Benarkah anak yang diasuh nenek punya dampak psikologis? Ini 5 faktanya!

lead image

Punya dampak psikologis, ini 5 fakta anak yang diasuh oleh nenek menurut studi.

Karena berbagai alasan, ada beberapa orangtua yang memilih untuk menitipkan anak pada neneknya. Namun, sebenarnya bagaimana dampak psikologis anak diasuh nenek?

Kondisi ini biasanya sering kita temui pada ayah dan ibu yang bekerja. Minimnya waktu bersama anak karena pekerjaan, membuat pola asuh dialihkan lebih banyak pada nenek.

Dalam keseharian, si kecil pun akan lebih familiar diasuh nenek dibandingkan orangtuanya sendiri.

dampak psikologis anak diasuh nenek

dampak psikologis anak diasuh nenek

5 Fakta dampak psikologis anak diasuh nenek

Banyaknya pengasuhan yang dilakukan nenek membuat banyak peneliti tertarik mengkajinya. Berikut adalah beberapa fakta menarik dari hasil riset-riset tersebut.

1. Anak cenderung mengalami masalah perilaku

Para peneliti di Bronfenbrenner Center for Translational Research memelajari mengenai kesejahteraan anak-anak yang tinggal bersama kakek-nenek mereka. Rachel Dunifon, profesor Analisis dan Manajemen Kebijakan di Cornell, turut menulis artikel ulasan yang diterbitkan dalam Annals of American Academy of Political and Social Science yang juga membahas mengenai ini.

Dikatakan bahwa anak yang diasuh dengan nenek menghadapi tantangan yang sangat berbeda dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal bersama orangtua. Anak-anak yang diasuh dengan nenek cenderung memiliki masalah perilaku.

Tak jarang, karakter anak yang terbentuk biasanya lebih keras kepala atau sulit menaati peraturan. Anak-anak yang dibesarkan oleh kakek-nenek sering hidup dalam peraturan yang tidak tentu, khususnya dibandingkan orangtuanya.

Pengasuhan nenek pun biasanya akan lebih permisif atau serba membolehkan dibandingkan dengan orangtua. Oleh karena itu, mereka lebih cenderung mengalami masalah emosional dan perilaku.

2. Anak kurang terdorong aktivitas fisik

Dalam penelitian lainnya disebutkan bahwa anak yang diasuh nenek biasanya akan kurang terdorong aktivitas fisik dibandingkan anak lain yang diasuh oleh orangtuanya. Faktor usia ditengarai menjadi salah satu penyebab nenek dan kakek tidak bisa maksimal dalam mengasuh anak-anak dalam hal aktivitas fisik.

dampak psikologis anak diasuh nenek

dampak psikologis anak diasuh nenek

3. Kakek atau nenek cenderung stres

Penelitian pun menyebutkan bahwa kakek atau nenek yang mengasuh cucunya secara aktif cenderung merasa lebih stres. Penelitian oleh peneliti senior Andrew Adesman, MD menyebutkan adanya dampak netgatif dari kesehatan fisik serta emosi keduanya.

Selain itu ada lebih banyak cost yang bisa keluar, mulai dari perasaan hingga materi yang bisa tercurah ketika mereka mengasuh cucunya. Hal ini akan berdampak menjadi lebih parah bila nenek terpaksa mengasuh cucunya, atau tanpa keinginannya sendiri.

4. Cenderung mempraktikkan mitos

Dokter Adesman menemukan dalam penelitiannya bahwa 44 persen dari 636 kakek nenek yang disurvei percaya mitos. Salah satu mitos yang dipercaya ialah bahwa mandi dengan air dingin adalah cara yang baik untuk menurunkan demam yang sangat tinggi.

Padahal kenyataannya, hal tersebut justru dapat membahayakan anak karena mandi dengan air dingin dalam kondisi ini dapat menyebabkan hipotermia. Dalam kondisi ini, tentunya mandi air hangat atau air biasa bisa jauh lebih aman.

5. Ada senjang pengetahuan

Alasan nenek ataupun kakek mempraktikkan mitos salah satunya ialah karena adanya senjang pengetahuan dan zaman yang terjadi. Kakek maupun nenek yang senjang pengetahuannya sangat jauh kemungkinan bisa membahayakan cucu mereka.

Tips agar pengasuhan nenek tetap berdampak baik

1. Menyeragamkan pola asuh

Cenderung berbeda pola pikir, gaya pengasuhan antara orangtua dan nenek pun seringkali berbeda. Agar si kecil tidak bingung dan bisa memiliki teladan yang konsisten, sebaiknya sepakati terlebih dahulu pola asuh yang akan dipraktikkan.

Jangan sampai perbedaan tersebut menjadi celah bagi si kecil untuk menjadi pembelaan bila ia melakukan perilaku buruk.

2. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan

Dokter Adesman mengungkapkan bahwa senjang pengetahuan yang terjadi sebaiknya diatasi dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran. Bila perlu, ia menyarankan agar nenek diberikan pengetahuan berupa konsultasi dan pembelajaran ekstra mengenai pengasuhan yang sesuai dengan zaman.

3. Menjaga komunikasi

Orangtua hendaknya selalu menjaga komunikasi dalam berbagai hal, tak bisa dilepas begitu saja. Tanyakan secara detail terkait perkembangan anak yang terjadi.

Biasakan untuk selalu mendiskusikan berbagai permasalahan dengan mencari solusi bersama-sama.

Nah Parents, sebaiknya pertimbangkan dan persiapkan sebaik mungkin bila memutuskan untuk mengikutsertakan nenek saat mengasuh si kecil dalam kesehariannya.

Sumber : Parents.com, psychologytoday

Baca Juga :

Pengasuhan anak tanpa beri pelukan ala orangtua Jepang, efektifkah?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.