Tips Menghadapi Kemacetan Bersama Anak

lead image

Kemacetan sudah menjadi keharusan, tapi jangan kehilangan akal terutama jika buah hati turut serta. Dengan kemacetan, perjalanan tetap menyenangkan.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/03/rbSVB.jpeg Tips Menghadapi Kemacetan Bersama Anak

Mengalami kemacetan ketika berkendara dengan anak? Simak tips-nya di theAsianParent

Kemacetan sudah menjadi makanan sehari-hari, teruatama bagi Ayah dan Bunda yang tinggal di daerah perkotaan, seperti kota Jakarta  dan sekitarnya.

Dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang tidak berimbangan dengan penambahan ruas jalan, maka kemacetan tidak bisa tidak harus dihadapi oleh semua pengguna jalan.

Mengeluh, marah dan mengumpat adalah hal yang sia-sia, karena tidak mengubah apapun kondisi di mana Ayah dan Bunda terjebak di dalamnya.

Kemacetan amat terasa berat dan membuang waktu, terutama jika anak bersama dengan Ayah dan Bunda. Langkah terbaik adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemacetan.

Apa saja yang harus dipersiapkan terutama jika ada anak-anak sebagai penumpang dalam kendaraan?

Tentu memberikan kenyamanan bagi anak adalah hal yang penting, agar Ayah dan Bunda tetap dapat berkendara dengan tenang walaupun terjebak kemacetan.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/03/shutterstock 69247750.jpg Tips Menghadapi Kemacetan Bersama Anak

Beberapa tips yang Ayah dan Bunda bisa praktekan untuk hadapi kemacetan bersama Buah Hati.

Ada beberapa tips yang dapat Ayah dan Bunda praktekkan, yaitu:

1. Persiapkan tujuan dengan jelas, arah yang pasti, dan juga jam keberangkatan.

Pelajari peta perjalanan, karena banyak jalan tikus (jalan kecil) yang dapat dilalui kendaraan sebagai alternatif, sehingga waktu tempuh lebih singkat.

Atau dapat juga memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi penunjuk jalan, seperti waze, atau mengikuti info jalan di jejaringan sosial, seperti twitter.

2. Persiapkan makanan ringan dan minuman yang disukai oleh anak dan keluarga

Dalam kemacetan segala sesuatu mengenai waktu kedatangan di tempat tujuan tidak dapat diprediksi dengan pasti. Jika awalnya memprediksi sampai di tujuan pukul 12 siang, maka kemungkinan bisa berubah menjadi 1.30 siang.

Bagi anak dan beberapa orang melewati waktu makan siang dapat mengganggu, maka lebih baik dipersiaplan makanan ringan atau makanan kesukaan anak. Tapi ingat, jangan minum air terlalu banyak, karena tentu Ayah dan Bunda ingin mengurangi keinginan buang air kecil atau pipis.

Juga jangan memberikan coklat, karena coklat akan meleleh lebih cepat di mobil dan tentu Ayah dan Bunda tidak ingin coklat mengotori mobil.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/03/TomTom NavLab screenshot.jpg Tips Menghadapi Kemacetan Bersama Anak

Mainan favorit adalah pilihan hiburan yang baik untuk anak di saat macet.

3. Sediakan tisu kering dan tisu basah selalu

Anak-anak akan selalu menjadi anak-anak, terutama jika mereka memakan makanan. Maka tidak bisa dihindari tentu akan berantakan dimana-mana. Tisu kering dan tisu basah dapat sangat membantu Ayah dan Bunda dalam hal ini.

4. Alunan Musik

Alunan Musik yang disukai oleh anak dan keluarga akan dapat menaikkan mood (perasaan) menjadi baik, terutama dalam kemacetan.

5. Buku dan mainan

Ketika kemacetan menjadi bertambah buruk maka mainan favorit dan buku bacaan untuk anak, agar mereka tetap dapat beraktivitas menyenangkan.

Bahkan dengan mengijinkan anak-anak untuk memilih barang yang hendak dibawa dan memasukkannya sendiri ke tas kecil mereka, akan membuat anak semakin bersemangat dan juga mengajarkan anak untuk berkemas dan mempersiapkan diri dalam perjalanan.

6. Film kesukaan

Untuk beberapa anak membaca merupakan kegiatan yang dapat membuat kepala menjadi pusing ketika berkendara. Menyediakan alternatif tontonan film kesukaannya akan membantu anak untuk tidak jenuh dalam kemacetan.

7. Toilet darurat

Saat macet, bila anak tidak dapat menahan keinginan untuk buang air kecil, maka gunakan toilet darurat. Yang dimaksud toilet darurat adalah kantong plastik, botol kosong atau popok sekali pakai, untuk menjaga hal darurat seperti ini.

Bagaimana jika sakit perut dan ingin buang air besar? Menepi dan mencari rumah atau toko yang bisa dimintai ijinnya untuk BAB adalah langkah yang paling baik, terutama jika anak sudah berusia 6 tahun ke atas.

Anda punya tips lainnya? Silakan tambahkan di kolom komentar di bawah ini.