Anak susah makan? Lakukan metode yang direkomendasi para ahli ini!

lead image

Cara agar anak mau makan seringkali menjadi dilema bagi orangtua. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba mengatasi hal ini.

Salah satu masalah paling umum bagi orangtua adalah ketika anak susah makan. Kalau sudah begini, pasti Anda bertanya-tanya dan mencari tahu bagaimana cara agar anak mau makan. Tenang Bun, Anda tidak sendirian.

Menurut Jill Castle, seorang ahli diet dan ahli gizi anak, ada 4 metode pemberian makan untuk anak atau feeding styles yang bisa dicoba untuk mengatasi masalah ini.

Pilih metode yang tepat sebagai cara agar anak mau makan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/makan 2.jpg Anak susah makan? Lakukan metode yang direkomendasi para ahli ini!

Banyak anak yang mengalami gangguan makan saat ini. Untuk itu, pendekatan kita harus diubah, termasuk cara kita memberi makanan pada anak.

Diketahui, cara Anda memberi makan si kecil dapat menentukan kesehatan emosi dan fisik mereka. “Kami memiliki bukti dalam literatur nutrisi masa kanak-kanak bahwa feeding style  dapat mempengaruhi tidak hanya berat badan seorang anak, tetapi hubungannya dengan makanan dan bagaimana mereka berperilaku makan,” tambah Castle.

Jadi, Castle percaya bahwa para orangtua perlu satu gaya makan yang paling tepat, sebagai cara agar anak mau makan. Berikut beberapa pilihan metode pemberian makan yang perlu dipelajari:

  1. Metode pemberian makan secara otoriter

Ini adalah gaya yang banyak dilakukan para orangtua di Asia. Anak-anak di Asia umumnya diperintahkan untuk menghabiskan semua makanan di piring mereka. Orangtua di Asia juga cenderung membatasi akses anak ke makanan yang mereka anggap tidak sehat atau kurang bergizi.

Namun, gaya makan ini tidak mempertimbangkan pandangan anak atas keinginannya sendiri. Sebagai contoh, seorang anak mungkin terpaksa makan berlebihan untuk menyenangkan orangtua mereka. Ini bisa menyebabkan masalah berat badan.

Sebaliknya, jika seorang anak masih lapar tetapi tidak diberikan, maka mereka mungkin akan menyantap lebih banyak makanan dan memilih makanan yang cenderung tidak sehat, seperti permen atau makanan ringan.

 “Ketika dia diberi kesempatan untuk bisa memakannya, anak itu mungkin kehilangan kontrol. Anak akan terobsesi dengan makanan, dan ketika melihat mereka di sebuah pesta, anak tersebut menumpuk piring mereka dengan permen dan camilan, dan mereka selalu makan tanpa henti,” jelas Castle.

Solusinya, semua makanan harus diberikan secara cukup dan tidak berlebihan atau kekurangan, bahkan untuk makanan sehat.

  1. Metode makan yang permisif

Di sini orangtua membiarkan seorang anak makan apa pun yang mereka inginkan dan kapan pun mereka mau, sebagai cara agar anak mau makan.

Orangtua jenis ini tidak akan mengatakan “tidak” kepada anak-anak mereka ketika meminta makanan. Akibatnya, anak-anak tidak diberi jarak makan teratur dan nutrisi yang tepat, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Tetapi, cara memberi makanan seperti ini juga dinilai kurang tepat.

  1. Metode makan yang lalai

Beberapa orangtua yang tidak memiliki cukup waktu mungkin akan terjebak ke dalam kategori metode makan ini.

Metode ini adalah ketika orangtua tidak merencanakan untuk makan atau berbelanja makanan secara teratur. Ketidakpastian semacam ini akan menyebabkan anak menjadi tidak aman.

“Ketika seorang anak tidak yakin kapan makanan akan disajikan atau tidak bisa mendapatkan cukup makanan atau jenis makanan, mereka berkurang nafsu pada makanan atau malah menunjukkan perilaku yang mengarah ke makan berlebihan,” tambah Castle.

  1. Gaya makan seimbang sebagai metode yang DIREKOMENDASIKAN

Gaya terakhir adalah keseimbangan antara memberi si kecil apa yang terbaik bagi mereka sambil tetap memikirkan perasaan mereka. Ini adalah gaya makan yang paling positif.

Memberi anak Anda kebebasan mengendalikan atau menjadi kontrol penuh atas makanan mereka, gaya ini merupakan gabungan kompromi dari keduanya.

Orangtua dapat bertanya, ‘apakah anak lebih suka kacang hijau atau brokoli untuk makan malam?’

 Dengan cara ini, orangtua masih memegang kendali dalam memberikan pilihan anak untuk asupan sehat mereka. Tetapi anak itu memiliki suara dan lebih terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Gaya ini juga mendorong anak Anda untuk memilih makanan dan ukuran porsi mereka sendiri.

Menurut para ahli, cara seperti ini dan menghormati keinginan anak-anak mereka lebih mampu membantu anak-anak mereka membuat keputusan yang sehat ketika menyangkut makanan.

3 Tips yang bisa dicoba di rumah

  1. Rencanakan jadwal makan

Setiap anak membutuhkan struktur dan jadwal. Beri mereka makan pada waktu makan yang sama setiap hari. Ini membantu tubuh mereka untuk mengatur selera makan dan  mengetahui kapan mereka lapar atau tidak.

  1. Jangan terlalu melarang

Permen dan makanan ringan tidak harus “jahat”. Jika pola makan anak Anda sudah cukup nutrisi, mereka akan memilih sedikit cheating permen dan makanan ringan. Jadi jika mereka sedang ingin mencoba satu kali memakan permen setelah makan, tak perlu dilarang.

Artikel terkait: 15 Trik Membujuk Bayi Susah Makan 
  1. Jadilah teladan yang baik

Anda tidak bisa mengharapkan anak Anda belajar cara menyeimbangkan asupan mereka jika mereka tidak melihat Anda melakukan hal yang sama. Para ahli mengatakan bahwa orangtua perlu mencontohkannya.

“Jika anak Anda melihat Anda duduk di sofa dengan semangkuk besar es krim, itulah yang akan dicontoh anak Anda,” tambah Castle.

 

Semoga membantu ya, Bun!

 

 

Dilasir dari artikel Sarah Voon di theAsianparent Singapura
Baca juga:

Menu dan Tips Memberi Makan Bayi Saat Tumbuh Gigi