Harapan wanita ini untuk jadi ibu pupus akibat kelalaian perawat

lead image

Formalin adalah zat kimia berbahaya yang bisa berakibat fatal jika masuk ke dalam tubuh, pasien malang ini meregang nyawa karena perawat salah kasih formalin.

Formalin adalah bahan kimia yang digunakan sebagai disinfektan, untuk membersihkan peralatan medis di rumah sakit, atau mengawetkan mayat. Penggunaan formalin pada pasien tidak boleh dilakukan, karena bahaya keracunan yang bisa mengakibatkan kematian. 

Ektarina Fedyaeva adalah wanita muda berusia 28 tahun yang bermimpi bisa menjadi ibu. Oleh sebab itu, ia menjalani operasi untuk mengangkat kista di indung telurnya, sehingga kemungkinannya hamil bisa lebih mudah.

Akan tetapi, impian tinggal impian, gadis muda ini meninggal karena kesalahan fatal rumah sakit yang seharusnya bisa dicegah.

Pasien meninggal karena perawat salah memberi cairan infus

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/woman hospital 1537982300.jpg Harapan wanita ini untuk jadi ibu pupus akibat kelalaian perawat

Pada bulan Maret 2018 lalu, Ekaterina menjalani prosedur laparoskopi untuk mengangkat kista di indung telurnya. Kista ini tidak berbahaya, namun bisa mempengaruhi peluang kehamilan. Ekaterina melakukan laparoskopi di Central Clinical Medical and Sanitary Unit di Ulyanovsk, Russia

Operasinya berjalan dengan lancar tanpa masalah. Akan tetapi, saat menjalani pemulihan pasca operasi di rumah sakit, seorang suster lalai dalam memberikan cairan infus yang seharusnya berisi cairan saline namun malah berisi cairan formalin.

Tak butuh waktu lama, zat kimia berbahaya tersebut langsung menunjukkan dampak merusak di tubuh Ektarina. Dia mengalami demam tinggi dan sakit perut yang ekstrim. Dokter yang menanganinya segera menyadarinya kesalahan fatal yang telah dilakukan perawat. 

Petugas medis berusaha membersihkan isi perutnya dari formalin. 

Ektarina mengalami koma, dia segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih baik. Akan tetapi, nasi sudah jadi bubur. Formalin yang masuk ke tubuhnya telah merusak organ dalam tubuh Ektarina. Organ vitalnya berhenti berfungsi, sehingga dokter harus memasang alat bantu agar Ektarina tetap hidup. 

Akan tetapi, semua usaha untuk membuat Ektarina tetap hidup berakhir dengan kesia-siaan. Tiga minggu kemudian ia menghembuskan napas terakhirnya. 

Valentina Fedyaeva, ibu mertua Ektarina menuturkan, sebelum mengalami koma, menantunya sempat sadar dan mengatakan, “Aku sekarat,” pada ibundanya. Akan tetapi, sang ibu hanya menganggap ungkapan itu karena putrinya sedang kesakitan pasca operasi. 

Siapa yang mengira, bahwa itu adalah kata-kata terakhir yang keluar dari mulut Ektarina sebelum dia pergi untuk selamanya. 

Bahaya formalin jika masuk ke dalam tubuh manusia

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/74743 ilustrasi formalin.jpg Harapan wanita ini untuk jadi ibu pupus akibat kelalaian perawat

Dr. Christopher Hoyte, seorang pakar toksikologi di  University of Colorado Hospital mengatakan, formalin yang masuk ke dalam tubuh manusia bisa mengakibatkan sel darah merah meledak. Kondisi ini jelas berbahaya. 

Lemos, seorang profesor di University of California, San Francisco juga menyebutkan bahwa kecelakaan medis yang melibatkan formalin sebelumnya pernah terjadi, dan akibatnya sangatlah fatal, seperti kerusakan parah di organ dalam perut dan usus kecil, serta kerusakan ginjal.

Karena zat kimia ini digunakan untuk mengawetkan jenazah dan mematikan bakteri, maka ketika masuk ke dalam tubuh manusia, akan mengganggu fungsi setiap organ. Maka tak heran kematian hampir pasti terjadi pada kasus kesalahan pemberian formalin pada pasien. 

Untuk inilah, petugas medis harus selalu berhati-hati dalam menangani pasien, karena kelalaian sedikit bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa pasien. 

Semoga kita terhindar dari kemalangan serupa. 

 

Disadur dari artikle Kevin Wijaya di theAsianparent Singapura

Baca juga:

Ngeri! Salah dapat suntikan epidural, ibu ini tak bisa peluk bayinya setelah melahirkan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.