Boneka Yang Bisa Menyusu : Lucu atau Aneh?

lead image

Boneka bayi menyusui masih asing di telinga kita, dan mainan made in luar negeri ini sepertinya keren. Namun, pertimbangkan baik-baik sebelum membeli.

boneka menyusui Boneka Yang Bisa Menyusu : Lucu atau Aneh?

Boneka menyusui : lucu atau aneh?

Boneka yang dipromosikan sebagai ‘bayi ASI pertama’ oleh perusahaan mainan Berjuan Toys telah dijual di seluruh toko retail yang terdapat di Eropa, Inggris dan Amerika Serikat dan dijual dengan harga cukup mahal bila dikonversikan ke Rupiah, yaitu di bawah $120.

Apakah boneka menyusui ini?

Menurut situs web perusahaan, Bayi ASI (Breast Milk Baby) “merupakan simulasi proses menyusui yang berupa sebuah bra trendi yang dapat dikenakan gadis cilik seperti sedang mengenakan rompi. Ketika si gadis cilik membimbing mulut boneka Bayi ASI menuju “bra” yang berhiaskan gambar bunga-bunga, maka boneka akan mengeluarkan suara lembut “ciap ciap” seperti sedang menghisap puting payudara. Dua buah bunga pada bra tersebut seolah-olah puting pada payudara.

Terlalu dini?

Fakta bahwa boneka ini dirancang untuk anak-anak berusia dua tahun ke atas memunculkan pertanyaan dan protes dari sebagian kalangan. Sudah tepatkah jika kita mengajarkan tentang menyusui pada anak gadis yang mungkin baru saja disapih (tidak minum ASI lagi)?

 

The Daily Mail melaporkan adanya sebagian ibu yang mengecam pembuat mainan tersebut, dan menganggap boneka mainan tersebut sangat ‘aneh’ dan ‘kurang pantas’. Sedangkan sebagian lain merasa boneka mainan Bayi ASI terlalu dini untuk anak-anak berusia dua tahun.

Situs web perusahaan mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa tujuan boneka ini dibuat adalah agar para gadis kecil belajar untuk mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayang dengan cara alami, seperti seorang ibu.

“Boneka Bayi ASI menampilkan revolusi dalam hal desain dengan mengajarkan ketrampilan merawat bayi pada anak-anak agar mereka bisa merawat sendiri bayi mereka kelak. Cukup kenakan bra fashionable ini, bimbing mulut bayi ke arah puting bunga, dan nikmati kedekatan dan ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi.”

Proses Berkelanjutan

Dengan mengingat sejumlah boneka mainan yang dulu pernah kita miliki, terbukti bahwa para pembuat mainan telah merancang boneka untuk menumbuhkan insting keibuan yang secara kodrati telah bersemayam dalam jiwa semua anak perempuan, berapapun usia mereka. Jadi seharusnya bukan suatu yang mengejutkan jika dikatakan bahwa boneka ‘Bayi ASI’ adalah perkembangan lebih lanjut dari boneka bulu jadul kita, khususnya semenjak ASI menjadi pilihan utama kaum Ibu di seluruh dunia.

Pendapat para orang tua

Susi, 28, seorang ibu satu anak berkata, “Saya tidak akan membeli mainan semacam ini untuk anak saya, karena saya pikir anak-anak sebaiknya menghabiskan lebih banyak waktu dengan menjadi diri mereka sendiri, dan bukannya bermain dengan berpura-pura menjadi Ibu dan Ayah.”

Sedangkan Ima, 57 tahun, nenek dari tiga cucu berkata, “Bagi saya, ini adalah mainan terburuk yang pernah saya tahu. Untuk apa anak kecil diajarkan menyusui bayi?”

Bagaimana pendapat Anda tentang mainan ini?

Baca juga artikel menarik lainnya :