Panduan lengkap cara menjaga kebersihan penis bayi laki-laki untuk Parents

Panduan lengkap cara menjaga kebersihan penis bayi laki-laki untuk Parents

Para orangtua wajib tahu bagaimana cara menjaga kebersihan penis bayi laki-laki. Untuk menghindari infeksi di area genital bayi.

Cara menjaga kebersihan penis bayi, seringkali menjadi pertanyaan bagi para orangtua baru. Kemaluan anak adalah bagian rentan yang memerlukan perawatan hati-hati. Berikut ini kami berikan panduan untuk merawat dan menjaga kebersihan penis bayi.

Bentuk penis bayi baru lahir

Saat baru lahir, jangan terkejut jika melihat penis bayi terlihat bengkak. Karena hal tersebut adalah normal. Ini disebabkan oleh hormon ibu yang masuk ke tubuh bayi selama masa kehamilan. Sehingga ketika baru lahir, penis dan kantong semar bayi terlihat besar atau membengkak.

Skrotum yang terlihat besar berisi cairan yang disebut hydrocele, yang akan hilang dengan sendirinya setelah bayi berusia 6 bulan. Seringkali, penis bayi baru lahir tidak terlihat, karena tertutupi oleh skrotumnya yang membengkak.

Cara menjaga kebersihan penis bayi

Cara menjaga kebersihan penis bayi baru lahir.

Pakar medis menjelaskan, penis bayi yang tertutup buah zakar disebabkan oleh otot-otot skrotum meregang dan membuat penis tertarik ke bawah. Biasanya, bayi akan mengalami ereksi sebelum dia mengeluarkan air seni. Dan Parents tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang biasa.

Cara menjaga kebersihan penis bayi yang tidak disunat

Beberapa orangtua ada yang memutuskan untuk menyunat anak segera setelah ia lahir. Ada pula yang menunggu hingga dia sedikit besar sebelum disunat. Menjaga kebersihan penis bayi baik yang disunat maupun tidak sama pentingnya. Untuk menghindari infeksi yang mungkin terjadi.

Artikel terkait: Kapan sebaiknya sunat pada anak laki-laki dilakukan?

Dalam beberapa bulan pertama, bersihkan area genital bayi Anda dengan sabun bayi yang lembut dan air. Keringkan dengan handuk berbahan lembut dengan cara diusap perlahan dan tidak menggosok terlalu keras. Karena bisa membuat kulit bayi iritasi. Kemudian baru dipakaikan popok.

Ingat, cara menjaga kebersihan penis bayi yang baik itu tidak perlu menggunakan sabun antiseptik, ataupun kapas dan alkohol. Hindari menarik kulup atau kulit yang menutupi kepala penis bayi, karena bisa membuatnya kesakitan. Juga meningkatkan risiko infeksi pada kulitnya yang masih rentan.

Sebaliknya, tegakkan penis bayi dan usap sisa sel kulit mati yang tampak berwarna putih. Jangan menggosoknya dengan keras, tapi basuh dengan perlahan menggunakan air.

Menurut American Academy of Pediatrics, kulup di penis bayi berfungsi melindungi  kelenjar di penis bayi. Karena penis bayi masih rentan terkena infeksi dari kotoran yang keluar bersama air kencing.

Selain itu, kulit kulup pada bayi terhubung dengan jaringan halus yang membuatnya melekat pada penis bayi. Sehingga jika Anda mencoba menariknya, bisa menyebabkan luka robek di kulitnya dan perdarahan serius.

Kulup bayi akan memisah dengan penisnya secara alami saat anak berusia 5-6 tahun. Sehingga banyak orangtua yang memutuskan untuk memotong kulup bayi di usia ini, atau lebih dikenal dengan disunat.

cara menjaga kebersihan penis bayi

Cara menjaga kebersihan penis bayi, dimandikan dengan sabun lembut. Dan tidak menggunakan antiseptik atau semacamnya.

Tips Penting:

Bayi lelaki seringkali kencing di wajah orangtua saat sedang ganti popok. Sehingga Parents harus menyediakan handuk untuk jaga-jaga. Dan selalu waspada saat mengganti popok.

Ingatlah untuk mengarahkan penis bayi ke bawah, sebelum memakaikan popok. Agar jika ia kencing tiba-tiba, tidak mengenai wajah Anda.

Setelah anak semakin besar, dan bisa cebok sendiri. Ajari anak menjaga kebersihan kemaluannya dengan cara berikut ini:

  • Tarik kulup dari kepala penis secara perlahan
  • Basuhlah kepala penis dan bagian dalam kulup dengan air dan sedikit sabun
  • Tutupkan kembli kulup ke kepala penis

Bila kulit kulup belum bisa ditarik setelah anak berusian 10 tahun, berkonsultasilah dengan dokter.

Masalah kemaluan yang sering menimpa anak lelaki

1. Hernia Inguinal

Kondisi ini terjadi jika jaringan di perut, seperti usus, bergerak ke saluran genital anak. Yang mengakibatkan benjolan kecil di area penis anak. Namun tidak menyakitkan. Kondisi ini lebih umum terjadi pada bayi lelaki dibanding bayi perempuan.

Cara merawat

Untuk menghindari saluran kencing tersumbat karena hernia, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan operasi untuk mengangkat jaringan yang menutup saluran kencing bayi.

Bila benjolannya keras, terlihat bengkak dan membuat anak merasa kesakitan. Maka harus segera dibawa ke dokter untuk mendapat penanganan medis secepat mungkin.

2. Hydrocele

cara menjaga kebersihan penis bayi

Kondisi ini terjadi ketika ada cairan dari perut yang mengumpul di kantong skrotum. Namun tidak membuat saluran kencing tersumbat.

Dr. Steven Tennenbaum, ahli urologi di New York mengatakan bahwa kondisi ini akan membuat buah zakar anak terlihat bengkak. Namun tidak menyebabkan anak merasa kesakitan.

Cara merawat:

Hydrocele biasanya akan pulih sendiri dalam beberapa bulan. Namun jika kondisi ini terus berlanjut hingga anak berumur 1 tahun, maka Parents perlu membawa si kecil ke dokter. Agar cairannya bisa dikeluarkan, dan menutup jalur yang memungkinkan cairan masuk ke skrotum.

3. Infeksi saluran kemih

Bayi bisa mengalami kondisi ini akibat bakteri yang berkembang. Jika penisnya tidak dibersihkan dengan baik. Tanda yang paling sering terjadi jika bayi mengalami kondisi ini, ialah demam tinggi.

Tanda lainnya, air kencing bayi berbau aneh dan tidak biasa. Bayi rewel atau muntah. Jika dia menunjukkan tanda-tanda tersebut, segera hubungi dokter.

Cara merawat:

Biasanya dokter akan memberi antibiotik untuk mengobati infeksinya.

4. Penile Adhesion

Kondisi ini sering terjadi setelah anak disunat. Yakni bagian kulup yang telah dipotong melekat erat pada kepala penis. Hal ini membuat penis anak kelihatan seperti tidak disunat, atau nampak seperti diselimuti oleh selaput tipis.

Cara merawat:

Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, dan akan pulih dengan sendirinya. Perawatan biasa dengan cara menjaga kebersihan penis bayi seperti yang disebutkan sudah cukup.

Tetapi, jika keadaan ini terus berlanjut hingga menimbulkan iritasi atau infeksi. Bawalah anak Anda ke dokter.

***

Itulah beberapa panduan dalam cara menjaga kebersihan penis bayi. Semoga bermanfaat dan menjawab pertanyaan Parents yang masih bingung akan caranya.

 

Referensi: American Academy of PediatricsKidsHealthWebMD

Baca juga:

Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Alat Kelamin Bayi Laki-laki

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner