Bila Anak Menderita Penyakit Keturunan

Penyakit keturunan sering menjadi momok bagi masyarakat. Mengubah pola hidup dengan gaya hidup sehat akan membantu mempertahankan kualitas kesehatan penderita.

Penyakit keturunan memang tidak dapat dicegah, tapi akan selalu ada pilihan untuk meminimalkan resikonya.

Penyakit keturunan memang tidak dapat dicegah, tapi akan selalu ada pilihan untuk meminimalkan resikonya.

Penyakit keturunan adalah penyakit yang ditimbulkan karena adanya gen rusak yang seseorang peroleh dari orang tuanya. Kondisi ini biasa terjadi pada orang yang dilahirkan dari orang tua sehat namun pembawa gen rusak, atau malah gen yang rusak tersebut merupakan gen yang dominan di dalam tubunya.

Peluang penyakit keturunan menginfeksi seorang anak tidak 100%; namun 3 dari 4 anak yang dilahirkan memiliki kemungkinan lebih besar untuk menderita penyakit tersebut.

Penyakit ini pun kadang tidak menginfeksi keturunan langsung di bawahnya, tapi terkadang “melompat” satu generasi di bawahnya. Bisa saja orang tua langsung dari penderita terbebas dari salah satu penyakit keturunan, namun kakek atau nenek dari penderita justru mengidap penyakit yang sama.

Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit yan diturunkan secara genentis. Mau tidak mau kita harus menerima semua resiko dengan hati yang ikhlas. Tang dapat dilakukan adalah meminimalkan resiko serta gangguan yang mungkin timbul, atau  paling tidak menjauhkan pemicu timbulnya penyakit tersebut.

Selanjutnya adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit keturunan, di halaman berikut ini :

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kita lakukan jika keluarga kita ternyata merupakan pengidap penyakit keturunan.

1. Cek kesehatan sedini mungkin

Penyakit keturunan bisa jadi  muncul pada usia yang sangat dini, antara 1-2 tahun. Untuk itu secepat mungkin berkonsultasi pada dokter guna pemeriksaan awal adalah tindakan yang bijaksana.

Semakin dini diketahui, akan semakin mudah melakukan upaya pertolongan untuk meminimalkan resiko komplikasi dan gangguan kesehatan dari penyakit yang diturunkan. Setidaknya, akan lebih mudah menjaga kualitas kesehatan penderita. Selain itu, pemicu penyakit juga akan lebih mudah untuk dihindarkan.

Artikel terkait : Penyumbatan Pembuluh Darah

2. Lakukan pemeriksaan rutin

Pemeriksaan rutin akan membantu mengetahui kemungkinan munculnya gangguan. Semakin dini gangguan diketahui akan semakin mudah ditangani.

Artikel terkait: Kelainan Jantung Bawaan pada Bayi

3. Beritahukan kepada anak

Tujuannya, tentu saja agar anak memahami kondisi tubuhnya dengan lebih baik. Sehingga ia pun dapat berperan aktif untuk menjaga kesehatannya sendiri.

Jelaskan kepada si kecil tentang penyakit yang ia derita. Apa yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan, tidak lupa jelaskan juga bagaimana pola hidup yang disarankan.

4. Sesuaikan gaya hidup di keluarga

Agar si Kecil lebih paham bagaimana menjaga kesehatannya, sesuaikan pola hidup keluarga dengan penyakit keturunan yang ia derita. Seperti bila ia beresiko terkena diabetes, maka jangan biasakan untuk menyediakan makanan dan minuman manis di rumah. Bila si anak beresiko kanker, maka selalu gunakan aneka produk segar untuk konsumsi sehari-hari.

Artikel terkait : Menjadi ‘Ibu’ Organik

Peluang penyakit keturunan akan semakin besar bila kedua orang tua seorang anak berpenyakit sama. Untuk itulah penting bagi mereka yang hendak menikah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pra-nikah. Tujuannya bila salah satu atau keduanya beresiko sebagai pembawa penyakit keturunan, maka setidaknya keduanya akan mengetahui bagaimana harus mengelola kehidupan keluarganya kelak.