Sering pusing saat menyusui? Waspada bahaya dehidrasi pada Busui!

lead image

Waspada gangguan kesehatan serius yang bisa menimpa ibu dan bayi bila Bunda mengalami dehidrasi saat menyusui.

Ibu menyusui mengalami banyak tantangan dalam perjuangannya memberikan ASI kepada si kecil. Selain masalah-masalah seperti ASI sedikit, payudara bengkak hingga bingung puting, Busui juga harus mewaspadai kondisi dehidrasai saat menyusui. 

Dehidrasi saat menyusui bisa membuat produksi ASI terhambat, sehingga asupan untuk bayi menjadi kurang. Dehidrasi pada Busui juga akan menyebabkan komposisi kandungan ASI menjadi berubah.

Ibu  yang mengalami dehidrasi saat menyusui bisa memengaruhi kesehatan bayi, karena ia kurang mendapatkan asupan ASI. Lalu, dehidrasi ketika menyusui juga dapat menyebabkan kram otot di tubuh Bunda ketika sedang menggendong bayi.

Karena itulah, Bunda harus makan makanan bergizi dan minum air putih dalam jumlah yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi ketika menyusui. Sebab, pada dasarnya komponen ASI terdiri dari air yang jumlahnya sekitar 88%.

Jika biasanya anjuran minum air putih yaitu sebanyak 2 sampai 2,5 liter per harinya, maka berbeda dengan ibu menyusui. Seorang ibu menyusui menghasilkan sekitar 700 hingga 750 ml ASI per hari, sehingga disarankan untuk minum air putih 2 sampai 2,5 liter ditambah 700 ml sehari untuk mencegah dehidrasi.

Penyebab dehidrasi saat menyusui yang harus dihindari

dehidrasi saat menyusui

Umumnya dehidrasi saat menyusui memang dikarenakan tidak minum cukup air, tapi ternyata selain hal ini ada juga penyebab dehidrasi lainnya. Nah Bun, inilah kemungkinan penyebab dehidrasi saat menyusui.

1. Diare dan muntah sebabkan dehidrasi saat menyusui

Jika Bunda menderita diare dan muntah karena keracunan makanan atau penyakit lainnya, cairan tubuh akan terkuras dengan cepat. Untuk mencegah dehidrasi selama menyusui karena diare dan muntah, hindari konsumsi makanan tidak sehat dan kurang bersih. 

2. Diet dan puasa sebabkan dehidrasi saat menyusui

Tidak disarankan bagi ibu menyusui untuk menjalani diet dan puasa, karena hal ini dapat menghabiskan cairan tubuh. Untuk membuat tubuh tetap terhidrasi, makan makanan bergizi dan minum banyak air.

3. Kafein

Terlalu banyak kafein dalam bentuk teh, kopi, dan soda dapat menyebabkan dehidrasi. Jadi, hindari minuman berkafein, pilih air putih atau buah segar sebagai gantinya.

Gejala dehidrasi saat menyusui yang harus diwaspadai

dehidrasi saat menyusui

Berikut ini adalah beberapa gejala dehidrasi saat menyusui yang perlu Bunda waspadai.

  • Kelelahan
  • Kram otot
  • Pusing
  • Penurunan produksi susu
  • Sakit kepala
  • Payudara terasa lebih ringan
  • Mual
  • Bibir dan mulut terasa kering

Jika Bunda telanjur alami kondisi ini, maka tindakan tercepat untuk mengatasinya yaitu dengan minum banyak air putih. Namun, jika minum banyak air bisa membuat muntah, National Library of Medicine menyarankan untuk minum larutan elektrolit.

Bahkan jika kondisi sudah terlalu parah, maka dibutuhkan perawatan darurat dengan memberikan cairan intravena. Bunda juga harus segera hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan medis.

*** 

Apabila Bunda mengalami gejala-gejala dehidrasi ketika menyusui seperti di atas, lakukan tindakan cepat untuk menanganinya, atau hubungi dokter. 

 

Referensi : parenting.firstcry.com, livestrong.com

Baca juga :

Bolehkah ibu menyusui mengonsumsi madu? Baca faktanya di sini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.