Balita tewas mendadak akibat diabetes yang tak terdiagnosis, waspadai gejalanya!

lead image

Melalui sebuah postingan di media sosial, seorang ibu membagikan kisahnya bagaimana diabetes tipe 1 merenggut nyawa gadis kecilnya secara tiba-tiba.

Diabetes memang tidak hanya mengancam orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Dalam sebuah postingan di media sosial, Sierra Greenlee membagikan bagaimana diabetes tipe 1 merenggut nyawa  gadis kecilnya yang sangat ia cintai.

Dalam postingan tersebut, ibu itu berharap semua orangtua menyadari tentang gejala diabetes tipe 1 yang seringkali terabaikan dan tidak disadari. Ia tidak ingin kejadian yang dialami putrinya terulang pada anak lain.

Kisah pilu kematian sang anak akibat diabetes tipe 1

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/sierra 2.jpg Balita tewas mendadak akibat diabetes yang tak terdiagnosis, waspadai gejalanya!

Peristiwa itu terjadi pada 22 Maret 2018 lalu.

Seperti hari-hari biasanya, Sierra mengambil putrinya, Arya Logann dari sang babysitter selepas ia bekerja. Ia tak sabar untuk menghabiskan waktu bersama anak perempuannya itu.

Ketika ia tiba, sang pengasuh membawa Arya ke mobil Sierra. Namun, tubuh gadis kecil berusia 3 tahun itu tampak lunglai dan tiba-tiba ‘tumbang’.

Seketika, Sierra merasakan dada Arya dan menyadari bahwa saat itu adalah kondisi yang serius. Arya  tidak bernapas. Ibu muda itu panik dan segera bergegas membawa putrinya ke sang pengasuh.

Hari yang buruk sepanjang hidupnya

Masuk ke dalam ruangan, Sierra membaringkan putrinya dan segera memberikan tindakan CPR-nya. Dia sangat mengingat pengalaman mengerikannya. Melalui postingannya, ia menceritakan semuanya.  

“Saya tahu, saya harus tetap tenang. Tetapi, saya tidak bisa. Saya berteriak pada pengasuh dan mencoba melakukan kompresi dada dan pernapasan. Saya juga panik sepanjang waktu.

Akhirnya, 15 menit kemudian Layanan Medis Darurat tiba di sana dan mengambil alih.

Selama satu jam berikutnya ketika mereka berusaha mati-matian untuk memulihkan putriku kembali, aku memanggil orangtuaku dan ayahnya, aku mondar-mandir gelisah, aku menangis, aku berdoa.

Terkadang, aku merasa seperti orang asing yang menyaksikan peristiwa mengerikan ini terungkap. Aku selalu mengalami mimpi buruk ini, tetapi ini tidak seharusnya terjadi, bukan untukku. Itu adalah momen paling nyata dalam hidupku. ” tulisnya melalui akun Facebook Sierra Greenlee.

Layanan Medis Darurat cukup lama melakukan CPR pada Arya, memberikan napas penyelamatan, tetapi tidak berhasil. Mereka bergegas membawanya ke rumah sakit.

Dalam perjalanan ke rumah sakit, pikiran negatif membanjiri ibu muda itu. Dia menceritakan percakapan terakhirnya dengan Arya, yang memohon pada ibunya itu untuk tidak pergi bekerja. Dia khawatir tentang masa depan, dan mengatakan bahwa:

“Saya sedang memikirkan apa artinya bagi saya jika dia tak selamat. Saya memikirkan bagaimana rasanya merencanakan pemakaman anak saya dan semua hal yang akan saya lalui.”

Pikiran-pikiran itu akhirnya dipenuhi keputusasaan, “Berdoa kepada Tuhan bahwa kalau saja dia mau menyelamatkan anakku, aku akan melakukan apapun yang Ia inginkan.” tulis Sierra.

Rasanya jantungku ikut berhenti…”

Begitu mereka tiba di rumah sakit, staf medis membawa Sierra ke kamar yang terpisah dari ruang tunggu.

Setelah menunggu selama 10 menit, seorang dokter memasuki ruangan, dan duduk di sampingnya. Hal yang terburuk telah terjadi. Ia menyampaikan berita buruk yang bagi Sierra akan selamanya mengubah dunianya.

Dokter berkata, “Kami melakukan semua yang kami bisa tetapi sayangnya kami tidak dapat menghidupkannya kembali dan dia tidak bertahan hidup.”

Berita itu membuat dunia Sierra hancur. Baginya, Arya adalah kebanggaan dan kebahagiaan yang mutlak.

“… Aku tidak merasakan apa pun. Rasanya jantungku ikut berhenti. Aku bagaikan cangkang kosong. Ini kejutan yang luar biasa.

Ketika mereka membawa saya menghampiri tubuh kecilnya yang tidak bernyawa di atas ranjang rumah sakit besar itu, saya kehilangannya. Saya ingin memeluknya dan berbaring bersamanya.

Saya memeluknya saat panas perlahan meninggalkan tubuhnya dan kulitnya menjadi dingin saat disentuh. Jika saya tidak bisa memeluknya, saya menggerakkan tangan saya melalui rambut kecilnya. Menyanyikan lagu favoritnya.”

Diabetes tipe 1 merenggut nyawa Arya

Para dokter memberi Sierra beberapa berita mengejutkan. Ternyata Arya menderita diabetes tipe 1 yang tidak terdiagnosis. Kadar gula darahnya berada di angka 500-an. Kadar gula darah normal seharusnya sekitar 100. Jika level gula darah Anda mencapai 300-400, Anda bisa mengalami koma.

Sierra melanjutkan, “Saya tidak dapat memahami informasi ini. Bagaimana mungkin anak saya menderita Diabetes? Dia telah memeriksakan kesehatannya seminggu sebelumnya dan mereka mengatakan kepada saya bahwa dia sehat. Bagaimana dia bisa meninggal karena penyakit yang saya tahu ribuan orang alami?”

Sierra kemudian menemukan bahwa Diabetes bukan sesuatu yang dideteksi pada anak-anak kecil, seringkali tanda-tandanya tidak disadari.

 “Saya mohon Anda meminta dokter anak Anda untuk mengujinya. Saya mohon Anda untuk menyadari tanda-tanda dan gejala Diabetes pada masa kanak-kanak. Saya mohon Anda untuk membagikan pos dan cerita ini kepada semua orang karena jangan ada lagi orangtua yang harus mendengar kata-kata, ‘Maafkan saya, tetapi sayangnya dia tidak selamat’.”

Postingan Facebook Sierra telah dibagikan secara umum pada 18 September lalu, dengan ratusan ribu shares. Berikut postingannya:

 

Apa itu Diabetes Tipe 1?

Diabetes Mellitus adalah penyakit yang terjadi ketika insulin tidak diproduksi. Insulin adalah hormon yang dibuat sel-sel dalam pankreas. Sangat penting untuk memiliki insulin karena membantu gula, atau glukosa, mengalir dalam darah ke sel lain sehingga dapat dibakar untuk energi.

Dalam kasus diabetes, tidak ada cukup insulin dalam darah, yang mengarah ke kadar gula darah tinggi. Ada dua jenis Diabetes, tetapi Diabetes Tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh rusak, kondisi ini menghancurkan sel-sel di pankreas yang membuat insulin.

Dalam beberapa kasus, bentuk yang sangat langka juga dapat terjadi tanpa penyebab yang jelas.

Diabetes tipe 1 dapat dialami semua orang, tetapi kebanyakan terjadi pada anak-anak dan dewasa muda. 

Jika tidak dikendalikan, Diabetes Tipe 1 dapat menyebabkan banyak komplikasi. Misalnya, gangguan retina, ginjal yang rusak, dan kondisi kekebalan lainnya. Yang terburuk adalah koma, akibat terlalu banyak atau terlalu sedikit gula dalam darah.

Dalam kasus Arya, para dokter mendeteksi bahwa dia mengidap diabetes tipe 1 setelah dia meninggal. Tingkat gula darahnya telah melonjak melalui grafik. Dia mengalami koma dan tidak dapat berjuang untuk mendapatkan kembali kesadarannya.

Artikel terkait: Waspadai Penyakit Diabetes Pada Anak

Gejala Diabetes pada anak

Sayangnya, diabetes bukanlah sesuatu yang biasanya diuji dalam pemeriksaan untuk anak-anak. Para profesional medis hanya memeriksanya begitu anak-anak memasuki sekolah dasar dan menunjukkan gejalanya, kecuali ada kemungkinan pewarisan genetik.

Artinya, diabetes tipe 1 mungkin sulit  terdiagnosis, dan serangan bisa terjadi tidak terduga, seperti dalam kasus Sierra.

Namun, ada beberapa gejala diabetes tipe 1 yang mungkin bisa Anda curigai. Waspada jika anak Anda mengalami:  

  • Haus atau rasa lapar yang konstan atau sering.
  • Sering buang air kecil, bahkan di tengah malam.
  • Berat badan menurun, bahkan setelah makan besar.
  • Lebih cepat lelah.
  • Merasakan sensasi sakit di perut
  • Mulut kering
  • Penglihatan kabur

Namun, anak-anak juga bisa menunjukkan perilaku ini meskipun mereka sehat, sehingga gejala penyakit ini biasanya diabaikan.

 

Jika Anda memiliki riwayat diabetes dalam keluarga Anda, mintalah tes glukosa darah untuk si kecil ketika Anda mengunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan.  Hal lain yang juga penting adalah menjaga pola makan anak dengan makanan sehat, dan batasi konsumsi gula tambahan ya, Parents!

 

 

Dilansir dari artikel Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura
Baca juga: 

Faktor-faktor Penyebab Diabetes Tipe 2 Pada Anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.