Parents, Hati-hati Saat Anak Kita Menunjukkan Perilaku Kleptomania

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kleptomania pada anak ditandai dengan seringnya anak membawa pulang barang yang tidak ia butuhkan dan terjadi secara terus menerus.

Mengurus anak memang susah-susah gampang, apalagi jika mereka mulai memiliki teman sebaya. Pengaruh dari teman-temannya kadang menenggelamkan pengaruh orang tua. Karena itu, bunda harus jeli dalam mengawasi prilakunya. Jangan sampai anak bunda terkena kleptomania.

Dilansir dari situs newportacademy.com, berikut ini tanda-tanda seorang anak yang mengidap kleptomania.

Tanda-tanda anak kleptomania

Awalnya, dia akan membawa benda yang kecil pulang ke rumah. Benda tersebut merupakan sesuatu yang sanggup mereka beli dengan uang jajan mereka, seperti jepit rambut atau gantungan kunci. Sehingga anda tidak berpikir lebih jauh tentang bagaimana cara dia mendapatkan benda itu.

Anda juga tidak terlalu ambil pusing saat dia kembali membawa pulang beberapa benda. Ketika anak anda terus-menerus pulang dengan membawa benda-benda baru, anda mulai bertanya-tanya darimana semua benda itu datang.

Anak-anak mencuri barang dari toko, bukan karena mereka membutuhkannya, tapi karena paksaan atau hasrat untuk mencuri.

Seringkali, benda-benda yang mereka curi itu sebenarnya sanggup mereka beli. Hanya saja karena adrenalin yang mereka rasakan saat pertama mencuri membuat mereka kecanduan akan aksi tersebut. Kecenderungan seperti itu dinamakan kleptomania.

Kleptomania tidak hanya terbatas pada anak yang bermasalah saja, sering terjadi anak yang sehari-harinya bertingkah laku baik, justru merekalah yang condong kepada perilaku kleptomania.

Alasan-alasan mengutil

Seorang anak pengidap kleptomania kadang melakukan pencurian karena ingin melakukan pemberontakan. Anak itu merasa tertekan selalu menjadi “anak yang baik” atau “murid teladan” sehingga mereka merasa harus terlibat dalam suatu masalah agar bisa dianggap setara dengan anak-anak yang lain.

Selain itu, ada juga anak mengutil di toko karena tekanan dari teman sebayanya. Teman-temannya akan menantang dan membujuk untuk mencuri barang-barang yang tidak terlalu penting, hanya untuk mendapatkan pengakuan bahwa mereka layak jadi anggota geng.

Tindakan mencuri itu sendiri menimbulkan perasaan sedih, bersalah, dan tidak tenang. Mereka yang terkena kleptomania sering merasa terjebak dalam lingkaran setan, mereka percaya bahwa mereka tidak akan pernah mencuri lagi, namun kemudian mereka tidak bisa menahan diri untuk kembali mencuri.

Bagaimana menangani kleptomania

Perawatan terbaik bagi anak yang mengidap kleptomania melibatkan terapi dan konseling. Terapi Behavior Modification untuk menentukan alasan tepat dibalik kleptomania yang diidapnya. Setelah penyebabnya diketahui, perawatan bisa dimulai untuk memperbaiki perilakunya.

Konseling keluarga juga bisa membantu, akar dari masalah kleptomania biasanya berasal dari masalah yang terjadi di dalam rumah. Penting sekali untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak Anda.

Jika anda merasa bahwa mereka sedang berjuang melawan kleptomania, lakukan pendekatan dengan halus saat anda akan membahas masalah tersebut. Jangan bertindak secara keras karena itu akan menambah beban emosional pada anak.

Mereka sendiri sudah berjuang melawan rasa bersalah dan ketakutan bahwa aksinya akan ketahuan. Beritahu mereka bahwa mereka tidak sendiri dan masalah mereka bisa diperbaiki.

 

Baca juga:

10 Teknik untuk Membentuk Perilaku Anak yang Baik





Bigger Kids