Kenali 5 Penyebab Bunda Sering Berkeringat di Malam Hari Pasca Melahirkan

Kenali 5 Penyebab Bunda Sering Berkeringat di Malam Hari Pasca Melahirkan

Kondisi kelebihan berkeringat malam hari yang dialami pasca melahirkan sering kali mengganggu waktu istirahat. Untuk itu, Bunda perlu tahu penyebabnya dan cara mengatasinya.

Sekitar 35% ibu melahirkan akan mengalami gejala kelebihan berkeringat malam hari. Kadang hal ini terasa sangat mengganggu karena malam hari adalah waktu untuk beristirahat. Rasa gerah dan lembap karena hot flash atau keringat berlebihan dapat mengganggu kualitas tidur Bunda.

Umumnya, kondisi ini terjadi pada ibu yang menyusui anaknya. Ada hormon dan beberapa penyebab lainnya yang membuat gejala bisa muncul pada ibu yang baru saja bersalin. Lantas, apa saja penyebab berkeringat di malam hari pada ibu pasca melahirkan? Adakah tips untuk mengurangi gejala ini? 

Penyebab Berkeringat Malam Hari Pasca Persalinan

berkeringat malam hari

1. Perubahan Hormon di Dalam Tubuh

Kondisi tubuh ibu pasca persalinan mengalami perubahan secara drastis sehingga menyebabkan sekresi keringat yang berlebihan di malam hari. Jangan khawatir, Bunda, ini bukan pertanda buruk. Kondisi seperti ini akan berubah seiring waktu berlalu.

Pada tubuh ibu hamil, hormon progesteron dan estrogen diproduksi secara besar-besaran untuk mendukung pertumbuhan janin. Setelah melahirkan, kadar kedua hormon ini langsung anjlok secara signifikan.

Perubahan naik-turunnya hormon seperti ini membuat suhu tubuh ibu menjadi berubah sehingga menyebabkan keringat berlebihan di malam hari.

Artikel Terkait: 2 Hormon yang Mempengaruhi Sikap Wanita Hamil dan Ibu Baru

2. Membuang Simpanan Air di Dalam Tubuh

Saat hamil, tubuh ibu akan menyimpan cairan dalam jumlah besar di dalam tubuh. Tujuannya adalah untuk mendukung perkembangan janin di dalam kandungan.

Setelah melahirkan, kelebihan cairan ini tentu sudah tidak dibutuhkan lagi. Sehingga, cairan itu akan dibuang melalui kelenjar keringat dan urine secara besar-besaran setelah melahirkan.

3. Hamil Bayi Kembar atau Lebih

Pada ibu yang mengandung bayi kembar atau lebih, biasanya akan memproduksi lebih banyak darah, sehingga lebih rentan untuk mengalami keringat pasca persalinan seperti ini.

4. Menyusui Sebabkan Berkeringat Malam Hari

berkeringat malam hari

Ibu menyusui lebih mungkin mengalami hal yang sama karena proses menyusui akan menekan produksi hormon estrogen, sehingga menyebabkan sekresi keringat yang berlebihan.

5. Retensi Selama Kehamilan 

Jika Bunda mengalami retensi atau edema selama kehamilan, potensi keringat yang akan keluar bisa lebih banyak lagi. Retensi air atau edema adalah kondisi di mana tubuh menyimpan terlalu banyak air. 

Berapa Lama Gejala Berkeringat Malam Hari Dapat Berlangsung?

Banyak dokter dan para ahli berpendapat bahwa gejala keringat berlebih setelah melahirkan dapat berlangsung lebih lama dari masa nifas, yang biasanya berlangsung kurang lebih 6 minggu. Selain berkeringat, ibu juga akan mengalami gejala mudah lelah, depresi pasca melahirkan, sembelit, dan lain-lain.

Setelah melahirkan, sekresi keringat akan meningkat lalu menurun setelah periode nifas selesai. Sebab, pemicu utama keringat berlebih adalah turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh, gejala ini dapat berlangsung beberapa lama selama Bunda menyusui. 

Mengatasi Berkeringat Berlebih pada Malam Hari Pasca Persalinan

Gejala keringat berlebih pasca persalinan pasti akan berhenti sendiri saat waktunya tiba. Namun, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meminimalkan gejala ini agar tidak terlalu mengganggu waktu istirahat malam. Berikut ini adalah beberapa tipsnya.

Artikel Terkait: 6 Perubahan Tubuh Setelah Melahirkan yang Dialami Semua Ibu

1. Jaga Suhu Tubuh

Untuk mengontrol keringat dari tubuh saat istirahat malam hari, Bunda bisa tidur di dalam ruangan dengan mesin pendingin ruangan atau dengan membuka jendela dan menyalakan kipas angin.

2. Mengonsumsi Kedelai

Berdasarkan penelitian, kedelai mampu menurunkan keringat berlebih saat malam hari. Bunda bisa mengonsumsi berbagai makanan dari kedelai, seperti tempe, tahu, natto, dan miso. 

3. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

berkeringat malam hari

Berkeringat secara berlebihan sampai membuat kehilangan banyak cairan dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi. Pantau asupan air putih dalam sehari agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

Bunda bisa memeriksa warna urine untuk melihat kondisi kecukupan air dalam tubuh. Jika warna urine kuning pekat dan gelap, Bunda harus meningkatkan takaran minum per harinya. 

4. Selektif Memilih Makanan

Ada berbagai bahan makanan dan minuman yang membuat gejala keringat semakin parah. Untuk sementara, hindari kafein, alkohol, makanan pedas, dan lainnya.

5. Menggunakan Pakaian Katun untuk Mengatasi Berkeringat Berlebih di Malam Hari

Ketika mengalami keringat pasca persalinan yang berlebihan, sebaiknya Bunda memakai pakaian yang terbuat dari bahan katun agar keringat bisa terserap dengan baik.

Memakai pakaian yang tidak menyerap keringat hanya akan menambah rasa gerah dan lembap, sehingga rentan untuk terkena ruam, gatal, atau biang keringat.

6. Mandi Sebelum Tidur

Jika Bunda merasa kondisi keringat berlebih membuat tidak nyaman, mandi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan sebelum tidur. Setelah mandi gunakan bedak tabur untuk mengurangi dampak biang keringat atau ruam di sekujur tubuh.

Berkeringat malam hari setelah melahirkan menjadi salah satu gejala yang wajar terjadi. Jika Bunda merasa bahwa tips di atas tidak meredakan gejala yang dialami, sebaiknya konsultasikan hal ini kepada dokter atau pihak medis agar segera mendapat penanganan yang tepat.

Sumber: parenting.firstcry, Alodokter

Baca Juga:

Sering Merasa Kepanasan Saat Hamil? Cobalah 5 Trik Berikut Ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner