Balita meninggal karena tertidur di car seat, peringatan untuk orangtua

lead image

Setelah kehilangan putrinya yang berusia 17 bulan, seorang ibu memperingatkan tentang bahaya membiarkan anak tidur di carseat pada ibu lainnya. Bagaimana kisahnya?

Menggunakan carseat memang merupakan salah satu prosedur keamanan untuk  anak saat melakukan perjalanan dengan mobil. Namun, apa jadinya jika carseat menyebabkan kematian seorang balita?

Peristiwa ini terjadi pada Juni 2015 lalu. Saat itu, Lisa Smith asal Texas menerima telepon dari pengasuh anaknya saat ia sedang bekerja. Sang pengasuh melaporkan bahwa putrinya, Mia tak kunjung bangun dari tidurnya.

Lisa akhirnya mengetahui bahwa Mia ditidurkan pada car seat di dalam rumah dengan posisi yang salah, yaitu membungkuk ke depan sehingga menghambat jalan napasnya dan mencekiknya.

Ia berharap banyak orangtua yang mengetahui akan bahaya ini. Ia pun mengingatkan semua ibu untuk lebih berhati-hati sebagai tindakan pencegahan dan mengurangi risiko.

Penyebab kematian Mia yang masih berusia balita itu diduga sebagai asfiksia posisional. Yaitu, merupakan kondisi seseorang yang tidak mendapat cukup udara dan menghambat napasnya karena posisi tertentu.

Kronologi balita tewas saat tertidur di carseat

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/carseat 3.jpg Balita meninggal karena tertidur di car seat, peringatan untuk orangtua

Lisa Smith, ibu dari Mia menjelaskan bagaimana anaknya bisa tewas saat tertidur di car seat (dok. foto: WFAA)

Pada 10 Juni 2015 lalu, seorang pengasuh tersertifikasi, Valerie Wackerly menghubungi 911 setelah menemukan anak majikannya, Mia tidak bangun dari tidurnya.

Ketika petugas tiba di kediaman Smith yang berada di Pella, Iowa, mereka menemukan Mia tidak responsif. Valerie mencoba untuk menolongnya kembali melalui CPR.

Mia awalnya dibawa ke Pella Regional Health Center sebelum akhirnya dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif Pediatri di Blank Children’s Hospital in Des Moines. Balita tersebut akhirnya dinyatakan meninggal pada 12 Juni dan Kantor Pemeriksa Medis negara. Tenaga medis memutuskan bahwa kematian ini disebabkan oleh asfiksia posisional.

Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa Valerie ternyata sempat meninggalkan Mia yang tertidur di car seat dalam ruang gelap di rumah. Tali pengaman bagian bawah car seat tidak tertekuk dengan benar, sehingga  tubuh Mia pun membungkuk ke bawah, dan jalan napasnya terhambat.

Lisa mengira Mia selalu tertidur di boks bayi sebagaimana mestinya, dan tidak tahu bahwa sang pengasuh menggunakan car seat.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/carseat 4.jpg Balita meninggal karena tertidur di car seat, peringatan untuk orangtua

Valerie Wackerly, sang pengasuh yang dinyatakan bersalah. (dok. foto: WFAA)

Karena peristiwa itu, Valerie akhirnya ditangkap atas tuduhan peristiwa pembunuhan tak disengaja, dan ia pun mengaku bersalah. Ia dijatuhi hukuman percobaan 3 tahun dan tidak diperbolehkan melakukan pengasuhan atau penitipan anak selama periode tersebut.

Ia juga diminta membayar denda perdata sebesar 750 Dollar AS atau senilai hampir 11 juta rupiah, serta restitusi senilai 150.000 Dollar AS atau senilai 2,1 miliyar rupiah kepada orangtua Mia dan biaya medis keluarga.

Selain itu, ia juga diminta untuk merekam Public Service Announcement (PSA) atau sebuah pengumuman layanan masyarakat yang efektif tentang bahaya menidurkan anak di car seat atas permintaan Lisa.

“Kami tidak bisa mengubah takdir yang sudah terjadi pada Mia, tetapi kami bisa mencoba melindungi orang lain dari risiko ini,” ungkap Lisa, dikutip dari laman Daily Mail.

Mengedukasi ibu-ibu lain tentang bahaya jika anak tidur di car seat

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/08/car seat 5 1.jpg Balita meninggal karena tertidur di car seat, peringatan untuk orangtua

Lisa mengingatkan para orangtua untuk berhati-hati dalam menggunakan car seat. (dok.foto: WFAA)

Lisa dan suaminya, Chad, pindah ke Aledo, di mana mereka membesarkan dua putra mereka lainnya. Di sana, ia mencoba untuk mengingatkan ibu-ibu lain agar tidak mengalami hal yang sama dengan dirinya.

“Aku berkeliling kota dan melihat orang-orang menggunakan car seat pada kursi di restoran atau meletakkannya di meja. Saya benar-benar menghampiri orang-orang itu dan berkata: “Anda tahu, saya memiliki seorang putri berusia 17,5 bulan yang sudah meninggal dan saya ingin Anda berhati-hati agar tidak seperti yang saya alami”,” ungkap Lisa.

Artikel terkait: Peringatan: Car Seat Bayi di Bawah 1 Tahun Harus Menghadap Belakang

 Mengapa tidur di car seat bisa membahayakan?

Dikutip dari laman West Bend, ketika carseat digunakan dalam kendaraan, posisi dudukannya memang dalam sudut yang aman, di mana memungkinkan saluran udara si kecil tetap terbuka.

Namun, ketika carseat tidak digunakan di dalam kendaraan dan di permukaan yang datar, posisi duduk si kecil bisa salah dan fatal dengan membungkuk ke depan. Hal ini karena otot leher mereka masih lemah. Posisi duduk yang condong ke depan itu bisa menghambat sirkulasi udara mereka.

Bukan hanya kekurangan oksigen, jika si kecil terlalu lama dalam posisi tersebut juga bisa mengakibatkan kerusakan otak hingga kasus kematian.

Menurut sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics, para peneliti mengamati kematian anak-anak di bawah usia dua tahun yang terjadi akibat berbagai alat pembawa bayi yang terjadi antara tahun 2004 dan 2008.

Dari 47 kematian, 31 kasus terjadi saat berada di car seat. Para peneliti pun menemukan bahwa 48 persen dari kematian di car seat adalah akibat asfiksia posisional.

Apa itu afiksia posisional?

Itu terjadi ketika posisi diam seseorang menghambat jalan napas mereka. Kondisi ini bisa menjadi penyebab umum kematian pada bayi yang mungkin pindah ke posisi di mana mulut dan hidung mereka tertutup atau terhambat sesuatu benda yang ada di dekatnya.  Afiksia posisional juga dikenal sebagai faktor seseorang mengalami kematian mendadak.

 

Referensi: Daily Mail, WFAA, West Bend
Baca juga: 

Tragis! Bayi 10 bulan ditemukan tewas setelah ditinggal selama 30 menit oleh pengasuhnya