Amankah Melakukan Diet Vegetarian saat Hamil? Simak Faktanya di sini!

Amankah Melakukan Diet Vegetarian saat Hamil? Simak Faktanya di sini!

Melakukan pola asupan diet vegetarian saat hamil perlu dilakukan dengan beberapa ketentuan. Simak di sini informasinya.

Banyak orang yang akan meragukan diet makanan dengan menu vegetarian saat hamil. Akan tetapi, ternyata ada beberapa manfaat dari melakukan menu makan vegetarian saat sedang mengandung, 

Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu Bunda rencanakan untuk bisa melakukan diet makanan vegetarian selama mengandung buah hati. Yuk, simak di sini apa saja yang perlu direncanakan untuk bisa melakukan diet menu vegetarian saat hamil.

Bisakah Ibu Hamil Melakukan Pola Asupan Diet Vegetarian?

Diet vegetarian saat hamil

Menurut laman kesehatan Healthline, pola makan vegetarian yang menghindari semua produk hewani  terbukti memberikan beberapa manfaat kesehatan, misalnya penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Akan tetapi, sebagian orang khawatir bahwa pola makan seperti ini tidak akan bisa mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil yang meningkat cukup signifikan. Kekurangan gizi selama hamil bisa menyebabkan komplikasi kehamilan dan memengaruhi kesehatan ibu serta bayinya.  

Hal ini ternyata tidak sepenuhnya benar. Dengan melakukan perencanaan yang baik, ibu hamil tetap bisa melakukan pola makan dengan menu vegetarian selama mengandung.

Bunda perlu menyiapkan makanan diet vegetarian dengan jumlah nutrisi yang sesuai kebutuhan ibu hamil. Cara ini sama saja dengan bunda melakukan pola konsumsi normal seperti memakan daging atau telur. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan selama ibu hamil melakukan pola asupan diet vegetarian.

  • Pemantauan asupan nutrisi
  • Memakan makanan yang beragam
  • Mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi
  • Mengonsumsi suplemen tambahan

Manfaat Melakukan Diet Vegetarian saat Hamil

Diet vegetarian saat hamil

Berikut ini adalah beberapa manfaat melakukan diet vegetarian saat hamil.

1. Memberikan Manfaat Kesehatan bagi Ibu Hamil dan Janinnya

Jika direncanakan dengan tepat, pola makan seperti ini bisa memberikan kesehatan bagi ibu dan bayi yang sedang dikandung. Pola makan vegetarian cenderung kaya serat tapi rendah gula dan lemak.

2. Mencegah Diabetes Gestasional

Karena rendah gula, pola makan vegetarian bisa mencegah diabetes gestasional yang menyerang sebagian ibu hamil. 

Artikel terkait: Mengenal Diabetes Gestasional pada ibu hamil, waspadai gejalanya!

3. Terhindari dari Penambahan Berat Badan Berlebihan

Sudah menjadi momok bagi perempuan bahwasanya hamil bisa menyebabkan penambahan berat badan yang signifikan, bahkan tidak terkontrol. Hal ini tentunya tidak baik bagi kesehatan dan rasa percaya diri sebagian perempuan.

Nah, dengan menerapkan pola diet vegetarian yang benar dan sesuai, ibu hamil bisa mencegah terjadinya hal ini. 

4. Mencegah Terjadinya Preeklampsia

Sayuran dan serat tinggi dari pola makan vegetarian bisa mencegah preeklamsia pada ibu hamil. Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan karena adanya peningkatan tekanan darah.

Semua manfaat di atas tentunya datang dengan syarat yang jelas, yakni pola makan vegetarian mesti dilakukan dengan baik dan terencana sehingga mampu menyediakan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. 

Karenanya, Bunda disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli nutrisi untuk bisa menerapkan pola makan vegetarian sebelum melakukannya selama kehamilan.

Nutrisi yang Mesti Bunda Penuhi saat Hamil

Diet vegetarian saat hamil

Pola makan diet vegetarian memiliki beberapa risiko, seperti cenderung rendah kalsium dan protein. Karenanya, ada beberapa nutrisi yang memang perlu Bunda perhatikan sebelum memutuskan melakukan pola makan seperti ini.

Berikut ini adalah beberapa kandungan nutrisi yang mesti Bunda penuhi saat sedang hamil tetapi ingin melakukan diet vegetarian menurut laman Healthline.

Artikel terkait: Ini kebutuhan gizi ibu hamil yang harus dipenuhi berdasarkan trimester

  • Vitamin B12

Pola makan diet vegetarian secara alami cenderung tidak mengandung vitamin ini. Kekurangan vitamin B12 dapat meningkatkan risiko keguguran dan komplikasi kehamilan.

  • Vitamin D

Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko preeklamsia, berat badan lahir rendah, dan keguguran. 

  • Zat Besi

Kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko komplikasi, seperti kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. 

  • Yodium

Diet vegan tanpa garam beryodium, rumput laut , atau suplemen yodium mungkin mengandung terlalu sedikit nutrisi ini. Asupan yodium yang tidak mencukupi dapat menyebabkan pertumbuhan bayi yang buruk, serta gangguan fungsi tiroid dan mental.

  • Kalsium

Asupan kalsium yang tidak mencukupi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko ibu mengalami preeklamsia, patah tulang, dan penyakit tulang. 

  • Lemak omega 3

Orang yang menjalani pola makan vegan cenderung memiliki kadar asam eicosapentaenoic (EPA) dan asam docosahexaenoic (DHA) dalam darah yang rendah.

  • Protein

Protein memang berlimpah dan mudah ditemukan dalam kandungan makanan berbasis pola diet vegetarian. Akan tetapi, protein seperti ini lebih sulit dicerna, sehingga meningkatkan kebutuhan protein harian sekitar 10%.

  • Seng

Kekurangan zat ini selama kehamilan menyebabkan berat badan lahir rendah, persalinan lama, dan kelahiran prematur. Seng nabati lebih sulit diserap, meningkatkan kebutuhan harian hingga 50% untuk pola diet vegetarian.

  • Kolin

Nutrisi ini penting untuk perkembangan sistem saraf bayi Anda. Sayangnya, makanan nabati yang mengandung kolin hanya ada dalam jumlah yang sedikit.

Nah, itulah informasi seputar boleh tidaknya melakukan diet vegetarian saat hamil. Hal penting yang harus diingat ibu hamil saat melakukan pola makan seperti ini adalah berkonsultasi dengan ahlinya agar kebutuhan nutrisi harian tetap tercukupi sehingga bayi dan ibu hamil senantiasa sehat.

Sumber: Healthline

Baca juga:

Andien pilih diet vegan saat hamil, amankah untuk diikuti Bumil lain?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.
app info
get app banner