Resmi, Bupati Purwakarta Larang Guru Memberikan PR Untuk Siswa!

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengeluarkan surat edaran yang menyatakan bahwa guru dilarang memberikan PR kepada siswanya.

Foto dari surat edaran yang ditandatangani langsung oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi itu ramai diperbincangkan netizen di sosial media.

Rata-rata mereka menyambut positif rencana tersebut dan berharap semoga daerah lain mencontoh kebijakan ini.

Larang PR dan Karyawisata

Surat edaran tersebut berisi 5 butir imbauan kepada sekolah negeri di Purwakarta yang berbunyi bahwa sekolah dilarang memberikan pekerjaan rumah kepada siswa dari pelajaran normatif.

Sebagai gantinya, pekerjaan rumah yang diberikan harus berupa proyek atau kegiatan yang disesuaikan dengan minat siswa dan bisa merangsang kreativitasnya.

bupati purwakarta larang PR

Selain membahas pekerjaan rumah, dalam surat edaran tersebut, Dedi Mulyadi juga menekankan bahwa liburan sekolah tidak boleh dipakai untuk melakukan kegiatan karyawisata (study tour)

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi mengatakan "PRĀ  untuk siswa itu yang aplikatif. Misalnya biologi, siswa disuruh membuat tempe atau menanam kacang hijau di kebun, bukan di kapas atau, pekerjaan rumah membuat kain tenun,"

Ia mengatakan bahwa PR yang berdasarkan pada buku pelajaran lebih baik dihilangkan dan diselesaikan materinya di sekolah saja. Peraturan ini mulai berlaku Senin, 5 September 2016 pada seluruh sekolah negeri di Purwakarta.

Untuk sekolah swasta, Pemerintah Purwakarta mengimbau agar mengikuti hal serupa.

Wah, kira-kira daerah lain kapan ya mengikuti kebijakan ini?

 

Baca juga:

Ini Beda Sistem Pendidikan Indonesia dan Finlandia

Dapatkan info Terkini Seputar Dunia Parenting

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita terbaru Usia Sekolah