10 Cara Mengasuh Anak Agar Lebih Peduli Pada Sesama

lead image

Dengan cara mengasuh anak yang tepat, anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang dicintai orang-orang di sekitarnya.

Cara mengasuh anak yang tepat akan selamatkan dunia

Dunia semakin dingin dan kejam dari hari ke hari. Semakin banyak orang yang menderita, namun sedikit orang yang peduli.

Kita bisa membuat perubahan dengan mengasuh anak sepenuh hati. Cara mengasuh anak yang tepat akan membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang tabah dan peduli terhadap sesama.

Kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan adalah yang kita butuhkan agar Bumi menjadi tempat yang lebih baik di masa depan. Apakah cara mengasuh anak yang musti kita terapkan agar buah hati kita memiliki jiwa penyayang saat dewasa?

1. Jadilah contoh
Anak belajar tentang rasa peduli terhadap teman, saudara bahkan orang asing dari orangtuanya. Memberi contoh tentang bagaimana menunjukkan kepedulian adalah cara mengasuh anak yang terbaik.

Anda tidak perlu menghabiskan banyak kata-kata, cukup berbuat baik setiap hari dan anak akan meniru Anda.

2. Mengajarkan kata yang tepat untuk menjelaskan perasaannya
Anak usia 4-5 tahun belum mengerti perbedaan antara ‘senang’ dan ‘bahagia’. Mereka juga belum mengerti apa artinya ‘marah’ dan ‘tidak suka’.

Mengajarkan banyak kosa kata dengan mendongeng akan membantunya untuk memahami dan menjelaskan pada orang lain tentang apa yang sedang ia rasakan.

3. Menjalin hubungan yang harmonis dengan pasangan

Anak belajar tentang cara bersikap pada teman lawan jenis dengan melihat cara Anda memperlakukan pasangan. Jagalah nada suara saat berbicara dengan pasangan di depan anak-anak, meski Anda sedang ngambek kepadanya.

Minta pasangan melakukan hal yang sama agar anak memahami pria dan wanita memiliki posisi yang sama dan harus bersikap baik satu sama lain.

4. Menyayangi dan bersikap sopan pada orangtua Anda
Berbicara pada kakek dan nenek (orangtua Anda dan pasangan) mungkin memerlukan kesabaran karena mereka mungkin sudah pikun atau sulit memahami jalan pikiran orang yang lebih muda.

Meski demikian Anda tidak boleh mengomeli atau memarahi mereka, apalagi sampai anak Anda mendengarnya.

5. Mengajaknya bergaul dengan berbagai macam orang dari latar belakang yang berbeda
Anak tidak akan memahami mengapa ada teman yang berbeda agama atau suku dengannya jika ia hanya bergaul dengan teman-teman, atau orang-orang dewasa dengan latar belakang yang sama dengannya.

Maka cara mengasuh anak yang tepat agar ia mengerti tentang perbedaan adalah dengan memperluas jaringan pergaulan Anda. Jadilah orangtua gaul yang memiliki banyak teman atau kerabat dari berbagai latar belakang.

Jika anak bertanya, “Mengapa si B berkulit hitam?” atau, “Mengapa si C tidak pergi ke masjid?” Jawablah dengan, “Dia memang lain dari Adek, tapi Adek suka kan main sama dia? Jadi beda itu nggak apa-apa, Sayang.”

6. Bermain dengan anak yang lebih kecil
Ini adalah cara mengasuh anak yang bisa Anda terapkan agar anak memiliki rasa sayang dan perhatian pada anak yang usianya lebih muda.

Ajarkan tentang cara menghibur sepupu bayinya yang sedang menangis, bisa dengan berbagi mainan atau bermain ciluk ba.

Cara mengasuh anak yang paling mudah adalah menjadi contoh terbaik baginya.

Cara mengasuh anak yang paling mudah adalah menjadi contoh terbaik baginya.

7. Tingkatkan kepekaan Anda pada perasaan anak
Bisakah Anda mengenali perbedaan ekspresi wajah anak saat ia gembira atau sedih? Jika tidak, ini saatnya Anda menjadi orangtua yang lebih peka terhadap apa yang sedang dirasakan anak Anda.

Saat yang terbaik untuk ‘menginterogasi’ anak tentang apa yang membuatnya marah atau sedih hari itu adalah ketika ia hendak pergi tidur di malam hari.

Mulailah dengan bertanya tentang apa yang ia lakukan hari itu di sekolah, siapa nama temannya dan apakah si teman bersikap baik atau tidak kepadanya.

Anak dari orangtua yang peka terhadap perasaan anak akan tumbuh menjadi manusia yang juga peka terhadap perasaan orang lain di sekitarnya.

8. Minta maaf pada anak
Pernah nggak sih Anda memarahi anak habis-habisan karena sebuah kesalahan kecil yang dilakukannya?

Kita semua tahu sikap seperti ini hanya akan melukai hati anak, apapun kesalahan yang telah ia lakukan. Minta maaflah sesegera mungkin setelah menyadari kekhilafan Anda.

Ini penting agar anak tidak tumbuh menjadi sosok pendendam dan cepat melupakan sebuah masalah yang telah selesai.

9. Seleksi mainannya
Berhati-hatilah karena sikap dan karakter anak juga dibentuk oleh mainan kesukaannya. Senapan atau pistol-pistolan tidak cocok untuk anak usia 4-5 tahun karena pada dasarnya senapan/ pistol dibuat untuk melukai seseorang/ hewan.

10. Membiasakan berkata ‘terima kasih’
Usia 4-5 tahun adalah saat yang tepat untuk menanamkan berbagai kebiasaan baik. Salah satunya adalah dengan membiasakan anak mengucapkan ‘terima kasih’ setiap ia menerima sesuatu.

Jika ia bertanya mengapa ia harus mengucapkan terima kasih, katakan padanya: “Apa rasanya di sini (sambil menunjuk dadanya) kalo Mama bilang ‘terima kasih’ ke Adek?”

Baca juga: 7 Tata Krama yang Harus Diajarkan Pada Anak

Salam hangat dan semoga bermanfaat.

Referensi: Parents

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

jpqosinbo