Pelajari Cara-Cara Melarang Anak

lead image

Cara kita melarang anak dapat mempengaruhi sikapnya di kemudian hari. Kita perlu memilih cara yang tepat untuk menolak permintaannya. Simaklah berbagai cara melarang anak yang baik pada artikel ini.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2013/05/shutterstock 87502822.jpg Pelajari Cara Cara Melarang Anak

Melarang anak ada seninya, supaya anak tidak merasa dilarang

Anak balita tidak menyukai kata larangan seperti “tidak” atau “jangan”. Banyak di antara mereka yang tidak mengindahkan larangan tersebut bahkan sebaliknya sengaja melakukan hal yang kita larang. Penelitian menunjukkan bahwa banyaknya larangan yang diterima dapat mempengaruhi sikap anak di kemudian hari.  Anak dapat meniru kembali cara kita menolak permintaannya. Bahkan, anak yang sering menerima kata larangan memiliki kemampuan bahasa yang kurang dibandingkan anak lain yang sering menerima kalimat positif. Untuk itu, kita perlu mempelajari cara melarang anak yang baik.

Gunakan kalimat lain

Salah satu cara melarang anak yang baik adalah dengan mengganti kata larangan dengan kalimat positif. Misalnya, daripada berkata “Jangan bermain bola di dalam ruangan! ” lebih baik gunakan kalimat “Mari kita bermain di luar“.

Bila balita merengek meminta permen ketika diajak ke berbelanja, kalimat “Tidak boleh makan permen sebelum makan malam” dapat digantikan dengan “Kita bisa makan permen bila sudah makan malam”.

Latih rasa tanggung jawab

Contohnya, bila ia bermain-main dengan gelas minuman dan menumpahkannya dari atas meja, berikanlah kain lap dan mintalah ia membersihkan air tumpahan tersebut. Dengan cara ini kita tidak melarangnya bermain lebih lanjut, namun melatihnya agar bertanggung jawab atas perbuatannya.

Berikan pilihan 

Cara melarang anak lainnya adalah tidak menjawab “ya“ atau “tidak“ kepadanya, namun berikan pilihan lain dalam menjawab permintaannya. Misalnya, bila balita meminta permen, jawablah permintaannya dengan menawarkan pilihan buah atau roti. Ia akan belajar bahwa kita menolaknya secara tidak langsung, namun secara positif.

Berikan alasan

Cara melarang anak yang baik adalah dengan memberikan penjelasan mengapa permintaannya tidak dikabulkan. Walaupun mungkin ia belum dapat memahami sepenuhnya, proses ini merupakan suatu proses belajar dan melatih jalan pikirannya.

Suatu contoh, anak merengek dan memukul-mukul meja ketika diajak makan di restoran. Jelaskan bahwa perilakunya mengganggu orang di sekitarnya. Walaupun mungkin anak tidak mau menuruti kita, setidaknya ia mulai belajar untuk memikirkan lingkungan sekitarnya dan mulai dilatih untuk bertoleransi terhadap orang lain.

Berkata “tidak“ bila terpaksa

Dalam kondisi tertentu kita terpaksa harus berkata “tidak“, terutama bila cara-cara melarang anak yang sudah ditulis di atas tidak berhasil. Ucapan tidak boleh emosional namun harus tegas, sehingga ia tahu bahwa larangan ini adalah serius. Bahasa tubuh kita juga penting agar anak tahu bahwa kita benar-benar melarangnya.

Hindari permintaan anak

Sebelum anak meminta sesuatu yang tidak kita ijinkan, antisipasilah agar ia tidak teringat untuk memintanya. Misalnya kita tidak akan membelikan mainan di toko, maka ketika melewati toko tersebut alihkan perhatiannya dengan hal lain, misalnya bertanya “Mari kita lihat lampu-lampu di sebelah sana”.

Artikel terkait : Mengasuh atau Memanjakan?

Bila Anda ingin berbagi informasi tentang cara melarang anak ini dengan teman lainnya, sebarkan artikel ini melalui Facebook, Twitter, dan G+.

Sumber :

How to say no without saying no, webmd.com

Alternatives to “No” (ages 2-4), babycenter,com

How to say no (without saying no), redbookingmark.com