4 Dampak Negatif Memanjakan Anak yang Harus Diwaspadai Orangtua

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Psikolog Brenda Scottsdale mengungkap 4 dampak negatif memanjakan anak yang harus diwaspadai orangtua. Karena itu, hindari sikap terlalu memanjakan anak.

Semua orangtua menyayangi anaknya dan selalu ingin memberikan yang terbaik bagi keturunannya. Sehingga acapkali sering memanjakan anak, yang justru malah tidak sehat bagi tumbuh kembang kepribadian anak itu sendiri.

Artikel Terkait: Cara Mengasuh Anak, Disiplin atau Memanjakan?

Brenda Scottsdale, seorang psikolog berlisensi memaparkan 4 dampak negatif memanjakan anak, yang sering tidak disadari orangtua, karena dampaknya baru terlihat ketika anak telah dewasa.

1. Tidak mandiri

Brenda mengatakan, “Anak-anak yang dimanja, akan terlalu bergantung pada orangtuanya. Yang kemudian bisa berdampak pada masa depannya. Karena dia tidak bisa mencari kebahagiaannya sendiri ketika dewasa.”

Dalam sebuah studi yang dikutip oleh Connie Dawson dan David J. Bredehoft, terungkap bahwa remaja yang menginjak usia dewasa, dan masa kecilnya selalu dimanja. Memiliki kecenderungan tinggi untuk merasa bahwa sendirian membuat seseorang tidak bisa bahagia. Dan sumber kebahagiaan mereka adalah orang lain, bukan diri mereka sendiri.

Hal ini membuat anak menjadi sulit untuk hidup mandiri, dan mencintai diri sendiri. Karena mereka selalu mencari pengakuan dari orang lain agar dirinya bisa merasa bahagia.

Artikel terkait: 8 Sikap Orangtua yang Tidak Membantu Anak Mandiri

2. Tidak mampu bertanggung jawab

Dampak negatif memanjakan anak bersumber dari kebiasaan orangtua yang memberikan semua keinginan anak. Hal ini membuat anak tidak bisa belajar tentang konsep dan sikap tanggung jawab.

Anak yang terbiasa dimanja akan menjadi malas, tidak termotivasi, dan juga mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi. Pada akhirnya, mereka akan tumbuh besar tanpa kematangan emosional, dan mengalami kesulitan mengatasi masalah ketika mereka dewasa.

3. Bersikap menantang dan tidak hormat

Anak manja terbiasa mendapatkan keinginan dengan merengek, dan memanipulasi orang-orang di sekitarnya. Sehingga dia tidak tahu cara lain untuk mengungkapkan keinginannya melalui hal yang lebih positif.

“Seringkali, anak manja tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan diri selain melalui perilaku negatif,” ujar Brenda. “Pemberontakan menjadi respon yang alami pada anak-anak manja, yang terlalu dilindungi dan terlalu banyak memanipulasi.”

4. Kemampuan sosial yang buruk

Di dalam Jurnal Pediatrics, Bruce J. McIntosh, M.D mengatakan bahwa anak-anak manja bisa menjadi orang yang tidak peka atas kebutuhan orang lain. Mereka juga mudah marah dan mengalami kesulitan untuk bersyukur atas apa yang ia miliki, maupun mengucapkan terima kasih pada orang lain.

Memiliki karakter yang seperti ini, anak akan tumbuh menjadi terasing dalam hidupnya, karena tidak ada seorangpun yang mau dekat dengannya. Hal ini juga akan membuatnya tidak bisa menjalani hubungan yang sehat dan langgeng, tidak ada sahabat maupun pasangan yang bisa tahan lama berhubungan dengannya. Karena dia tidak tahu bagaimana cara menjaga hubungan tersebut.

***

Setelah mengetahui dampak negatif memanjakan anak, tentu Parents tidak ingin anaknya menjadi pribadi yang bermasalah saat dewasa nanti kan.

Sebagai orangtua kita selalu ingin memanjakan anak, namun jangan sampai kasih sayang kita malah membuat kita buta, sehingga bukannya membuat anak memiliki masa depan yang baik, tapi malah menjerumuskannya.

Semoga bermanfaat.

 

Diadaptasi dari tulisan James Martinez di theAsianparent Singapura

Baca juga:

5 Tanda Anda Membesarkan Si Kecil Menjadi Anak Manja





Better Parenting