Postingan Akun Dagelan di Instagram Berpotensi Buat Anak Jadi Pelaku Bullying

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Terkadang sesuatu yang awalnya dianggap lucu ternyata berpotensi membuat anak jadi pelaku bullying. Seperti yang diposting oleh akun Dagelan di Instagram.

Bullying (atau perundungan dalam bahasa Indonesia) bukan hanya terjadi di sekolah, kampus, atau tempat umum lainnya. Media sosial juga bisa menjadi tempat kejadian perkara bullying dan bahkan berpotensi membuat anak jadi pelaku bullying.

Parents mungkin tidak menyadarinya dan menganggap sebuah postingan hanya bermaksud untuk menghibur atau bercanda. Padahal bisa saja postingan itu memicu anak jadi pelaku bullying.

Posting Instagram berikut ini adalah salah satunya:

sumber: @dagelan

sumber: @dagelan

Pemilik akun Dagelan memang patut mendapat acungan jempol karena memiliki lebih dari  2 juta pengikut di Instagram. Sayang, dagelan (candaan, guyonan) yang dilontarkan kurang mendidik.

'Sebutan untuk cewe yang mudah diajak kemana saja sama siapa saja'? Jawabannya bisa bermacam-macam.

Namun bagaimana jika jawabannya mengarah ke nama seseorang, dalam hal ini wanita? Pemilik nama enam huruf berakhiran H sangat berisiko menjadi bahan tertawaan oleh para komentator.

Posting ini juga telah mengakibatkan para follower/pengikut akun tersebut menjadi pelaku bullying. Bukan tidak mungkin candaan serupa akan diulangi para follower di tempat lain.

Bullying tidak hanya mengakibatkan korbannya merasa dirinya tidak berharga. Si pelaku pun berisiko terjerumus menjadi pelaku kejahatan setelah merasakan nikmatnya menginjak harga diri orang lain.

Perundungan di dunia maya relatif berbahaya karena akun-akun perundung kadang menggunakan identitas palsu. Korban perundungan dunia maya bisa siapa saja, bukan hanya selebritis atau politisi, bahkan di beberapa game online merundung sesama pemain adalah hal yang biasa.

Sebagai orangtua kita patut was-was, apalagi jika putra-putri tercinta sudah punya smartphone dan memiliki akun media sosial sendiri.

Kita tidak bisa mengandalkan pihak berwajib untuk menertibkan akun-akun atau postingan semacam ini. Satu akun ataupun postingan dihapus, dua tiga hari lagi muncul yang lainnya.

Kita perlu menyiapkan anak-anak kita terhadap segala kemungkinan, entah kemungkinan ia akan di-bully atau malah justru anak jadi pelaku bullying.

Berikut saran kami yang bisa Parent terapkan untuk mencegah anak jadi pelaku bullying atau justru korban:

1. Rumah adalah benteng

Jadikan rumah sebagai tempat ternyaman di dunia bagi anak sehingga ia tahu ke mana harus mengadu saat semua orang menyerangnya dengan ejekan. Orangtua juga perlu memberi saran tentang apa yang harus dilakukan anak saat ia di-bully.

Apakah ia sebaiknya membalas, menghindar, atau mengadu, semua tergantung pada pertimbangan Parents. Sebagai orangtua, kita tentu sakit hati ketika anak kita dipermalukan.

Namun anak harus menghadapi medan pertempurannya sendiri. Orangtua sebaiknya jangan turun tangan, kecuali perundungan sudah sangat keterlaluan.

Baca juga: 9 Strategi Mengajari Anak Membela Diri saat Menghadapi Bullying (Perundungan)

2. Jaga perasaan anak

Menurut pengakuan beberapa anak pelaku bullying, mereka mem-bully karena pernah di-bully. Jika lingkaran bullying ini terus berulang, bukan tidak mungkin anak Anda juga akan menjadi pelaku bullying.

Menekankan tentang cara menjaga perasaan orang lain sebaiknya diterapkan sejak dini. Tak perlu banyak berkata-kata, cukup menjadi contoh bagi anak.

Jaga ucapan Anda saat memarahi anak, jangan sampai perasaan anak terluka dan ia membalas dendam ke pihak lain. Kita juga perlu menjaga perasaan anak dengan cara tidak berkata kasar pada pasangan, saudara, atau siapa pun.

Ingat, perilaku anak adalah cerminan perilaku orang tuanya.

3. Aktualisasi diri

Anak jadi pelaku bullying karena cenderung memiliki rasa tidak puas pada dirinya sendiri. Ia merasa tidak memilki sesuatu untuk dibanggakan.

Rasa puas telah membuat orang lain merasa rendah menjadi sesuatu untuk mengobati ketidakpuasan itu.

Ajak anak Anda untuk menekuni hobi atau beraktivitas sosial. Namun jangan paksa dia untuk meraih prestasi atau jadi pemenang.

Buat ia sibuk menekuni apa saja yang disukainya agar tak ada waktu baginya untuk mengganggu teman. Saran ini juga bisa diterapkan pada anak yang menjadi korban perundungan, agar ia bisa menemukan kembali rasa percaya dirinya yang terinjak.

Semoga artikel ini dapat membantu Parents dalam mencegah anak jadi pelaku bullying ya...

 

Baca juga:

Adakah Remaja Sekitar Anda Jadi Korban Bullying di Medsos? Ini Cara Membantunya Bangkit

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita