Dianiyaya Majikan Klinik Bersalin di Kalimantan Tengah

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kasus kekerasan dalam rumah tangga terjadi lagi. Kali ini dua PRT babak belur dianiyaya majikan mereka yang merupakan pemilik Klinik Bersalin.

Dua orang Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Barito Utara, Kalimantan Tengah mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh majikann mereka.

Dalam foto yang beredar, keduanya tampak babak belur seperti habis dipukuli berulang kali. Padahal salahsatu dari mereka, SS, masih berusia 13 tahun. Sedangkan satu orang lagi, R, berusia 23 tahun.

Dua PRT babak belur dianiyaya majikan. Sumber: BorneoNews.

Dua PRT babak belur dianiyaya majikan. Sumber: BorneoNews.

SS dan R datang dari Medan untuk bekerja di Klinik Bersalin milik Christina, majikan mereka. Namun baru 5 bulan bekerja, mereka sudah mencoba kabur pada Sabtu lalu, 30/7.

Menurut Supriyadi, ketua RT 29 Kelurahan Lanjas, mengatakan kedua PRT tersebut melarikan diri karena tidak tahan akan aksi kekerasan yang dilakukan majikan mereka.

Supriyadi diminta datang ke sebuah rumah oleh salah satu warganya yang mengatakan ada dua orang orang warga yang diduga habis mendapat perlakuan kekerasan.

"Sampainya saya di sana, anak itu langsung lari bersembunyi masuk alang-alang. Namun, ketika saya panggil anak itu datang menemui dengan mengatakan saya takut Om. Saya melihat kondisi tubuh anak tersebut dalam kondisi kurus, kamu belum makan? ya saya lapar om,” cerita Supri seperti dilaporkan Okezone.

Anak itu, lanjut dia, bilang jangan dibawa ke rumah itu dan minta jangan lapor polisi, karena takut dan mengaku setiap hari selalu mendapat perlakuan kekerasan dari majikannya.

“Melihat kondisi itu, saya langsung menghubungi pihak Polsek Teweh Tengah dengan maksud minta pengamanan dan penanganan. Di mana di sekitar wajah korban terdapat bengkak lebam warna hitam serta di bagian dahi juga terdapat benjolan diduga bekas benturan ke tembok atau benda keras lainnya. Bahkan nyaris tidak dapat melihat, karena bengkak di sekitar mata,” ujarnya.

Namun, sampai sekarang tidak ada kepastian akan nasib SS dan R yang memilih kembali kepada majikannya.

Dilaporkan oleh Antara, pada Kamis (4/8) sore kemarin, sejumlah warga mendatangi klinik bersalin milik Christina untuk melihat langsung dua orang pembantu yang dianiyaya tersebut. Tapi klinin terlihat sepi karena pemilik klinik sudah tidak berada di tempat.

Kapolsek Teweh Tengah AKP Januar Kencana mengatakan kepada wartawan, pihaknya bukan  tidak mau menerima laporan korban, tapi karena korban sendiri yang tidak mau membuat laporan.

"Saat itu korban kita sarankan untuk membuat laporan, agar dapat divisum. Tapi yang bersangkutan tidak mau membuat laporan, karena takut. Nah selanjutnya majikan perempuannya datang menjemput dan membawa korban dan rencananya akan dibawa pulang ke Sumatera," kata Kapolsek.

Sejumlah warga sekitar meminta masalah ini diproses secara hukum. Serta memohon agar pemulangan kedua PRT ini difasilitasi pihak lain, karena mereka tidak percaya dengan sang majikan.

 

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita