Kejamnya ibu tiri, menyuruh anak tirinya diperkosa lalu dibunuh

lead image

Aksi seorang ibu tiri ini begitu kejam, ia menyuruh anak tirinya diperkosa beramai-ramai lalu dibunuh. Atas dasar kecemburuan pada istri kedua suaminya.

Kita sering mendengar kisah ibu tiri yang kejam, menyiksa dan menganiaya anaknya. Namun, apa yang dilakukan ibu tiri yang satu ini sungguh di luar batasan. Tidak saja ia membiarkan anak tirinya diperkosa beramai-ramai, namun juga membiarkan anak itu meregang nyawa karena dibunuh oleh pemerkosanya. 

Artikel terkait: Tega! Anak 11 tahun menderita autis diperkosa ayah tirinya

Anak 9 tahun diperkosa beramai-ramai lalu dibunuh

Peristiwa ini terjadi di Baramulla, India. Ibu tiri yang berusia 36 tahun cemburu dengan istri kedua suaminya, yang merupakan ibu anak malang tersebut. Sebagai istri pertama, ia kurang mendapat perhatian karena sang suami lebih menyayangi istri kedua dan anak perempuan dari hasil pernikahan kedua itu adalah anak kesayangan sang suami. 

Pada tanggal 24 Agustus 2018, sang ibu tiri yang gelap mata dan dibutakan oleh cemburu, membawa anak tirinya ke sebuah daerah terpencil yang jarang dikunjungi orang. Di sana, ia membiarkan anak tirinya diperkosa beramai-ramai oleh anak kandungnya yang berumur 14 tahun, serta dua orang teman anaknya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/rape 1536232105.jpg Kejamnya ibu tiri, menyuruh anak tirinya diperkosa lalu dibunuh

Ibu tiri membiarkan anak tirinya diperkosa beramai-ramai lalu dibunuh.

Tidak puas melihat anak tirinya diperkosa beramai-ramai, ibu tiri itu kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidup dari anak kesayangan suaminya tersebut. Dengan bantuan anak kandungnya, dia mencekik leher anak malang itu, sementara anak lelakinya melayangkan pukulan ke kepala korban dengan kapak.

Bahkan teman anaknya mencongkel mata korban. Jasad korban kemudian dibuang ke semak-semak, dan ditutupi dengan ranting dan daun kering.

Pada tanggal 4 September 2018, mayat korban ditemukan. Mir Imtiyasz Hussain yang menangani kasus ini mengatakan, “Ibu tiri itu sudah lama menaruh dendam pada istri kedua dari suaminya juga anak-anak mereka.”

“Pelaku berkonspirasi untuk membunuh anak tirinya, dia membawa korban ke hutan dan menyuruh anaknya yang berumus 14 tahun untuk memerkosa adik tirinya. Korban diperkosa beramai-ramai sementara pelaku menyaksikannya.”

Enam orang telah ditangkap atas keterlibatannya dengan kasus ini, termasuk ibu tiri yang kejam itu. Pelaku pemerkosaan yang masih remaja semuanya mengakui perbuatannya. Semoga semua pelaku mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya.

Artikel terkait: Pemerkosaan siswi SMP di Bengkulu oleh 20 pelaku

Agar anak perempuan tidak jadi korban pemerkosaan, ini yang harus Parents ajarkan padanya

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/girl cry 1536231040.jpg Kejamnya ibu tiri, menyuruh anak tirinya diperkosa lalu dibunuh

Cegah anak kita menjadi korban pemerkosaan dengan mengajarinya sex education.

Jangan lupa untuk mengajarkan pendidikan seksual sejak dini. Beri tahu anak area mana saja yang tidak boleh disentuh orang lain. Penting bagi keluarga untuk dapat berbicara secara terbuka tentang seks tanpa merasa malu. Ini akan membantu anak-anak Anda lebih sadar pelecehan seksual

Ajari anak Anda untuk mengatakan tidak. Sejak usia dini, anak-anak harus diajarkan untuk berbicara dan mengatakan tidak atau menolak jika mereka merasa tidak nyaman dengan situasi tertentu.

Jangan paksa anak-anak untuk melakukan apa pun yang tidak mereka inginkan. Anak-anak harus mampu mengendalikan tubuh mereka sendiri.

Memaksa anak-anak Anda untuk mencium kerabat atau memeluk seseorang bahkan jika mereka tidak ingin dapat membuat anak berpikir bahwa tidak apa-apa bagi orang lain untuk memaksa mereka melakukan berbagai hal. Jika anak Anda tidak ingin memeluk atau mencium orang dewasa, biarkan saja.

Pastikan anak-anak Anda tahu apa yang harus dilakukan jika seseorang mencoba menculik mereka. Ajarkan anak Anda untuk berteriak dan menarik perhatian orang jika seseorang mencoba untuk membawanya pergi.

Selain itu ajarkan anak untuk mengingat nomor telepon penting seperti nomor telepon Anda dan anggota keluarga lainnya yang bisa dipercaya.

Jika anak alami kekerasan seksual, silakan menghubungi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum APIK Jakarta. Telepon: 021-87797289 Fax: 021-87793300. Email : [email protected]

 

Disadur dari artikel Jaya di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Miris, Ibu Membiarkan Putrinya Diperkosa Putranya Selama 4 Tahun