Bisakah Macan Menghapus Belangnya?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Haruskah Elin memaafkan Tiger Woods dan mencoba untuk memperbaiki perkawinan mereka? Apakah keputusan tetap bersama akan lebih baik bagi kedua anak mereka (putrinya Sam Alexis, lahir di tahun 2007, dan putranya Charile Axel, lahir Februari 2009) atau justru akan berdampak buruk?

Seluruh skandal Tiger Woods telah memicu kegilaan di dunia media. Kalau Anda kebetulan belum dengar berita ini,  cerita singkatnya, Tiger tertangkap basah punya hubungan gelap yang belakangan ini ternyata disinyalir dengan selusin teman bobo yang melakukannya dengan suka rela.

Beberapa di antara wanita-wanita yang diduga punya hubungan khusus dengan Tiger Woods termasuk bintang film porno. Sejak skandal ini terbongkar, istrinya Elin Nordegren yang berasal dari Norwegia, telah ‘menghilang’ dari publik.

Sampai saat ini masih belum jelas apakah dia akan tetap bertahan untuk mempertahankan perkawinannya atau akan mengucapkan selamat tinggal pada Tiger.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa dia sudah pindah dari rumah itu, dan bahkan telah membeli sebuah kastil di Swedia.

Laporan lain mengatakan sebaliknya dan mengklaim bahwa pasangan itu akan melakukan bimbingan pernikahan, dan dia telah mengubah perjanjian pra-nikahnya, sehingga bila Tiger sampai mengulanginya lagi, dia akan mendapatkan uang tunjangan sebanyak 55 juta dolar.

Selagi kita belum tahu pasti apa rencana Elin selanjutnya, kami ingin tahu apa pendapat kalian? Haruskah  Elin memaafkan Tiger dan mencoba untuk memperbaiki perkawinan mereka? Apakah keputusan tetap bersama akan lebih baik bagi kedua anak mereka (putrinya Sam Alexis, lahir di tahun 2007, dan putranya Charile Axel, lahir Februari 2009) atau justru akan berdampak buruk?

Bila Elin memutuskan tetap tinggal, tidakkah dia akan menyampaikan pesan yang salah kepada anak-anaknya? Bukankah kita harus mengajarkan pada anak-anak kita bahwa perbuatan yang salah harus diganjar — atau setidaknya dibayar dengan harga yang mahal?

Dan etika itu harus tetap dipertahankan, tidak peduli siapa atau apa yang akan terpengaruh oleh standar itu. Lagipula, etika yang berubah mengikuti situasi tidaklah bisa disebut sebagai etika; kecuali kebijakan yang mengakomodasi kenyamanan.

Di sisi lain, bila Elin memang meninggalkan Tiger, bukankah sebagian dari “harga yang akan dibayar” akan jatuh menimpa anak-anak? Studi demi studi memperlihatka dampak buruk jangka panjang akibat perceraian bagi anak-anak.

Pada kenyataannya, sebuah studi dalam The Journal of the American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, menemukan fakta bahwa seorang anak tetap cenderung merasa “kesepian, tidak bahagia, gelisah dan merasa tidak aman”, bahkan enam tahun setelah orangtuanya bercerai. Dalam hal itu, bukankah lebih baik bagi Elin untuk menelan semuanya begitu saja, dan menjadi martir untuk anak-anaknya?

Juga ketika Tiger menyesali perbuatannya, dan kita juga yakin dia sungguh-sungguh menyesalinya, darimana kita bisa tahu bahwa dia tidak akan mengulanginya lagi?

Mungkinkah seorang Tiger (Macan —tunggu saj) sungguh-sungguh bisa menghapus belangnya? Darimana Elin bisa tahu kalau dia tidak akan kembali dengan perilaku buruknya begitu semua kehebohan ini hilang?

Beritahu kami pendapat Anda!

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Selebriti