'Circle Time', Cara Vendryana Membentuk Bonding Lebih Kuat dengan Anak

'Circle Time', Cara Vendryana Membentuk Bonding Lebih Kuat dengan Anak

Dari pengalaman Vendryana ini, bisa juga Parents tiru lakukan bersama si kecil di rumah.

Ada banyak cara yang bisa orangtua lakukan untuk membentuk bonding dengan anak, salah satunya melakukan circle time. Pada dasarnya, ini adalah sebuah kegiatan mengajak anak duduk melingkar bersama dan berbicara tentang suatu hal.

Umumnya kegiatan ini dilakukan oleh guru dan anak-anak di tingkat sekolah dasar. Namun, jika si kecil belum memasuki usia sekolah, Parents juga bisa, menerapkannya dan mengajak anak melakukan kegiatan ini di rumah.

Apabila Parents rutin melakukan bersama si kecil, ada sejumlah manfaat yang bisa dirasakan. Mulai  dari melatih keterampilan anak dalam berpikir, mendengarkan, melihat, berbicara, hingga berkonsentrasi.

Artikel Terkait : Tips bonding time dengan anak dari psikolog, Bunda sudah coba?

Selain itu, tentu saja circle time bisa membuat hubungan anak dan orangtua semakin dekat. Kegiatan ini biasa dilakukan antara 5-20 menit, tapi bisa juga menambah durasinya hingga satu jam, menyesuaikan kondisi keluarga dan anak-anak.

Adalah Vendryana, salah satu Bunda yang sudah menerapkan circle time kepada buah hatinya. Perempuan yang dikenal sebagai influencer sekaligus istri dari content creator Bena Kribo ini sudah melakukannya bersama sang buah hati.

Lantas, seperti apa pengalaman mereka melakukan kegiatan tersebut dengan si kecil Zayka? Yuk, simak ceritanya, siapa tahu Parents bisa terinspirasi untuk mengikutinya.

Kisah Vendryana saat Circle Time bersama Zayka

circle time

Melalui akun Instagram pribadinya, Vendryana membagikan pengalamannya melakukan circle time bersama Zayka yang mulai rutin dilakukannya setiap hari. Vendryana memiliki alasan tersendiri mengapa ia dan suami memutuskan melakukan kegiatan keluarga ini.

Alhamdulillah sekarang ubi-ubian lagi mencoba konsisten dengan kebiasaan baru, yaitu #MorningCircleTime. Awalnya karena aku agak kasihan sama Zayka, karena waktuku banyak terpakai sama adek, ya karena aku belum pandai bagi bagi waktunya dan Zayka jadi nggak ada quality time sama aku dan Bena,” ujar Vendryana di Instagram Story.

Selama 2 bulan setelah adek lahir, aku baru bisa adaptasi dan akhirnya menemukan balance lagi di keluargaku setelah melakukan circle time,” imbuhnya.

Selain itu, kegiatan ini pun dilakukan karena sebelumnya Vendryana sempat merasa bersalah kepada sang anak, terutama Zayka. Sebab, setelah melahirkan anak kedua, ia merasa jika Zayka kurang mendapatkan quality time bersamanya.

Alasan lain, karena aku nggak bisa 100% nemenin Zayka main dan belajar semenjak ada adek, semenjak Bena jualan juga. Adanya circle time ini sangat membantuku dan Bena untuk quality time sama Zayka, bikin kita lebih teratur dan juga untuk ketenanganku, karena setiap malam yang paling menggangguku adalah rasa bersalah sama anak,” paparnya.

Tentukan Tujuan Circle Time

circle time

Sebelum melakukan kegiatan ini, ada baiknya jika menentukan tujuannya terlebih dahulu. Setiap orangtua tentu memiliki tujuan yang berbeda, ya. Namun, bagi Vendryana dan Bena, berikut tujuan mereka dari melakukan kegiatan ini secara rutin:

  1. Quality time sama anak
  2. Anak dekat dengan Sang Pencipta
  3. Anak dekat dengan Alquran

Berat banget tujuannya? Ya juga ya, tapi ini kan tujuan besar hehe. Nanti bisa di-breakdown lagi jadi tujuan-tujuan kecil yang lebih do-able,” jelas Vendryana.

Dari 3 tujuan itu sebenarnya biar ayah ibunya juga begitu. Jadi nggak cuma buat anak,” lanjut Vendryana menjelaskan.

Artikel Terkait : Lakukan pijat I Love You pada anak, Vendryana rasakan manfaat luar biasa!

Kapan Melakukannya dan Bagaimana Urutannya?

'Circle Time', Cara Vendryana Membentuk Bonding Lebih Kuat dengan Anak

Vendryana mengatakan kalau ia rutin melakukan kegiatan ini setiap pagi selama 1 jam. Tepatnya mulai dari jam 6 hingga 7 pagi.

Zayka bangun pas azan subuh, biasanya abis ini bebas dulu. Lalu kita bisa bentuk rutinitas: minum air putih, ke kamar mandi, kruntel-kruntel sampai akhirnya jam 06.00 alarmku yang bunyinya khusus ‘bel masuk’ circle time bunyi. Lalu kita acting antusias biar anak juga antusias,” katanya.

Adapun urutan kegiatannya ala Vendryana, Bena, dan Zayka, yaitu:

  1. Baca doa bangun tidur
  2. Al fatihah
  3. Doa-doa pendek harian
  4. Masuk ke materi, biasanya disambung dari pernyataan di Alquran terlebih dahulu
  5. Mini games/acitivity

Semua itu dilakukan dalam durasi 30 menit. Lalu, 30 menit sisanya, Ia mengajak Zayka untuk menonton tayangan di YouTube atau mencari gambar di Google.

Seperti yang pernah ku bilang. Aku dan Bena nggak musuhan sama gadget, tapi kita pengin anak dapat manfaatnya dari gadget juga, bukan sekadar nonton. Saat nonton, anak sambil dijelaskan, bukan dia nonton sendiri. Karena kebanyakan videonya bahasa Inggris juga. Dan yang ditonton di YouTube sesuai dengan tema hari itu,” tulis Vendryana.

Semua selesai jam 7, lalu kita lanjut deh ke aktivitas sehari-hari,” sambungnya.

Tema Circle Time

circle time

Parents bisa memilih tema circle time yang beragam setiap harinya. Dari pengalaman Vendryana, ia memilih tema kegiatan ini menyesuaikan dengan keinginan maupun minat sang anak.

Aku bukan tipikal yang bikin kurikulum, nggak cocok dan malah nggak kejadian. Selain itu, aku pengin belajar lebih peka, Zayka lagi penasaran/mau belajar tentang apa? Jadi, biasanya h-1 preparation,” ungkapnya.

Zayka bisa nunjukin lagi penasaran sama apa. Lihat saja dia lagi suka main apa, bikin apa, gambar apa, atau nonton apa,” imbuh Vendryana.

Pengalaman circle time yang dilakukan Vendryana, Bena, dan Zayka ini sungguh sangat menginspirasi, ya. Lantas, apakah Parents juga mulai tertarik untuk ikut melakukannya?

Baca Juga :

Ditemani anak pertamanya, Vendryana berjuang melahirkan dengan metode homebirth

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner