Anak-anak ini dibius dan diikat 7 jam sehari di daycare, apa motifnya?

lead image

Seorang pemilik daycare melakukan kejahatan dengan menyiksa anak-anak yang dititipkan di tempatnya, dengan cara diikat, dimasukkan ke lemari bahkan dibius.

Tempat penitipan anak atau biasa disebut daycare adalah tempat bagi orangtua untuk menitipkan anaknya yang belum sekolah. Sehingga mereka tak perlu meninggalkan sang anak di rumah. Tentunya saat mengantarkan anak ke daycare, kita berharap bahwa si kecil diperlakukan dengan baik. 

Akan tetapi, ternyata tak semua pemilik tempat penitipan memiliki kesabaran dalam menjaga anak-anak yang dititipkan padanya. Seorang pemilik daycare bernama Rebecca Anderson dilaporkan ke pihak kepolisian, setelah terungkap bahwa ia mengikat anak-anak selama 7 jam sehari. 

Rebecca adalah pemilik Becky’s Home Child Care di Texas, Amerika Serikat. Dia dituduh melakukan penganiayaan terhadap anak-anak dengan cara mengikat mereka di kursi plastik selama 7 jam, bahkan memasukkan mereka ke dalam lemari tertutup. Bahkan ada korban yang ia bius untuk membuat anak-anak tersebut tetap diam.

src=https://assets sg.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/12/2018/09/daycare owner.jpg Anak anak ini dibius dan diikat 7 jam sehari di daycare, apa motifnya?

Rebecca, pemilik Becky’s Home Child Care yang menyiksa anak-anak.

Penyiksaan anak di daycare diungkap oleh seorang ayah

Kasus penyiksaan anak di daycare ini terungkap ketika seorang konsumen Becky’s Home Child Care, melihat ada yang tak beres ketika melihat rekaman video dari kamera yang ia pasang di car seat anaknya yang berusia 6 bulan. 

Ia terkejut saat melihat rekaman Rebecca yang mengambil bayi dari mobil dengan cara menarik kaki bayi untuk mengganti popoknya.

Lalu bayi itu diletakkan di lantai dengan kasar. Lalu, rekaman itu juga memperlihatkan Rebecca memberikan zat aneh dari botol kepada anak tersebut, padahal anak tersebut tidak sakit.

Melihat semua keanehan tersebut, ia langsung melapor ke polisi. Ketika polisi sampai di daycare milik Rebecca, mereka terkejut menemukan sembilan orang anak dengan kondisi leher terikat tali sepatu, tiga di antaranya diikat di kursi plastik di kamar mandi dan talinya harus dipotong untuk membebaskan anak-anak malang tersebut.

Saat ditanyai polisi, Rebecca mengaku dia memberikan tylenol (obat pereda sakit) pada anak-anak tersebut untuk membuat mereka berhenti menangis dan membuat pekerjaan menjaga mereka menjadi lebih mudah. Dia juga mengaku mengikat anak dengan tali sepatu untuk mencegah mereka bergerak. 

Anak-anak malang yang dianiaya oleh Rebecca dibawa ke Children’s Hospital di Dallas untuk diperiksa kondisi kesehatannya. Sedangkan Rebecca dipenjara dengan tuduhan penganiayaan dan membahayakan anak-anak.

Semoga anak kita terhindar dari kemalangan seperti ini. Kasus ini membuat kita harus selalu berhati-hati dalam memilih tempat penitipan anak.

Panduan sebelum menitipkan anak di daycare

#Lihatlah suanana daycare

Ya benar! Saat Parents mengunjungi calon daycare untuk anak Anda, lihatlah suasananya. Lihat bagaimana para staf berinteraksi dengan anak-anak.

Apakah mereka duduk di lantai bersama anak-anak atau duduk menjauh dan meneriakkan instruksi? Hal ini akan menggambarkan pendekatan apa yang digunakan oleh tempat penitipan anak tersebut.

Plus, dalam masa kecilnya, anak-anak membutuhkan perhatian dan interaksi yang dekat, dan hal tersebut hanya bisa didapatkan melalui interaksi fisik.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar setiap daycare  harus memiliki rasio 1 orang dewasa untuk 3 bayi. Interaksi fisik yang dekat ini harus berlangsung setidaknya hingga anak mencapai usia 2 tahun.

#Cek kebijakan yang berlaku

Cari tahu apakah penitipan anak memiliki filosofi dan ideologi yang sama dengan Anda tentang disiplin, belajar, tidur siang, dan memberi makan. Tanyakan pada pihak daycarebagaimana kebijakan jika ada anak yang sakit.

Perhatikan cara staf merawat anak yang sedang tidak enak badan. Anda juga harus bertanya bagaimana mengurus anak ketika ada pengasuh yang cuti.

#Datanglah mendadak tanpa pemberitahuan

Ya, Anda bisa melakukannya. Ini adalah cara yang baik untuk mengecek bagaimana anak Anda diurus. Anda juga bisa mengecek apakah tempat penitipan tersebut cukup aman dan ramah anak.

Lihatlah bagaimana para staf mengatur saat bermain, saat tidur siang, dan saat makan. Kadang-kadang kunjungan dadakan ini akan membantu Anda membuat pilihan yang tepat.

#Cari solusi secepatnya jika terjadi masalah

Mungkin ada sedikit perbedaan ideologi dengan para staf daycare. Segera hubungi pihak daycare untuk menbicarakan ini. Sebagai orangtua, Anda memiliki aturan sendiri di rumah dan berharap aturan tersebut juga berlaku di tempat penitipan anak.

Konsultasikan dengan staf daycare dan pilih solusi yang paling menguntungkan anak. Misalnya, Anda berpikir jam 12 siang adalah waktu tidur siang anak, sementara di daycare jam tidur siang adalah setelah makan siang. Diskusikan dengan baik dan kemukakan alasan Anda.

#Percaya pada insting Anda

Setiap orangtua tahu apa yang terjadi pada anak dan kadang-kadang Anda harus mempercayai insting. Jika suatu hari anak pulang dalam keadaan tidak sehat atau tidak gembira, segera cari tahu apa penyebabnya.

Anda dapat selalu mengubah rencana dan mencari tempat lain yang lebih baik untuk anak. Jadi cobalah terbuka dan selalu waspada serta perbanyak informasi.

Jaga hubungan baik dengan pihak daycare. Ini akan membantu Anda mengatasi masalah saat menitipkan anak di daycare.

 

 

Disadur dari artikel Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Kenali 5 Ciri Daycare yang Baik untuk Anak Berikut Ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.