Cara unik untuk mencegah buang sampah sembarangan di bantaran Citarum

lead image

Di Kabupaten Bandung yang teraliri Sungai Citarum punya cara tersendiri untuk menghukum orang yang ketahuan membuang sampah sembarangan

Tak bisa dipungkiri, masyarakat kita masih banyak yang memiliki perilaku negatif, salah satunya buang sampah sembarangan. Di berbagai tempat masih saja ditemukan adanya oknum yang membuang sampah bukan pada tempatnya. Hal ini sangat memprihatinkan, terlebih di saat musim hujan saat ini, membuang sampah sembarangan tentunya bisa menyebabkan datangnya banjir.

Padahal pelarangan buang sampah sembarangan itu sudah ditegaskan dalam Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan. Dalam Perda itu, diatur ketentuan pidana untuk perorangan, kalau buang sampah sembarangan dikenakan denda Rp 10 juta dan kurungan 3 bulan. Sementara untuk badan usaha, didenda Rp 50 juta dan tahanan 6 bulan.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/pexels photo 1089852.jpeg Cara unik untuk mencegah buang sampah sembarangan di bantaran Citarum

Berbagai cara dilakukan untuk mencegah perilaku buruk ini, di antaranya mengajak masyarakat untuk rutin bergotong royong membersihkan drainase dan parit.

Di Kabupaten Bandung yang teraliri Sungai Citarum punya caranya tersendiri, orang yang ketahuan membuang sampah sembarangan di wilayah tersebut dihukum kerja bakti dua minggu. Menurut Komandan Sektor 7 Satgas Citarum, Kolonel Kavaleri Purwadi wilayahnya mencakup sekitar 14 desa di 4 kecamatan.

Selama ini dari satu desa saja terdapat sampah sebanyak 1-2 ton per hari. Jenis sampah yang berserakan di aliran Sungai Citarum pun beragam, mulai dari bangkai, kasur, ataupun kursi.

Uniknya di daerah tersebut masyarakat sendiri yang melakukan patroli. Jika mereka menemukan orang yang membuang sampah, akan langsung ditangkap. “Yang sudah tertangkap dan dihukum ada 3. Saat sosialisasi ada 4 hingga 5 yang ditangkap,” ucap Purwadi Seperti yang dikutip dari kompas.

“Satgas dah capek bersihin (Citarum). Kini, masyarakat yang jadi polisinya,” ujar Purwadi saat menerima bantuan bank sampah dari Hartadinata Abadi, Senin (26/11/2018).

Hukuman ini tidak pandang bulu, bahkan jika ada pegawai yang kepergok akan tetap dikenakan sangsi serupa, yakni hukuman dua minggu kerja bakti. Dengan cara ini, menurut Purwadi, kini ia tidak menemukan lagi sampah berserakan di wilayahnya.

Tidak hanya itu, masyarakat juga ikut terlibat memantau pabrik yang membuang limbah. Jika mereka menemukan pabrik yang membuang limbah ke Citarum, masyarakat akan melaporkannya. “Masyarakat yang menemukan pabrik buang limbah ataupun masyarakat (buang sampah), saya berikan hadiah,” ucapnya.

sumber kompas.com

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.