Pria ini mengaku melecehkan 9 anak, bagaimana menjaga anak tetap aman?

lead image

Sudahkah Parents membekali anak cara melindungi diri dari pelecehan seks?

Bulu kuduk saya selalu merinding setiap kali membaca atau mendengar pemberitaan terkait dengan tindakan predator seksual yang mengintai anak. Kasus pelecehan seksual pada anak seakan mengingatkan saya kembali, sudahkah membekali anak-anak cara melindungi diri dari kekerasan seksual?

Rasanya tak sanggup membayangkan penderitaan anak yang menjadi mangsa para predator seks. Sayangnya, kasus pemerkosaan ini terus saja terjadi.

Kasus seperti ini tentu saja semakin membuka mata kita, semua orangtua, untuk lebih waspada dan membekali anak dengan pendidikan seks yang tepat. Membekali anak-anak untuk mengetahui cara melindungi diri sendiri, sehingga tindakan pemerkosaan bisa dicegah.

Belum lama ini, kasus predator seks kembali terkuak. Korbannya 9 anak perempuan yang usianya masih begitu belia.

Sudahkah membekali anak cara melindungi diri sendiri?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/Screenshot 249.jpg Pria ini mengaku melecehkan 9 anak, bagaimana menjaga anak tetap aman?

Pada 21 November 2018 kemarin, pihak kepolisian India membuat pengumuman yang sangat mengejutkan. Seorang pengangguran, pria yang masih berusia 20 tahun, mengaku telah memperkosa dan membunuh lebih dari sembilan gadis di ibukota India, New Delhi.

Pelaku mengatakan bahwa dia memangsa korban yang masih berusia tiga hingga tujuh tahun. Para korban berasal dari tiga kota di India, dan tindakan ini telah dilakukannya lebih dari dua tahun terakhir.

Predator seks tersebut mengakui kejahatannya setelah dia ditangkap pihak kepolisian. Dia dituduh memperkosa dan membunuh seorang gadis, berusia tiga tahun, pada tanggal 11 November 2018 di salah satu daerah kumuh di India.

Subhash Boken adalah Asisten Inspektur Polisi dan Staf Hubungan Masyarakat di kepolisian setempat. Dia menjelaskan bagaimana sang pelaku mengakui melakukan kejahatannya.

“Dia dulu sering mematahkan kaki korban sebelum mencoba memerkosanya. Kemudian, dia akan membunuh mereka,” kata Boken.

Pada hari Selasa, 20 November 2018, pengadilan akhirnya memberikan polisi wewenang untuk menahan pedofil selama delapan hari, kata Boken.

Polisi telah menghubungkan tiga insiden anak-anak yang meninggal dunia dengan pengakuan si pemerkosa. Boken juga menambahkan bahwa pihak kepolisian sedang memeriksa lebih lanjut.

Diketahui, dari sembilan korban, empat di antaranya berasal dari Delhi, dan lima lainnya di kota lainnya.

Kabarnya, predator pertama-tama akan memilih anak-anak yang datang untuk mengambil makanan di dapur komunitas. Kemudian, dia memberi mereka permen atau uang, dan akhirnya menculik mereka.

Menurut polisi, pria itu ditahan di kota yang berbeda atas kejahatan yang telah dilakukannya. Serangan terakhirnya terjadi di kota lain di mana dia mengunjungi saudara perempuannya, yang tinggal di daerah kumuh yang sama dengan korban.

Priti Mahara, perwakilan resmi dari organisasi hak-hak anak, CRY, mengatakan sangat disayangkan bahwa kasus-kasus seperti itu masih terjadi di India, meskipun pemerintah telah membuat undang-undang dan menyetujui hukuman mati untuk tindakan perkosaan.

Berkaca dari beragam kasus pemerkosaan yang telah terjadi, sudahkah kita mengajari anak-anak apa harus dilakukan jika orang asing mendekati mereka?

Tips untuk menjaga anak Anda aman dari predator seksual:

  • Untuk anak si bawah bawah lima tahun, jangan lupa beri tahu anak untuk tidak pernah menerima hadiah, uang, atau permen dari orang asing.
  • Ajarkan anak-anak untuk menolak, menghindar bahkan meminta bantuan pada orang lain jika ada seseorang yang berusaha untuk menyentuhnya. Oleh karena itu, sejak dini ajarkan pada anak, area tubuh mana yang bisa disentuh dan tidak.
  • Latih anak untuk berani mengatakan ‘tidak’.
  • Jika sedang berada di dalam sebuah pusat perbelanjaan, beri tahu anak di mana meja informasi dan instruksikan anak untuk selalu pergi ke sana jika dia tersesat.
  • Selalu ingat lokasi anak Anda dan pastikan mereka tahu nomor telepon Anda jika dia perlu menghubungi Anda.

 

Artikel disadur dari theAsianparent Singapura, Kevin Wijaya Oey

Baca juga:

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.