Cara Menghitung Biaya Pendidikan Anak - Tips dari Pak Safir Senduk

lead image

Mempersiapkan biaya pendidikan anak, jangan asal mempersiapkan. Hitung dengan benar, agar kita tidak kerepotan nantinya.

A photo posted by Safir Senduk (@safirsenduk) on

Sebagai orangtua, tentu kita menyadari betapa pentingnya mempersiapkan biaya pendidikan si Kecil. Namun, harus diingat, mempersiapkan jangan hanya sekedar mempersiapkan saja, tetapi “yang penting setiap bulan sisihkan dana untuk biaya pendidikan si Kecil kelak”.

Akan lebih baik bila kita mengetahui berapa kira-kira jumlah yang harus kita persiapkan. Tentu saja perhitungan ini harus dipertimbangkan dengan kenaikan biaya masuk sekolah setiap tahunnya.

Umumnya, biaya sekolah, dari semua jenjang naik sekitar 10% per tahun, sesuai dengan laju inflasi yang berjalan di tahun tersebut.

Lalu bagaimana bila laju inflasi lebih dari 10%? Bagaimana cara menghitung biaya pendidikan dengan benar?

Beberapa waktu lalu kami bertanya kepada Safir Senduk, salah seorang pakar perencana keuangan senior di Indonesia tentang cara menghitung biaya pendidikan untuk anak.

Q: Bila bicara biaya pendidikan, umumnya asumsi kita adalah dana pendidikan untuk biaya di perguruan tinggi, lalu bagaimana dengan biaya masuk SD, SMP, dan SMA yang saat ini juga cukup mahal?

A: Jadi begini Mbak, saya selalu bilang bahwa dari semua biaya pendidikan, TK sampai PT (perguruan tinggi), semuanya itu penting. Tapiiii, kalau dana kita terbatas, sebaiknya fokuskan dananya untuk PT.

Ini karena, PT itu biasanya pilihannya paling terspesialisasi. Jadi, bukan berarti selain PT itu ngak penting, bukan.

Tapi, kalau dana kita terbatas, ya lebih baik membayar mahal untuk PT karena PT itu biasanya yang paling mahal dibanding yang lain. Begitu.

Q: Bagaimana sebetulnya cara menghitung dana pendidikan?

Cara menghitung biaya pendidikan untuk SD, SMP dan SMA sebetulnya mudah.

Misalnya nih, kita mau siapkan dana untuk anak kita masuk SD. Secara normal, masuk SD itu umur 6 tahun. Jadi caranya sebagai berikut:

Lihat umur berapa anak kita sekarang. Misalnya, 1 tahun. Ini berarti waktu kita tinggal 5 tahun lagi.

Cari tahu berapa biaya masuk SD saat ini di SD yang kira-kira kita inginkan buat dia, misalnya SD A. Biaya Masuknya Rp 20 juta.

Dengan asumsi biaya pendidikan naik 10% per tahun, hitunglah, akan jadi berapa angka Rp 20 juta sekarang selama 5 tahun lagi.

Caranya mudah: 20 juta dikali 1,1. Hasilnya dikali 1,1; kemudian kalikan lagi 1,1 terus sampai 5x. Didapat angka Rp 32.210.200,-. Dibulatkan jadi Rp 35 juta. Itulah biaya masuk SD yang harus kita siapkan.

Mudah kan? Itu yang dimasukkan tadi biaya masuknya saja. Kalau dengan uang sekolah bulanan, tambahkan saja sendiri kira-kira berapa per bulannya.

Atau bisa juga uang sekolah bulanannya nggak usah dihitung, karena anggap saja kita akan membayarnya dari penghasilan kita setiap bulan.

Itu juga kalau asumsi inflasinya 10% per tahun. Kalau kita gunakan asumsi inflasi 20% per tahun, ya berarti gunakan angka 1,2. Bukan lagi 1,1.

Nah, bagaimana Parents, sudah tepatkah cara Parents memperkirakan biaya pendidikan si Kecil? Jika belum, segeralah hubungi konsultan keuangan Parents, atau manajer investasi Parents saat ini. Selamat menghitung.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Menabung Rp 5000 di Awal Tahun, Dapat Hampir 7 Juta di Akhir Tahun

Trik Menabung untuk Si Boros