Lepas dari Pengawasan, Dua Bocah Tenggelam di Kolam Renang

Lepas dari Pengawasan, Dua Bocah Tenggelam di Kolam Renang

Dua bocah malang tenggelam di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Keduanya ditemukan tewas di kolam renang di sebuah rumah mewah yang tengah direnovasi.

Dua bocah malang ditemukan tenggelam di sebuah kolam renang di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kedua korban tersebut yaitu anak berusia 10 tahun inisial ALC serta BK yang berusia 9 tahun.

ALC dan BK ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa di kolam renang di sebuah rumah mewah yang sedang direnovasi. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin siang (07/09/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kronologi Dua Bocah Tenggelam di Jagakarsa saat Ayahnya sedang Bekerja

Bocah Tenggelam di Jagakarsa, Terbenam di Kolam Sedalam 2 Meter

Pada mulanya, ALC mengikuti sang ayah yang merupakan seorang buruh bangunan saat tengah bekerja. Ayahnya merenovasi rumah mewah yang berlokasi di Jalan M Kahfi Gang Haji Murni, Jagakarsa.

Gadis kecil itu mengajak serta kawannya yaitu BK. Di rumah mewah tersebut terdapat sebuah kolam renang. Lalu ALC meminta izin kepada ayahnya agar dibolehkan berenang di sana bersama BK.

Sekitar pukul 11 siang, mereka pun berenang bersama-sama ditemani sang ayah. Kolam tersebut memiliki kedalaman 2 meter, namun korban hanya bermain-main di area anak yang kedalamannya hanya 60 cm.

Memasuki jam 12 siang, mereka naik ke atas untuk makan siang. Oleh ayah ALC, kedua anak perempuan itu dilarang untuk kembali ke kolam setelah makan siang.

Artikel terkait: Anak meninggal karena tenggelam selama 30 detik, Ibunya berikan peringatan

Kedua Korban Hilang dari Pandangan Sang Ayah

Lepas dari Pengawasan, Dua Bocah Tenggelam di Kolam Renang

Sesudah menyantap makan siang, ayah korban ALC turun ke lantai dasar untuk merokok. Namun, setengah jam kemudian ia tak mendengar ada suara anak-anak.

Menyadari hal tersebut, ayah korban bergegas mencari putrinya berserta sang kawan ke seluruh rumah hingga ke lantai atas. Namun mereka tak ditemukan.

Saat mengecek kolam renang, alangkah terkejutnya sang ayah mendapati ALC dan BK sudah berada di dasar kolam sedalam dua meter dengan posisi terlentang tak bernyawa.

Kepada wartawan, Kapolsek Jagakarsa Kompol Eko Mulyadi menuturkan, saat peristiwa tersebut terjadi hanya ada ayah korban dan satu orang penunggu rumah berinisial D.

“Saksi D saat kejadian sedang keluar rumah membeli buah, jadi saat kejadian di kolam renang hanya ada korban berdua,” terangnya pada Senin 7 September 2020.

Jenazah kedua bocah malang itu lalu dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk selanjutnya akan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Artikel terkait: 4 Penyebab anak tenggelam yang sering terjadi, Parents wajib waspada!

Di Serdang Begadai, Dua Siswi Sekolah Dasar Juga Ditemukan Tenggelam di Kolam Kebun Sawit

Lepas dari Pengawasan, Dua Bocah Tenggelam di Kolam Renang

Beberapa hari lalu, kejadian bocah tewas tenggelam juga menimpa dua gadis kecil asal Sumatera Utara.

Sekitar pukul 11 siang waktu setempat, dua siswi SD inisial D (12) dan E (11) tewas tenggelam di kolam kebun kelapa sawit Desa Havea, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai pada Sabtu (5/9/2020).

Saat bermain di sekitar lokasi, keduanya lalu memutuskan masuk ke kolam untuk berenang bersama teman-temannya. Padahal, korban D dan E tak bisa berenang. Tak ayal, keduanya langsung tenggelam begitu masuk ke dalam air sedalam 5 meter tersebut.

Salah satu teman korban lalu menyadari tenggelamnya D dan E. Pasalnya, kedua korban tak kunjung muncul ke permukaan. Kawan mereka pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada orangtua dan warga.

Bocah Tenggelam di Jagakarsa, Terbenam di Kolam Sedalam 2 Meter

Warga dibantu kepolisian setempat segera melakukan pencarian dengan berbekal alat seadanya. Setengah jam kemudian, korban E ditemukan dalam kondisi tubuh sudah membiru. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan, namun akhirnya nyawa si gadis kecil tak terselamatkan.

Sementara penyisiran terus dilakukan untuk mencari D. Korban baru ditemukan sekitar pukul setengah satu siang. Tak jauh berbeda kondisinya, D juga didapati sudah membiru.

Sayangnya, nyawa D sudah tiada saat ia ditemukan. Korban yang masih berstatus sebagai siswi sekolah dasar itu pun segera dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.

Di lokasi kejadian, sebenarnya sudah dipasang plang pemberitahuan dan larangan masuk ke area tersebut. Kolam sedalam 5 meter yang dijadikan tempat anak-anak bermain tersebut merupakan waduk milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Karya Havea Indonesia.

Semoga dua peristiwa naas di atas tak terulang ya Parents, dan para orangtua dapat memetik pelajaran dan hikmah atas kejadian tersebut.

Baca juga:

5 Tips Mengurangi Risiko Anak Tenggelam Saat Berenang

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner