Diaper Bayi Bocor dan Menyebabkan Ruam Merah?

Diaper bocor dan ruam merah pada kulit adalah masalah yang paling sering dijumpai pada penggunaan diaper bayi. Bagaimana cara untuk menghindarinya?

diaper bayi Penggunaan diaper bayi yang tidak tepat dapat menyebabkan ruam merah

Bayi menggunakan diaper sejak baru lahir hingga lebih dari 1 tahun. Bahkan, ada yang menggunakannya hingga 2 tahun ke atas. Untuk penggunaan jangka panjang, diaper bayi tentunya harus super nyaman.  Bunda perlu memilihkan diaper bayi yang cocok, serta memakaikannya dengan cara yang tepat.

Bila diaper sering bocor, tentunya Bunda kesal sekali karena harus mengganti dan membersihkan pakaian si bayi, sprei atau tempat-tempat lain yang terkena bocor. Lebih kesal lagi bila yang bocor adalah poop, bukan pipis bayi. Tentu ribet sekali, padahal kita memakaikan diaper karena lebih praktis dibandingkan popok kain biasa.

Artikel terkait : Apakah Warna Kotoran Bayi Anda Normal?

Berikut ini adalah tips dalam memilih dan memakaikan diaper bayi :

1) Pilihlah ukuran yang tepat

Diaper yang kekecilan sering bocor, karena lingkar paha dan lingkar pinggang bayi sudah lebih besar dari ukuran diaper. Walaupun pada kemasan diaper sudah ditulis batasan berat bayi, kadang bayi sudah membutuhkan diaper yang lebih besar walaupun berat badannya belum mencapai batas yang ditulis pada kemasan diaper.

2) Pilihlah bentuk diaper bayi yang pas

Sama seperti halnya pembalut wanita, bentuk diaper berpengaruh pada kenyamanan. Terkadang setiap merk memiliki bentuk yang berbeda-beda, sehingga Bunda perlu mencoba-coba merk mana yang lebih cocok untuk si bayi. Sebelum membeli diaper dalam kemasan besar, pastikan merk dan ukuran yang akan dibeli cocok untuk si bayi.

3) Pilihlah diaper bayi yang bisa melar

Diaper yang bisa melar, atau banyak kerut-kerutnya pada pinggang serta paha, cenderung lebih jarang bocor dan lebih nyaman.

Artikel terkait : Go Green Dengan Popok Kain Modern

 4)  Pilihlah bahan yang lembut dan kering

Ruam merah pada selangkangan atau sekitar kemaluan bayi bukan disebabkan oleh diaper bayi, tetapi oleh urine dan kelembaban yang terus menerus dialami selama menggunakan diaper. Untuk mencegahnya, pilihlah bahan diaper yang lembut dan kering.

 5) Ikuti cara memakaikan diaper yang tepat

Lingkar pinggang diaper harus berada di pinggang, tidak terlalu turun atau terlalu naik. Pantat bayi harus terbungkus diaper. Pastikan diaper tidak kendur tetapi juga tidak terlalu kencang.

6)  Gunakan krim diaper berbahan zinc oxide

Krim membantu mencegah ruam merah pada kulit bayi. Gunakan pada selangkangan, daerah sekitar kemaluan, serta celah sekitar dubur.

Artikel terkait : Diapers Bayi, Pilih Mana?

7)  Keringkan kulit bayi sebelum menggunakan diaper

Setelah menyeka kulit bayi dengan baby wipes, biarkan kulit bayi kering sesaat sebelum memakaikan diaper.

 8)  Gantilah diaper setiap beberapa jam atau bila sudah kotor

Tujuannya supaya kulit bayi tidak terlalu lama terkena urine atau poop, sehingga lebih nyaman dan mencegah ruam merah.

9) Jangan gunakan bedak

Bila sudah terjadi luka, jangan gunakan bedak. Bedak tidak baik untuk paru-paru terhirup oleh bayi, dan juga dapat bereaksi dengan luka. Bila tidak ada produk khusus untuk mengatasi luka diaper, gunakan maizena sebagai gantinya.

Artikel terkait : Cara Menghentikan Pemakaian Diaper

Bila Anda ingin berbagi informasi ini dengan teman lainnya, sebarkan artikel ini melalui Facebook, Twitter, atau G+.