Cara Menyimpan Makanan Bayi Agar Tahan Lama

Bagaimana cara menyimpan makanan bayi agar tahan lama? Dapatkah makanan bayi dibekukan untuk dapat digunakan dikemudian hari? Bacalah ulasannya berikut ini,

Bagaimana menyimpan makanan bayi agar tahan lama? Bagaimana menyimpan makanan bayi agar tahan lama?

Merepotkan ngga sih, bila setiap hari harus memasak makanan bayi, padahal porsi makannya sedikit sekali? Mungkin banyak di antara kita yang mempekerjakan pembantu rumah tangga atau baby sitter, sehingga mereka dapat membantu kita menyiapkan makanan bayi setiap hari. Atau, ada ibu atau ibu mertua yang membantu kita untuk melakukannya. Namun, bagaimana bila semua bala bantuan itu tidak ada, dapatkah kita membekukan makanan bayi?

Amankah membekukan makanan bayi?

Ya, makanan bayi dapat dibekukan agar tahan lama. Di berbagai negara misalnya Amerika, Canada, dan beberapa negara lainnya, makanan bayi dibuat sekaligus banyak kemudian dibekukan. Namun, membekukannya harus mengikuti cara yang benar, agar makanan tersebut tetap higienis dan baik dikonsumsi oleh bayi. Keuntungan lainnya adalah, kita dapat memberikan menu yang berbeda-beda dalam 1 hari, sehingga si bayi tidak bosan dan lebih dapat menikmati makanannya.

Inilah langkah-langkahnya, di halaman berikut ini:

Bagaimana cara membekukan makanan bayi?

1) Cuci bersih bahan makanan yang ingin dibuat puree, misalnya ayam, daging sapi, ikan, ataupun sayuran.

2) Potonglah kecil-kecil agar lebih mudah empuk dan mudah diblender.

3) Rebuslah bahan makanan tersebut hingga benar-benar matang. Sebaiknya, gunakan sedikit air agar puree tidak terlalu encer.

4) Blender bahan makanan tersebut hingga halus

5) Tunggu hingga puree tidak panas lagi. Atau, tunggu hingga dingin baru diblender.

Tuangkan puree makanan bayi ke dalam cetakan es. Tuangkan puree ke dalam cetakan es.

6) Tuangkan puree tersebut ke tempat pembuatan es. Bila tempat es tersebut tidak memiliki tutup, tutupilah dengan plastik bening yang bersih (plastic wrap). Ibu juga dapat memasukan tempat es tersebut ke dalam kantong plastik bening yang masih baru, dalam posisi horisontal agar puree-nya tidak tumpah. Lalu, ikat ujung kantong plastik dengan karet gelang. Tujuannya adalah supaya di dalam freezer, puree ini tidak terkontaminasi makanan lain yang ada di sekitarnya.

7) Setelah beku, pindahkan kotak-kotak puree beku tersebut ke dalam wadah atau gunakan kantong plastik yang tadi dipakai untuk menutup tempat es. Karena bentuknya sudah terbagi jadi kotak-kotak kecil, penggunaannya sangat praktis. Ibu hanya cukup mencairkan 1-2 kotak yang dibutuhkan saja.

8) Tutup wadah rapat-rapat, atau ikat kantong plastik dengan rapat.

Berikan label nama dan tanggal pembuatan pada puree makanan bayi tersebut. Berikan label nama dan tanggal pembuatan pada puree makanan bayi tersebut.

9) Terakhir, berikan label pada setiap kantong, berisi nama dan tanggal pembuatan. Tujuannya, agar kita tahu sudah berapa lama puree beku tersebut disimpan. Sebaiknya makanan tersebut tidak disimpan lebih dari 1 bulan. Makanan yang sudah dicairkan, jangan dibekukan kembali. Buanglah sisa makanan yang tidak habis.

10) Nah, parents dapat menyiapkan beberapa macam puree beku sekaligus, sehingga setiap kali makan si bayi dapat menikmati makanan yang berbeda-beda. Misalnya, saat makan siang kita memberikan 1 porsi puree ayam dan 1 porsi puree brokoli. Sedangkan untuk makan malam, kita dapat memberikan 1 porsi puree ikan dan 1 porsi puree wortel.

11) Perlu tips untuk mencarikan puree beku? Masukkan puree beku ke mangkok (jangan mangkok plastik) lalu taruh di rice cooker yang berisi nasi. Set rice cooker pada posisi warm hingga puree menjadi hangat. Praktis bukan?

Selamat mencoba ya.

 

Sumber gambar : peelregion.ca