Empeng anak jatuh lalu dibersihkan dengan mulut Bunda? Ini efeknya

lead image

Penelitian ini memperlihatkan fakta baru terkait bagaimana membersihkan dot atau empeng bayi.

Anak masih menggunakan empeng atau dot? Tahukah Parents bahwa tanpa disadari, cara membersihkan empeng dengan memasukkan ke dalam mulut Bunda ternyata bisa mengurangi risiko alergi pada bayi? Bahkan jika dibandingkan saat membersihkannya lewat cara mencuci dengan sabun dan air.

Setidaknya fakta ini diungkapkan lewat sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini.

Cara membersihkan empeng dengan mengisapnya mengurangi risiko alergi?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/empeng 1024x576.jpg Empeng anak jatuh lalu dibersihkan dengan mulut Bunda? Ini efeknya

Sebuah studi baru-baru ini baru saja menemukan bahwa orangtua yang membersihkan empeng atau dot bayi dengan mengisapnya sebagai pengganti sabun dan air mungkin sebenarnya mengurangi risiko bayi mereka mengalami alergi.

Bagaimana para ilmuwan mengetahui hal ini? Rupanya, bayi yang empengnya dibersihkan dengan cara ini memiliki perbedaan utama pada bayi lain. Tidak seperti bayi lain, dalam darah mereka kadar immunoglobulin E (IgE) lebih rendah – yang merupakan ukuran respon alergi – dalam 18 bulan pertama mereka.

Dalam konferensi tahunan dari American College of Allergy, Asma & Imunologi pada 16 November lalu, tim peneliti menjelaskan bahwa hasil penelitian mereka mungkin mendukung studi sebelumnya yang menyatakan bahwa mikroorganisme dari ludah orangtua yang dibawa oleh dot membantu meningkatkan sistem kekebalan bayi.

Dr. Eliane Abou-Jaoude, seorang Alergi dan Imunologi Fellow dari Sistem Kesehatan Henry Ford di Amerika, memimpin penelitian mengatakan, “Temuan utama dari penelitian ini adalah hubungan antara orangtua yang membersihkan empeng bayi atau dot anak dengan mengisapnya dan menurunkan kadar antibodi IgE serum.”

Apa yang ditemukan oleh studi ini?

Inilah beberapa fakta tentang studi Abou-Jaoude:

  • Penelitian ini melibatkan 128 ibu dan anak-anak dan mengambil sampel darah pada tiga tahap: tepat setelah lahir, ketika mereka berusia enam bulan dan 18 bulan.
  • Lebih dari 50% dari ibu menegaskan bahwa anak-anak mereka menggunakan empeng.
  • Sekitar tiga perempat dari ibu ini mencuci dot di bawah air mengalir, sekitar 40% dengan cara mensterilkan, dan sekitar 9% dengan mengisapnya.
  • Setelah menganalisis sampel darah, para ilmuwan menemukan kadar IgE total bayi ketika mereka lahir, dan pada usia enam bulan dan 18 bulan. Kemudian, mereka menghitung dan menelusuri bagaimana kadar IgE dapat meningkat secara alami seiring waktu.

Dalam hasil mereka, para ilmuwan menyimpulkan bahwa sterilisasi atau mencuci di bawah air mengalir tidak berpengaruh pada tingkat IgE.

Namun, bayi-bayi dari ibu yang membersihkan empeng dengan mengisapnya, menunjukkan tingkat IgE yang lebih rendah secara total. Para ilmuwan menemukan bahwa perbedaan ini menjadi bermakna secara statistik ketika mereka dibandingkan dengan bayi lain dari usia 10 bulan ke depan.

Kecenderungan IgE yang lebih rendah juga berlanjut lebih lanjut melewati usia 18 bulan.

Namun, Abou-Jaoude memperingatkan orangtua bahwa diperlukan penelitian lebih mendalam sebelum orangtua memutuskan membersihkan empeng bayi dengan cara mengisapnya melalui mulut.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada “hubungan sebab-akibat” yang jelas dan bahwa “mungkin ada potensi efek negatif yang tidak diketahui dari cara mengisap empang” oleh orangtua.

Abou-Jaoude juga mengatakan bahwa mereka tidak dapat menetapkan “relevansi klinis apa pun” atau memyarankan orangtua membersihkan empeng bayi mereka dengan mengisapnya.

 

 

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/empeng1.jpg Empeng anak jatuh lalu dibersihkan dengan mulut Bunda? Ini efeknya

Pendapat kedua terkait dengan cara membersihkan empeng dengan mulut orangtua

Dr. Neeta Ogden merupakan ahli alergi dan imunologi Amerika dan merupakan wakil dari ACAAI. Meskipun dia bukan bagian dari tim studi, dia menganggap bahwa hasil studi itu sebenarnya tidak diragukan.

Ogden mengatakan bahwa penelitian tersebut mencerminkan apa yang dikenal sebagai “hipotesis kebersihan”. Teori ini pada dasarnya menyatakan bahwa menjaga bayi Anda di lingkungan yang terlalu bersih dapat menyebabkan alergi saat mereka tumbuh dewasa.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa baru-baru ini para ilmuwan mulai memahami penyebab hal ini terjadi. “Stimulasi sistem kekebalan tubuh melalui paparan berbagai mikroba pada bayi dapat menyebabkan alergi berkurang di kemudian hari,” kata Ogden.

Namun, dia setuju dengan peringatan Abou-Jaoude. Dia juga mengatakan bahwa penelitian di atas “dibatasi oleh lingkup kecil dan periode waktu yang singkat”.

Namun, dia mengatakan itu merupakan awal bagus dan menarik. Hanya waktu yang akan memberitahu jika membersihkan dot dengan mengisap itu baik atau tidak.

 

 

 

Artikel ini disadur dari Kevin Wijaya Oey, theAsianparent Singapura

Baca juga :

Kelebihan dan Kekurangan Bayi Pakai Empeng yang Parents Wajib Tahu

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.