Memahami Critical Eleven Penerbangan, Ini yang Perlu Diperhatikan Penumpang

Memahami Critical Eleven Penerbangan, Ini yang Perlu Diperhatikan Penumpang

Apa itu critical eleven dalam penerbangan? Mengapa penumpang perlu memahami fase ini?

Berita duka tengah menghampiri tanah air di awal 2021. Sabtu (9/1) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dilaporkan hilang kontak. Peristiwa tersebut terjadi pada momen krusial penerbangan yang juga kerap disebut critical eleven

Melansir laman Detikcom, pesawat dengan nomor penerbangan SJY1 182 dari Jakarta menuju Potianak tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Hanya berselang 4 menit setelah lepas landas, pesawat dilaporkan terbang ke arah barat laut dan beberapa detik kemudian hilang dari radar ATC. 

“Pada pukul 14.37 WIB, kapten pesawat sempat meminta naik ke ketinggian 29.000 feet (ketinggian jelajah). Dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB. Pesawat pun hilang dari radar dalam hitungan detik,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seperti yang dikutip dari laman Kompas. 

Artikel terkait: Jadi Saksi Kunci Jika Terjadi Kecelakaan, Apa Fungsi Black Box Pesawat?

Memahami Critical Eleven Penerbangan, Ini yang Perlu Diperhatikan Penumpang

Pesawat diketahui jatuh di peraian Kepulauan Seribu. Hingga saat ini, tim penyelamat termasuk tim gabungan TNI AL, Basarnas, hingga KNKT masih melakukan evakuasi dan penyelidikan terkait jatuhnya pesawat tersebut.

Ini bukan kali pertama kecelakaan pesawat dengan rute penerbangan nasional terjadi. Sebelumnya, pada 2018 silam, pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang dilaporkan jatuh setelah beberapa menit lepas landas di perairan Tanjung Karawang. 

Kedua kasus kecelakaan tersebut terjadi tak lama setelah lepas landas. Artinya, hilang kontak yang terjadi masih berada dalam fase critical eleven atau 11 menit pertama yang paling penting dalam dunia penerbangan. 

Critical Eleven, Fase Krusial yang Perlu Dipahami Penumpang

Critical Eleven

Critical Eleven merupakan waktu paling penting dalam penerbangan. Ini merujuk pada 3 menit setelah pesawat lepas landas dan 8 menit sebelum pesawat mendarat. Disebut sebagai waktu yang paling genting karena, dalam rentang waktu ini, pilot yang bertugas diharuskan melakukan komunikasi intensif dengan Air Traffic Controller (ATC). Komunikasi dilakukan untuk mengendalikan pesawat sesuai dengan standar operasi yang ada. 

Mengutip Sains Kompas, tiga menit pertama digunakan untuk mencari posisi stabil dan mengontrol kecepatan ketika pesawat mulai mengudara. Sementara delapan menit terakhir digunakan untuk menurunkan kecepatan dan menyesuaikan dengan landasan tempat pesawat mendarat. 

Merupakan 11 menit yang amat krusial, maka selama momen ini awak kabin dilarang untuk berkomunikasi dengan kokpit kecuali ada hal darurat. Aktivitas di pesawat pun dihentikan, termasuk para penumpang yang diminta untuk berada di kursi masing-masing. 

Critical Eleven

Mengutip laman ABC News, ada beberapa hal yang perlu penumpang perhatikan ketika akan memasuki fase critical eleven dalam penerbangan, di antaranya adalah:

  • Sebelum terbang, para pramugari akan memberikan demonstrasi tentang upaya penyelamatan diri jika terjadi situasi darurat seperti cara penggunaan masker oksigen dan pelampung.
  • Saat demonstrasi berlangsung, perhatikan dengan saksama dan pahamilah secara baik-baik. Pasalnya, jika terjadi dan dihadapkan kondisi darurat, penumpang hanya punya waktu 90 detik atau 1,5 menit untuk menyelamatkan diri. Entah harus memasang oksigen saat pesawat mendarat darurat di air, atau pun penyebab darurat lainnya. 

Critical Eleven

  • Saat memasuki 11 menit waktu kritis, kenakan sabuk pengaman dan tetaplah berada di kursi masing-masing. Pastikan Anda menegakkan sandaran kursi, melipat meja, dan membuka penutup jendela. 
  • Ingat, lakukan disiplin dalam mematikan ponsel atau alat elektronik di rentang waktu ini. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan navigasi oleh sinyal elektromagnetik yang kemungkinan menganggu komunikasi pilot dan ATC. 
  • Penumpang di dalam pesawat juga tidak boleh tidur dalam waktu krusial ini. Gunakan sepatu yang nyaman dan memiliki alas rata agar tidak kesulitan menyelamatkan diri apabila kondisi darurat terjadi. 
  • Penumpang diminta tetap awas terhadap keadaan. Tidak terlalu paranoid, tetapi juga tidak terlalu santai dalam rentang waktu ini. 

Artikel terkait: Nurut Perkataan Ibu, Pemuda Ini Lolos dari Kecelakaan Sriwijaya Air

Memahami Critical Eleven Penerbangan, Ini yang Perlu Diperhatikan Penumpang

Waktu 11 menit krusial ini tidak boleh diremehkan. Penumpang juga diminta memerhatikan prosedur keselamatan ketika memasuki fase critical eleven dalam penerbangan demi keselamatan. 

Faktanya, seperti yang dituliskan di laman laman Flight Safety, sebanyak 80 persen kecelakaan pesawat terjadi di fase critical eleven. Yakni 3 pertama setelah pesawat lepas landas, dan 8 menit sebelum pesawat mendarat. 

Lebih lanjut, Worldwide Commercial Jet juga mencatat, pada 2007 – 2016, penyebab kecelakaan terbanyak juga ada di momen 8 menit sebelum mendarat. Lebih tepatnya ketika pesawat mulai menurunkan kecepatan lajunya. Disusul oleh penyebab kecelakaan terbanyak kedua yaitu ketika pesawat lepas landas. 

Memahami Critical Eleven Penerbangan, Ini yang Perlu Diperhatikan Penumpang

Tak hanya itu, ada pula beberapa penyebab umum mengapa pada proses lepas landas dan mendarat merupakan fase rawan terjadinya kecelakaan.

Melansir laman CNN Indonesia, beberapa penyebab umum tersebut di antaranya adalah:

  • Kemungkinan bertabrakan dengan awak darat atau pesawat lain yang tidak memiliki izin melandas.
  • Kondisi cuaca buruk. Hal ini menyebabkan pilot lebih sulit mengontrol kecepatan dan menjaga jarak ketinggian pesawat dengan tanah atau daratan. 
  • Jarak pandang buruk ketika hendak turun. Atau pun ketika dua pesawat diarahkan ke landasarn yang sama selama lepas landas dan mendarat. 

Artikel terkait: Bayi 14 Bulan Selamat Dari Kecelakaan Pesawat yang Menewaskan 36 Orang

Itulah penjelasan mengenai fase critical eleven yang krusial saat penerbangan. Apabila Parents hendak bepergian menggunakan pesawat, pastikan untuk mematuhi protokol keselamatan selama penerbangan agar perjalanan Anda selamat, ya. 

***

Baca juga:

Tips Selamat dari Kecelakaan Pesawat

Bayi meninggal mendadak setelah bepergian dengan pesawat, apa penyebabnya?

Amankah Ibu Hamil Naik Pesawat Terbang?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner