TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk / Daftar
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Cara Mendidik Anak Tanpa Teriak

29 Sep, 2014

Cara mendidik anak dengan berteriak, membuat anak makin memberontak. Meski tak mudah menahan emosi, kita wajib kendalikan diri. Lalu, bagaimana caranya?

Tak mudah mengaplikasikan cara mendidik anak tanpa teriak. Tapi hal itu sangat mungkin dilakukan!

Tak mudah mengaplikasikan cara mendidik anak tanpa teriak. Tapi hal itu sangat mungkin dilakukan!

Berteriak atau memaki bukanlah cara mendidik anak yang benar. Tentu Anda pernah mengatakan bahwa hal ini adalah teori tak beralasan. Padahal dengan berteriak saat anak bersikap sangat bandel, justru membuat anak semakin ingin menunjukkan ‘eksistensinya’.
Ini yang HARUS DILAKUKAN sebelum memberi konsekuensi atas kesalahan anak

Ini yang HARUS DILAKUKAN sebelum memberi konsekuensi atas kesalahan anak

Menurut pakar pendidikan anak, Leah Koenig, marah dan menghukum anak tanpa ada tujuan apapun bukanlah cara mendidik anak untuk disiplin. ‘Hukuman’ yang diberikan harus dapat membuat anak memahami bahwa kedisiplinan harus dilakukan. Tapi, singkirkan dulu amarah. Emosi berlebihan membuat orang tua cenderung memberi hukuman yang justru akan menyakiti perasaan anak.
Berpelukan

Berpelukan

Kakak beradik yang bertengkar sih, lumrah. Tapi mendamaikannya pun sedikit susah. Pisahkan mereka dan tempatkan mereka pada dua tempat terpisah dalam ruangan untuk menenangkan suasana. Setelah itu hadapkan keduanya untuk saling meminta maaf dengan mengucapkan : Maaf ya, aku sudah (minta mereka berdua mengucapkan kesalahan yang telah dilakukan) Aku melakukannya karena (minta mereka berdua menjelaskan mengapa ia jadi marah) Lain kali aku akan (minta mereka berjanji untuk bertindak semestinya).

Setelah itu, minta keduanya berpelukan. Mungkin terkesan aneh, tapi mereka akan kembali bercanda lagi seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Kalau nakal, Bunda panggil pak polisi ya..

Kalau nakal, Bunda panggil pak polisi ya..

Polisi dan satpam adalah dua profesi yang ‘disalahgunakan’ oleh orang tua untuk menakuti anak-anaknya. Meski mereka takut, tapi percayalah tidak akan ada manfaatnya menakuti mereka dengan cara seperti ini. Tapi, peran pak polisi bisa kita terapkan. Coba gunakan ‘surat tilang’. Tuliskan kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan dan konsekuensinya. Nah, saat mereka sudah selesai dengan hukumannya, minta mereka untuk menggantikan tugas orang tua sebagai polisi. Beri mereka tugas ‘mengawasi penjahat’ dan menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya.
Hukuman fisik masih perlu…tapi yang seperti apa?

Hukuman fisik masih perlu…tapi yang seperti apa?

Masih ingat saat orang tua kita memberi hukuman dengan menyuruh kita berdiri berjongkok di sudut sementara menyeimbangkan buku? Patutkah dicoba? Daripada kita mencubit atau memukul mereka, lebih baik memberi mereka ‘hukuman’ seperti itu. Bagi orang dewasa, melakukan hal tersebut tidaklah lama. Tapi bagi anak-anak, 5 menit = 5 jam!
Biarkan mereka membereskan mainannya sendiri

Biarkan mereka membereskan mainannya sendiri

Mereka mungkin tidak keberatan saat membereskan mainannya sendiri. Tetapi jika mereka membuat rumah berantakan dengan menumpahkan sesuatu, maka mereka pun tetap harus membereskannya sebagai konsekuensi. Katakan dengan tegas tanpa amarah, bahwa mereka telah membuat rumah berantakan, sehingga mereka pun harus bertanggung jawab untuk itu. Sanksi ini diberikan supaya mereka paham bahwa membereskan rumah cukup melelahkan. Jangan khawatir, si kecil suka kok diberi tugas seperti ini karena ia merasa dirinya sudah ‘dewasa’.
Memanfaatkan Waktu

Memanfaatkan Waktu

Menghukum secara fisik atau dengan menyuruh anak untuk berdiri di sudut ruangan mungkin masih sering kita lakukan. Meski ada sedikit efek jera, tetapi lebih baik memanfaatkan ‘waktu hukuman’ dengan mengerjakan PR, mengerjakan puzzle atau apapun yang membuatnya asyik. Cara ini menenangkan pikiran si anak, sekaligus menggiringnya ke kegiatan yang positif.
Selanjutnya
img

Penulis

Tri Retnoningrum

  • Halaman Depan
  • /
  • Gaya Hidup
  • /
  • Cara Mendidik Anak Tanpa Teriak
Bagikan:
  • 20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

    20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

  • 20 Arti Mimpi Hamil Muda Menurut Berbagai Kepercayaan

    20 Arti Mimpi Hamil Muda Menurut Berbagai Kepercayaan

  • 35 Film Semi Filipina Terpanas Paling Populer, Khusus Dewasa!

    35 Film Semi Filipina Terpanas Paling Populer, Khusus Dewasa!

  • 20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

    20 Rekomendasi Film Semi Dewasa Bagus untuk Ditonton Bareng Pasangan

  • 20 Arti Mimpi Hamil Muda Menurut Berbagai Kepercayaan

    20 Arti Mimpi Hamil Muda Menurut Berbagai Kepercayaan

  • 35 Film Semi Filipina Terpanas Paling Populer, Khusus Dewasa!

    35 Film Semi Filipina Terpanas Paling Populer, Khusus Dewasa!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti