6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

Anak belum kunjung bisa berjalanan memang bikin was-was. Yuk, cari tahu bagaimana cara melatih bayi berjalan dan tahapan apa saja yang perlu dilewati berikut ini.

Sudah mau satu tahun anakku belum bisa jalan juga, nih! Wajar tidak, ya? Bagaimana cara melatih bayi berjalan sendiri?”

Pertanyaan ini kerap kali muncul di dalam forum aplikasi theAsianparent Indonesia, termasuk whatsApp Group komunitas batita. Bukti kalau kondisi anak yang belum bisa berjalan menjadi salah satu hal yang banyak dikhawatirkan oleh Parents.

Benar tidak?

cara melatih bayi berjalan

Jangan ketinggalan: 7 Tanda anak siap toilet training dan cara melatihnya, Parents perlu tahu!

Meskipun tumbuh kembang anak memang tidak bisa dipukul rata, nyatanya rasa was-was tetap saja timbul apabila melihat ada hambatan dalam tumbuh kembang anak. Maka tak mengherankan jika pertanyaan bagaimana cara melatih bayi berjalan pun akhirnya menjadi salah satu topik yang selalu menarik untuk dibahas.

Jika dulu banyak orangtua yang memercayakan baby walker sebagai alat bantu untuk menstimulus anak berjalan, nyatanya pilihan ini justru tidak lagi direkomendasikan. Bukannya membantu anak lancar berjalan, justru bisa menghambat proses anak belajar menyeimbangkan tumbuhnya. Padahal, fase ini sangat penting untuk anak belajar jalan.

Hal inilah yang ditegaskan oleh dr. Robert Soetandio, Sp.A, M. Si.Med, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Tak hanya itu saja, dr. Robert pun menjelaskan beberapa tahapan yang perlu dilewati anak sebelum akhirnya ia mampu berjalan sendiri.

Saran dokter tentang bagaimana cara melatih bayi berjalan yang perlu Parents lakukan

6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

Berikut kutipan wawancara theAsianparent ID dengan dokter anak yang sehari-harinya praktik di RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Salah satu hal yang banyak dikhawatirkan oleh orangtua adalah ketika melihat anaknya belum bisa jalan. Umumnya, pada usia berapa anak mulai bisa berjalan?

Anak mulai berjalan biasanya berada pada kisaran usia 11-15 bulan. Namun beberapa anak ada yang bisa berjalan sebelum 11 bulan atau bahkan lebih dari 15 bulan. Sepanjang perkembangan tumbuh kembang lainnya baik, sepertinya tidak perlu menjadi kekhawatiran tersendiri

Bagaimana dengan tahapannya? Tahapan apa saja yang akan dilewati anak sebelum menerapkan cara melatih bayi berjalan?

Sebelum anak bisa berjalan sendiri, tanpa bantuan orangtua memang ada beberapa tahapan yang akan dilewati lebih dulu. Dimulai dari belajar duduk sendiri, kemudian berlanjut pada tahapan selanjutnya.

1. Duduk

cara melatih bayi berjalan

Bayi mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan pada usia 4-7 bulan.

Kemampuan duduk bayi ini dapat memperkuat otot-ototnya saat ia belajar berdiri. Kemampuan ini dapat distimulasi dengan mengajaknya bermain, seperti menggelindingkan bola ke arahnya atau melakukan permainan menyusun balok.

Saat usia lima bulan, Anda dapat melatih otot kaki dan pinggul dengan memegang si kecil di atas pangkuan dan membiarkannya melompat-lompat di pangkuan Anda. Bayi akan merasa gembira dengan gerakan ini.

2. Merangkak

6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

Usia 7-10 bulan, bayi mulai belajar pindah tempat dengan cara ngesot, berguling, merayap, atau merangkak. Tahap perkembangan bayi ini memang penting karena bisa melatih anak menggerakkan lengan dan kaki pada waktu yang bersamaan. Ada pula sebagian bayi yang merangkak menggunakan perutnya.

Untuk menstimulasi si kecil merangkak dari satu area ke area lainnya, Anda dapat menaruh mainan di area yang agak jauh dari si kecil agar ia bisa merangkak untuk mencapainya. Berikan pujian ketika ia berhasil mencapai mainannya untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Namun, orangtua tidak perlu khawatir berlebihan  jika si kecil tidak melewati masa ini, karena 12 persen bayi sebenarnya tidak melalui fase ini.

3. Belajar berdiri

6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

Usia 8-9 bulan, bayi akan tumbuh lebih kuat. Pada tahap ini, ia bisa mengangkat dirinya sendiri.

Parents dapat membantu menarik tubuhnya jika si kecil sudah menyiapkan posisi untuk berdiri misalnya di tepi pinggir tempat tidur, perhatikan telapak kaki si kecil menempel lantai. Cara ini bisa membuatnya merasakan sensasi posisi berdiri.

Jika sudah terbiasa berdiri pegangan, coba Anda lepas ia berdiri tanpa bantuan setengah menit lalu pegang lagi. Setelah ia dapat berdiri, Anda dapat membantu si kecil duduk. Mungkin akan kesulitan untuk duduk atau kembali pada posisi aman.

Jangan langsung membantunya ke posisi duduk, ajari ia cara menekuk lutut untuk kembali ke posisi duduk. Anda harus bersabar karena menekuk lutut merupakan hal yang sulit bagi bayi.

4. Merambat

Bayi juga dapat belajar berjalan dengan cara merambat pada tembok atau perabotan yang ada di sekitarnya.

5. Berjalan dengan bantuan

cara melatih bayi berjalan

Bayi dapat berjalan dengan bantuan atau ditatih saat dia mampu mengangkat dirinya sendiri kira-kira ketika berusia 8-9 bulan.

Perkembangan bayi ini dapat meningkatkan keberanian dan kepercayaan dirinya untuk melangkahkan kaki seorang diri. Semakin dia terbiasa menapakkan kakinya, maka semakin cepat pula dia bisa berjalan.

Jangan terlalu sering menempatkan bayi di dalam baby bouncer dan hindari penggunaan baby walker, karena alat ini dapat mengganggu proses bayi belajar berjalan.

6. Berjalan sendiri tanpa bantuan

6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

Latih si kecil untuk berani berjalan sendiri. Misalnya latihan mendorong gerobak mainan. Anda juga dapat meletakkan si kecil berhadapan dengan Anda. Bantu si kecil berdiri, lalu ulurkan kedua tangan Anda seperti ingin memeluknya.

Ketika si kecil berjalan mendekati uluran tangan Anda, sebaiknya Anda mundur secara perlahan-lahan agar si kecil bisa berjalan lebih lama. Berikan pujian saat si kecil berhasil berjalan sendiri.

Penting untuk dibaca: Berat badan anak kurang ideal? Ini 5 cara yang bisa dilakukan

Kapan orangtua perlu waspada dan memeriksakan tumbuh kembang jika anak belum bisa berjalan?

6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

Ada beberapa hal yang menjadi indikasi adanya keterlambatan perkembangan si kecil dan juga menjadi tanda Anda harus mengkonsultasikan kondisi si kecil ke dokter spesialis anak.

Beberapa tandanya antara lain: ketika si kecil berusia 1 tahun 6 bulan belum bisa berjalan, anak tidak ada minat atau kemampuan bergeraknya terbatas, anak hanya dapat bergerak pada satu sisi tubuh saja

Apa yang perlu dilakukan orangtua untuk bisa memberikan stimulasi agar anak bisa berjalan?

6 Cara Melatih Bayi Berjalan dan Tahapan yang Perlu Dilewati

Berikut ini beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika melatih motorik kasar si kecil, seperti duduk, merangkak, berdiri dan berjalan:

  • Buatlah lingkungan yang baik (tempat aman dan luas, atur rumah sedemikian rupa agar tidak ada perabotan yang menghambat si kecil belajar berjalan)
  • Kurangi menggendong anak, atau menaruh anak di bouncer. Ajak si kecil lebih banyak duduk atau bermain di lantai (floor time).
  • Latih anak untuk berani. Saat melatih anak, orangtua jangan takut berlebihan, sehingga latihan tidak bisa maksimal dan anak merasa apa yang dilakukannya salah (jatuh itu wajar jika tidak mencederai anak sehingga Anda tetap perlu mengawasi namun jangan terlalu berlebihan). Upayakan jangan panik saat si kecil jatuh, tenangkan jika anak menangis.
  • Hindari baby walker karena dapat menghambat anak belajar keseimbangan.
  • Pancing minat gerak dengan membuat si kecil bergerak dengan memintanya meraih mainan yang dipegang dengan cara bergeser atau melangkahkan kaki perlahan. Berikan pujian dengan tepuk tangan atau ciuman saat anak berhasil meraih mainan.
  • Biarkan anak main tanpa alas kaki di tempat yang bersih, sehingga mudah memijak dan belajar keseimbangan.

cara melatih bayi berjalan

Jika memang terjadi keterlambatan, umumnya apa yang menyebabkan bayi lambat berjalan?

Beberapa penyebab keterlambatan perkembangan bayi adalah bayi mengalami gangguan pertumbuhan dan atau perkembangan saraf, sehingga perlu dibawa ke dokter.

Faktor lainnya, orangtua atau pengasuh bayi yang terlalu protektif dan mudah panik. Respons berlebihan ini akan membuat anak memiliki rasa bersalah dan tidak percaya diri. Hasil akhirnya stimulasi menjadi kurang optimal.

***

Itulah informasi lengkap mengenai cara melatih bayi berjalan. Semoga bermanfaat, Parents.

Baca juga :

Tahapan Bayi Belajar Merangkak dan Cara Membantunya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner