Dokter Mengatakan Saya Positif Toxoplasma

Ini adalah pengalaman saya saat harus berjuang melawan Toxoplasma 7 tahun yang lalu. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi yang sedang menderita penyakit serupa, serta menjadi pengingat bagi Anda yang senantiasa dalam keadaan sehat, agar lebih hati-hati dan waspada.

Toxoplasma, apa saja gejala dan cara penanganannya?

Toxoplasma, apa saja gejala dan cara penanganannya?

Awal Gejala Toxoplasma yang Saya Alami

Pagi itu, di akhir tahun 2003, saya berangkat bekerja dengan perasaan aneh, Ada seperti pendar-pendar kecil di mata saya yang tak juga sembuh. Saat itu saya berpikir mungkin kaca mata minus saya yang sudah tidak pas lagi.

Beberapa hari kemudian, saya pergi ke optik terdekat, dan melakukan pemeriksaan. Dan benarlah dugaan saya ada sedikit peningkatan pada kaca mata minus saya; namun tidak halnya dengan mata kiri saya.

Saat diperiksa, tak ada satupun huruf yang terbaca, semua gelap. Ahli optik disana berpendapat bahwa saya harus menjalani pemeriksaan mata di dokter mata, ada sesuatu yang salah dengan mata saya rupanya.

Sore itu juga saya mendatangi dokter mata, setelah beberapa kali pemeriksaan, dokter berkata, bahwa ada kemungkinan mata kiri saya telah terinfeksi parasit toxoplasma.

Beberapa jaringan saraf di mata kiri saya telah rusak permanen. Untuk memastikannya, saya diminta melakukan tes darah lengkap Anti Toxo- Ig G dan Ig M. Dan hasilnya memang saya positif terjangkit toxoplasma, saya memiliki Anti Toxo Ig-G dengan Ra 1443 dan Ig-M 243. Dunia rasanya gelap, terlebih 3 bulan ke depan saya sudah merencanakan menikah.

Apa itu Toxoplasma

Begitu mengetahui, saya mengidap Toxoplasma, saya pun mencari informasi, apa itu Toxoplasma dan bagaimana saya dapat “mengalahkan” parasit tersebut.

Jenis parasit yang biasa menginfeksi adalah Toxoplasma gondii. Ia hidup sebagai parasit pada hewan berdarah panas seperti kucing, anjing, kambing, kelinci dan babi (jadi tidak benar ya, Parents, jika hanya kucing kotor yang harus kita jauhi).

Manusia dapat terinfeksi penyakit ini saat berjalan tanpa alas kaki di permukaan tanah yang telah tercemari oleh parasit Toxoplasma, gemar mengkonsumsi daging setengah matang, sayur dan buah yang tidak dicuci dengan bersih.

Apa gejala infeksi Toxoplasma

Karena mata saya yang terinfeksi, saya merasakan gejala berupa mata yang berkunang-kunang, seperti ada ubur-ubur kecil yang terbang melayang-layang di depan mata. Namun secara umum, infeksi Toxoplasma menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala, badan lemah, pembengkakan getah bening, disorientasi, gemetar, hingga kejang.

Bagaimana mengetahuinya

Hanya ada satu cara mengatahui apakah tubuh kita terinfeksi toxoplasma atau tidak, yaitu dengan pemeriksaan TORCH Ig-G dan Ig M. IgG merupakan tanda infeksi Toxoplasma telah lama masuk ke dalam tubuh. Sementara IgM pertanda bahwa pada saat iru tubuh sedang melawan parasit yang menyerang.

Bagi bebrapa orang dengan daya tahun tubuh kuat, infeksi ini tidak akan menunjukkan gejala apa pun. Namun, begitu daya tahan tubuhnya menurun, maka parasit ini akan langsung aktif menyerang. Untuk itulah saya seringkali menyarankan teman-teman saya untuk melakukan pemeriksaan TORCH bila mereka hendak menikah.

Akibat yang ditimbulkan Toxoplasma

Jika menginfeksi Ibu hamil pada pada trimester pertama dan kedua, akan mengakibatkan kelainan janin seperti kuning, pembesaran hati, pendarahan, kelainan saraf mata, gangguan fungsi saraf pusat, dan cacat bawaan seperti Hydrocepalus.

Infeksi toxoplasma dapat terjadi pada pria dan wanita; dan bila ini berlangsung lama, toxoplasma dapat menyerang saluran telur atau mengakibatkan peradangan saluran sperma yang dapat berakibat pada kemandulan.

Tindakan pencegahan

Toxoplasmosis dapat dicegah dengan cara mencuci bersih makanan dan sayuran yang hendak kita konsumsi. Saya pribadi, biasanya mencelupkan atau menyiramkan air panas pada sayuran atau buah yang hendak saya konsumsi mentah (untuk juice atau lalapan). Biasakan pula untuk mengkonsumsi daging yang berasal dari hewan berdarah panas dalam keadaan matang.

Perlu parents ketahui, apabila parasit ini terdapat pada kotoran hewan berdarah panas yang mengering, maka bisa saja ia akan terbawa angin dan menempel pada aneka makanan, sayuran, buah-buahan yang hendak kita konsumsi. Jadi bijaklah dalam memilih makanan serta tempat kita membeli terutama untuk makanan yang siap saji.

 

Adakah obat untuk infeksi toxoplasma?

Infeksi toxoplasma atau biasa disebut toxoplasmosis, dapat diterapi dengan pemberian obat pirimetamin (daraprim), sulfadiazine (Rovamycine) dan Leucovin. Sayangnya, ketiga obat ini juga memberikan efek pada janin, berupa penekanan sumsum tulang.

Apakah toxoplasmosis dapat sembuh?

Jawabnya adalah, ya. Saya bersyukur kepada Tuhan, bahwa saya sembuh di tahun ketiga setelah melakukan terapi pengobatan. Jadi, bila saat ini Parents sedang dalam masa pengobatan, yakinlah bahwa Parents dapat sembuh. Jangan lupa optimis dan jauhi stres. Kedua hal tersebut memang selalu dapat membantu penyembuhan aneka penyakit, kan?

Baca juga artikel menarik lainnya:

Cegah Virus Saat Hamil Melalui Vaksin

Bayiku Meninggal 7 Jam Setelah Lahir Akibat Thalassemia