Cegah Virus pada Kehamilan dengan Vaksin

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi cegahlah virus pada kehamilan yang diuraikan disini dengan mengikuti vaksinasi pra-nikah

virus pada kehamilan Cegah virus pada kehamilan dengan vaksin

Anda sedang bersiap-siap untuk menikah? Nah, jangan segan untuk memeriksakan diri untuk mencegah virus pada kehamilan seperti Rubella, Chiken Pox dan Hepatitis B, karena penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin sebelum anda hamil.

Virus pada kehamilan jenis Rubella

Rubella atau Campak Jerman, sering tidak serius dan hanya berlangsung tiga hari. Namun, jenis virus pada kehamilan ini dapat menyebabkan masalah serius pada janin Anda jika Anda terinfeksi rubella saat sedang hamil. Ada 90% kesempatan untuk tidak terkena resiko infeksi dari ibu hamil ke janin pada trimester pertama. Namun, setelah kelahiran bayi dapat saja terdiagnosis mengalami Congenital Rubella Syndrome yang dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan, katarak dan kebutaan. Jika bayi Anda didiagnosis tanpa virus tersebut namun biasanya orangtua dianjurkan untuk memberikan vaksin MMR (gondong, campak dan rubella) ketika bayi berusia 12 bulan. Pada tahun 2006, Departemen Kesehatan menginformasikan bahwa sedikitnya 95% dari tingkat vaksinasi dapat mencegah wabah campak, penyakit yang biasanya menyerang anak-anak dengan angka kematian 3:1000.

Virus pada kehamilan jenis Cacar Air

Ugh, virus yang sangat tidak disukai karena menimbulkan rasa gatal dan keinginan menggaruk, namun setelah digaruk akan meninggalkan bekas luka yang susah hilang. Jenis virus pada kehamilan ini meskipun tidak serius, namun biasanya akan menghilang setelah beberapa minggu. Ingat jaman saat masih sekolah sehingga harus bolos beberapa minggu. Periksakan dengan tes darah untuk mengetahui bahwa Anda kebal terhadap virus ini atau tidak. Jika tidak, maka Anda harus divaksinasi. Bagaimana umumnya jika wanita hamil terinfeksicacar air? Sebagian besar efek samping yang timbul tidak serius. Namun bukan berarti tidak beresiko. Profesor Steve Field, ketua Royal College, menegaskan bahwa cacar air bisa merusak perkembangan otak janin selama 28 minggu pertama kehamilan. Fakta menariknya, jika wanita hamil terinfeksi virus pada kehamilan jenis cacar air sebelum kehamilan, bayi akan terlindung dari infeksi jenis virus ini untuk beberapa bulan pertama kehidupan, karena kekebalan dari Ibu akan diteruskan ke bayi melalui plasenta dan air susu ibu.

Virus pada kehamilan jenis Hepatitis B

Hepatitis B atau infeksi hati, merupakan jenis penyakit menular dan dapat ditularkan melalui kontak seksual terinfeksi cairan tubuh seperti air liur. Jika Anda hamil dan terinfeksi dengan Hepatitis B, virus pada kehamilan jenis ini dapat ditularkan kepada bayi selama kehamilan atau persalinan. Untuk mencegah hal ini, bayi harus divaksinasi dengan vaksin Hep B dan anti-body segera setelah kelahiran. Jika bayi sudah mendapatkan vaksin tersebut, Anda masih bisa menyusui bayi Anda. Luar biasa, bukan?

Jadi bukankah sebaiknya kita mencegah daripada mengobati. Periksakan diri sebelum Anda mulai bersiap untuk hamil.

 

Tips: Jika Anda belum divaksinasi untuk virus pada kehamilan seperti yang diuraikan di atas, penting untuk melakukannya sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum kehamilan Anda!

 

Share on Facebook atau G+ jika Anda merasa artikel mengenai virus pada kehamilan ini bermanfaat. Join Komunitas Keluarga Indonesia di G+ untuk mengikuti update info dari kami dan berdiskusi dengan para Keluarga Indonesia