Penelitian: Diet Mediterania Mengurangi RIsiko dan Gejala Anak ADHD

Sebuah Studi di Universitas Barcelona menyatakan, nutrisi pada menu yang ada dalam diet Mediterania sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko dan gejala anak ADHD.

Diet Mediterania adalah pola makan yang sering dilakukan oleh penduduk di sekitar laut Mediterania. Menu diet Mediterania biasanya berupa buah-buahan, sayuran, daging unggas dan ikan, serta minyak zaitun. Cara memasaknya dengan dikukus atau dipanggang.

Sebuah studi yang dipublikasikan di Jurnal Pediatrics 30 Januari 2017 lalu, menyatakan bahwa ibu hamil yang menerapkan diet Mediterania bisa mengurangi risiko anaknya mengalami ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder).

Diyakini, bahwa ADHD menimpa 4% anak-anak di seluruh dunia, dan kelainan ini bisa terjadi hingga sang anak tumbuh dewasa.

Studi yang dilakukan di Universitas Barcelona ini, meneliti lebih dari 120 anak asal Spanyol berusia 6-16 tahun. Setengah dari partisipasn studi ini sebelumnya sudah didiagnosa memiliki ADHD. Peneliti membandingkan sejauh mana partisipan yang didiagnosa memiliki ADHD mengonsumsi menu makanan sehat seperti diet Mediterania.

Mereka menemukan bahwa anak-anak yang menerima asupan gula dan lemak berlebih tujuh kali lebih tinggi berisiko terkena ADHD. Peneliti juga menemukan bahwa anak-anak yang jarang mengonsumsi ikan, minyak zaitun, buah dan sayuran seringkali menunjukkan gejala kelainan ADHD.

Dr. eric Hollander, seorang psikiatri di New York menyampaikan, “Perilaku impulsif pada anak-anak bisa termanifestasi dari kebiasaan makan mereka.”

Diet Mediterania sarat akan buah, sayuran, ikan dan asam lemak sehat yang ditemukan pada minyak zaitun, alpukat, dan kacang walnut. Diet Mediterania dinyatakan sebagai menu paling sehat sedunia.

Nutrisi yang terkandung dalam menu diet Mediterania memiliki manfaat untuk perkembangan otak. Menu diet Mediterania kaya akan kandungan omega 3 dan asam lemak yang memiliki peran penting dalam memaksimalkan fungsi otak.

Memperbaiki fungsi otak untuk belajar dan mengingat, serta mencegah mood disorders seperti perasaan gelisah dan depresi yang sering terjadi pada anak ADHD.

Sebuah studi lain menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki tingkat omega 3 rendah memiliki masalah perilaku dan kesulitan belajar. Anak-anak dengan ADHD kemungkinan menerima asupan nutrisi yang kurang, seperti zat besi dan asam lemak yang bermanfaat bagi otaknya.

Beberapa studi sebelumnya juga sudah menemukan manfaat dari diet mediterania, diantaranya mencegah pikun (dementia/alzheimer), mengurangi risiko penyakit parkinson, penyakit jantung, kanker serta mencegah kerusakan pada otak.

Richard Gallagher, seorang asisten profesor di departemen psikiatri anak-anak dan remaja di Universitas New York mengatakan, “Tipe diet ini sangat direkomendasikan bagi semua orang, karena bermanfaat bagi kesehatan mereka.”

Meski demikian, para peneliti sendiri mengakui bahwa belum ada bukti langsung yang menyatakan bahwa diet Mediterania bermanfaat mengurangi ADHD. Tetapi, dengan studi yang sudah ada kita menjadi tahu bahwa anak memerlukan nutrisi penting yang ada dalam menu diet Mediterania untuk mengurangi gejala dan risiko ADHD.

 

Referensi: huffingtonpost.com, medicaldaily.com, nzherald.com

Baca juga:

Pelajari Gejala, Penyebab, dan Cara Merawat Anak yang ADHD