Ahli Genetika: Anak Laki-laki Mewarisi Gen Kecerdasan Dari Ibu

lead image

Para ibu bisa berbangga hati, teori terbaru di bidang genetika mengungkapkan bahwa kecerdasan anak laki-laki merupakan warisan dari ibu.

Dari mana asalnya gen kecerdasan?

Para bapak boleh saja bangga anak laki-lakinya ganteng seperti dirinya. Tapi soal kepintaran, para ibu lah yang mesti besar kepala. Perkaranya, ada teori terbaru dalam riset genetika yang mengungkapkan bahwa anak laki-laki mewarisi gen kecerdasan dari ibu mereka.

Menurut Gillian Turner, seorang ahli genetika Australia, bukti yang berkembang menunjukkan beberapa gen kecerdasan terletak pada kromosom X, yang laki-laki warisi hanya dari ibu mereka dengan sedikit sekali kromosom Y dari ayah.

Sedangkan sebaliknya, perempuan menerima kromosom X dari masing-masing orangtua, baik ayah maupun ibu. Sehingga perempuan secara teoritis juga dapat mewarisi kecerdasan dari ayah mereka.

Sebagai contoh, Albert J. Dunlap, mantan direktur Scott Paper Co, memiliki ibu yang yang tidak lulus SMA. Namun menurutnya, “Ibuku secara inheren sangat cerdas,” katanya kepada Wall Street Journal.

Baginya ibu membantunya belajar mengatur hidup, menetapkan tujuan dan memperhatikan detil keuangan. “Banyak sifat saya yang menjadikan saya sukses dapat ditelusuri kembali ke dia (ibunya),” kata Dunlap.

Teori gen ini akan menjelaskan fenomena yang membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun. Mengapa ada lebih banyak laki-laki yang jenius atau bahkan sebaliknya, mengalami keterbelakangan mental?

Dalam hal ini, Dr Turner berpendapat dalam jurnal medis Lancet, bahwa karena seorang laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, ia akan mendapatkan efek penuh dari gen kecerdasan. Baik itu gen kecerdasan yang menghasilkan IQ tinggi ataupun cacat mental.

Pada perempuan, efek dari gen kecerdasan pada satu kromosom X dapat berbaur dengan kromosom X lainnya yang didapat dari kedua orangtua, sehingga efeknya sudah lebih cair.

Tapi tentu saja gen tidak bertanggungjawab sepenuhnya akan kecerdasan anak. Menurut Abbi Salny, psikolog di Amerika Mensa Ltd (organisasi untuk orang-orang dengan IQ tinggi), seseorang dengan kecerdasan bawaan tetap membutuhkan lingkungan yang tepat agar kecerdasan dapat berkembang sepenuhnya.

Namun kesimpulan dari teori gen ini adalah;

“Seorang laki-laki harus mengabaikan dorongan primitifnya dalam memilih pasangan, yang menargetkan hanya dari daya tarik seksual. Ingatlah bahwa kecerdasan anak di masa depannya akan ditentukan oleh tingkat kecerdasan pasangan yang ia pilih,” kata Dr turner.

 

Baca juga:

Bayi Aktif Sama Dengan Bayi Cerdas?