Bila Bayi Menolak Makanan Pendamping ASI

Pemberian makanan pendamping ASI amat penting bagi proses tumbuh kembang bayi. Bagaimana cara memberikan MP ASI dan menghadapi kendalanya?

Bagaimana bila makanan pendamping ASI sulit diberikan?

Bagaimana bila makanan pendamping ASI sulit diberikan?

Pentingnya Makanan Pendamping ASI

Seberapa pentingkah makanan pendamping ASI sebagai proses tumbuh kembang bayi ? Yuk, kita simak uraian berikut.

Dewasa ini tingkat  kesadaran kaum ibu untuk memberikan ASI ekslusif pada bayinya sungguh amat menggembirakan. Fakta bahwa ASI sebagai satu-satunya nutrisi terbaik pada bayi tidak bisa kita ingkari.

Kelengkapan kandungan ASI dan keistimewaannya – yaitu ASI yang dihasilkan seorang ibu akan memenuhi kebutuhan bayinya sesuai dengan tahapan usia bayi—menimbulkan rasa tenang pada setiap ibu akan kecukupan nutrisi pada bayinya. Setidaknya hingga bayi berusia 6 bulan.

Bagaimana ketika bayi sudah berusia lebih dari 6 bulan?

Para ahli menganjurkan untuk memberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI) pada bayi. Pemberian makanan pendamping ASI ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pemberian ASI sebagai nutrisi utama pada bayi, melainkan hanya sebagai tambahan saja, yang diperuntukkan bagi bayi yang berusia antara 6 bulan hingga 24 bulan.

Tujuan dan manfaat pemberian makanan pendamping ASI pada bayi adalah:

  • Agar bayi memperoleh cukup asupan akan energi, protein, vitamin dan mineral yang berguna untuk proses tumbuh kembangnya.
  • Melatih kemampuan bayi untuk menerima dan beradaptasi dengan berbagai macam makanan.
  • Mengembangkan kemampuan bayi dalam mengunyah dan menelan makanan.
  • Membiasakan bayi untuk beradaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi tinggi.
  • Merangsang pertumbuhan gigi dan melatih kemampuan motorik bayi.

Pemberian makanan pendamping ini tentu saja tidak bisa diberikan secara sembarang, sebab pemberian makanan pendamping yang yang tidak sesuai dengan usia bayi bisa mengakibatkan gangguan pada pencernaan, seperti sembelit atau kembung perut. Pada kasus yang berat, kesalahan pemberian makanan pendamping ini juga bisa menyebabkan gangguan pada usus, hingga bayi kerap mengalami diare.

Bagaimana cara memberikan makanan pendamping ASI?

Dalam memberikan makanan pendamping ASI, yang harus Bunda perhatikan adalah memberikannya secara bertahap sesuai dengan usia bayi. Metoda berikut ini, mungkin bisa Bunda praktekan untuk membiasakan bayi Anda mengkonsumsi makanan tambahan.

  • Berikan secara sedikit demi sedikit dalam bentuk encer kemudian lebih kental secara berangsur-angsur.
  • Kenalkan makanan secara satu persatu, misalkan, memberikan alpukat dulu, setelah terbiasa dengan tekstur, rasa dan aromanya, barulah Bunda memperkenalkan buah-buahan yang lainnya. Lakukan hal ini sampai bayi benar-benar dapat menerimanya.
  • Untuk makanan yang bisa menimbulkan alergi, diberikan paling terakhir dan harus dicoba sedikit terlebih dahulu sambil memperhatikan dampaknya pada bayi.

(Note : Apabila bayi memiliki resiko mengindap alergi yang berasal dari orangtua, sebaiknya hindari memberi makanan yang bersifat alergen setidaknya hingga bayi berusia di atas satu tahun atau konsulatasikanlah terlebih dahulu pada dokter Anda.)

  1. Janganlah memaksa bayi, berikanlah makanan pendamping manakala mereka lapar, untuk menghindari trauma pada bayi.

Bunda, sekalipun pemberian makanan pendamping ini sepertinya mudah dan tidak memiliki hambatan yang berarti, namun itu bukan berarti tidak ada yang mengalami kegagalan dalam mempraktekkannya.

Keunikan setiap anak memungkinkan beragamnya tingkat kesuksesan atau kegagalan bagi para bundanya dalam memberikan makanan pendamping ini. Sekalipun usaha memberikan makanan pendamping sudah sesuai dengan panduan yang diberikan, ternyata dalam beberapa kasus ada saja anak-anak yang menolak untuk beradaptasi dengan makanan-makanan yang lain, selain bubur susu saja, atau roti saja, dan lain-lain.

Pada beberapa anak, penolakan terhadap berbagai makanan selain bubur susu bisa berlangsung hingga usia si anak mencapai usia sekolah. Bagaimana cara mengatasi penolakan anak terhadap makanan pendamping selain yang biasa dikonsumsinya?

Mungkin Bunda bisa menjalankan tips berikut :

  1. Jangan pernah bosan mengenalkan anak pada makanan yang lain. Sekalipun mereka menolak dan tampak tidak tertarik.
  2. Ajak anak untuk makan bersama. Sediakanlah piring dan biarkan anak memegang dan mengenali serta membaui makanan yang dihidangkan.
  3. Jangan memaksa anak untuk mengikuti kemauan Anda, hingga menimbulkan trauma. Tapi latihlah mereka sedikit demi sedikit untuk mencicipi makanan yang sesuai dengan tahap usianya.
  4. Teruslah mencari alternatif makanan pendamping selain yang biasa dikonsumsi anak, agar anak belajar mengenali bermacam-macam rasa.

Demikianlah, Parents, semoga bermanfaat dan tetap semangat…

Baca juga artikel menarik lainnya:

Urutan Memperkenalkan MPASI yang Benar

10 Makanan Bayi Terbaik