7 Tips Membedong dengan Cara Aman agar Bayi Merasa Nyaman

7 Tips Membedong dengan Cara Aman agar Bayi Merasa Nyaman

Sudah menjadi kebiasaan orangtua di Indonesia untuk membedong bayi sejak dilahirkan. Bagaimana, sih, cara bedong bayi yang benar dan aman? Yuk, simak tutorialnya!

Di antara baju, celana, popok dan lainnya, kain atau selimut untuk membedong juga selalu ada dalam daftar perlengkapan bayi. Ya, bedong bayi adalah cara tradisional yang dipercaya dapat memberikan banyak manfaat untuk si kecil agar ia merasa hangat dan nyaman. Namun, bagaimanakah cara bedong bayi yang tepat?

Perlu Parents ingat, membedong bayi sangat tidak boleh sembarangan. Jika caranya salah justru dapat membahayakan bayi. Tentu Parents tidak menginginkan hal itu terjadi, bukan?

Amankah Membedong Bayi?

bayi dibedong

Bedong bayi masih diperdebatkan keamanannya karena tidak sepenuhnya bebas risiko. Namun, American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan selama cara yang dilakukan benar, bedong bayi aman dan justru dapat membantu bayi tidur lebih baik.

Ada beberapa alasan mengapa bedong bayi menjadi pro dan kontra. Selimut atau kain bedong yang terlalu longgar dapat berpotensi terlepas dan menutupi wajah bayi dan mengganggu pernapasannya. 

Selain itu, selimut yang terlalu ketat pada bagian pinggul bayi juga tidak baik untuk bayi karena akan memengaruhi pinggul, sendi, dan tulang rawannya, serta dapat meningkatkan risiko hip dysplasia.

Nah, untuk menghindari hal tersebut, Parents wajib tahu cara bedong bayi yang benar agar si kecil tetap aman dan merasa nyaman.

Meskipun menjadi perdebatan, sebenarnya bedong bayi juga memiliki manfaat. Sebagian masyarakat kita percaya bahwa bedong dapat meluruskan kaki bayi, tapi ini hanya mitos, ya, Parents. Manfaat bedong bayi misalnya yaitu menciptakan suasana yang nyaman seperti di dalam rahim dan mengurangi gerakan reflek yang mengejutkan.

Artikel Terkait: Hati-hati Ketika Membedong Bayi. Apakah Bedong Berdampak Negatif?

Berikut Cara Bedong Bayi yang Benar dan Aman, Ikuti Tiap Langkahnya, ya, Parents!

ini cara bedong bayi kain segi empat cara bedong bayi yang benar

  1. Bentangkan selimut atau bedongan di atas permukaan rata dengan satu sudutnya mengarah ke atas (seperti bentuk bangun belah ketupat).
  2. Lipat sudut bagian atas ke arah bawah sekitar 15 cm.
  3. Tempatkan bayi di atas selimut menghadap ke atas. Tempatkan kepala bayi di atas bagian selimut yang terlipat dan tubuhnya memanjang lurus ke bawah menuju sudut bagian bawah.
  4. Luruskan lengan kiri bayi, kemudian ambil sisi kiri selimut dan bungkus lengan dan dada kiri bayi. Setelah itu selipkan selimut di bawah lengan dan punggung bagian kanan. Pada langkah ini, tangan bayi bagian kiri sudah terbungkus, tetapi tangan kanannya masih bebas bergerak.
  5. Lipat bagian bawah selimut bayi ke atas tubuh bayi, dan selipkan di bawah lipatan pertama, tepat di bawah dagunya.
  6. Luruskan lengan kanan bayi dan tarik sisi kanan selimut ke tubuh dan selipkan di bawah sisi bagian kiri.
  7. Putar dengan lembut bagian bawah selimut dan selipkan di bawah bayi. Anda juga bisa mengikat longgar ujung selimut pada bagian kaki bayi agar bedongan tidak terlepas.

Artikel Terkait: Bedong Bayi dan Risiko SIDS (Kematian Mendadak pada Bayi)

Hal yang Harus Diperhatikan ketika Mempraktikkan Cara Bedong Bayi

cara bedong bayi

  • Selalu letakkan bayi dengan posisi telentang ketika tidur, terutama jika bayi dibedong. Cara ini untuk mencegah bayi berguling dan membuat tangannya tertindih oleh tubuhnya.
  • Bedong bayi dengan kencang, tapi jangan terlalu ketat. Pastikan Parents masih dapat memasukkan dua hingga 3 jari tangan antara selimut dan dada bayi.
  • Bagian bawah bedong juga tidak boleh terlalu ketat. Bayi seharusnya masih dapat menekuk kakinya dengan bebas ketika dibedong.
  • Bedong bayi secara rutin ketika akan tidur siang atau tidur malam. Tujuannya adalah untuk membiasakan bayi dengan rutinitas tersebut dan membantunya mengenali waktu tidurnya.
  • Selalu pastikan si kecil berada di bawah pengawasan ketika sedang dibedong.
  • Ketika memasuki usia di atas satu bulan, coba untuk membedong bayi hanya pada saat ia tidur. Membedong bayi setiap saat juga dapat mengganggu pertumbuhannya.
  • Jangan pernah membedong bayi ketika sedang menyusui.
  • Jangan ragu untuk mencoba beberapa produk bedongan hingga menemukan produk yang paling nyaman dan cocok untuk si kecil.
  • Jaga suhu ruangan agar tetap sejuk. Apabila bayi menunjukkan gejala seperti berkeringat, rambut basah, pipi memerah, dan napas cepat, kemungkinan ia kepanasan sehingga lebih baik lepas bedongan atau ubah suhu ruangan.

Kapan Sebaiknya Parents Berhenti Membedong Si Kecil?

7 Tips Membedong dengan Cara Aman agar Bayi Merasa Nyaman

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), Parents disarankan untuk berhenti membedong bayi ketika ia sudah memasuki usia 2 bulan. Sebab, umumnya bayi mulai aktif berguling (rolling) ketika berumur 4 bulan.

Oleh karena itu, demi keamanan si kecil, sebaiknya tidak perlu dibedong lagi sebelum masa itu tiba. Namun, untuk lebih memastikan perihal waktu yang tepat berhenti membedong bayi, Parents bisa konsultasikan langsung kepada dokter.

Nah, itulah cara bedong bayi yang benar dan aman menurut pakar yang bisa Parents terapkan pada si Kecil. Semoga bermanfaat.

Sumber: Dokter Sehat

Baca Juga:

Sedih! Bayi 4 bulan ini meninggal tercekik bedongnya sendiri

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner