Bercak biru keabuan di kulit bayi, berbahayakah?

lead image

Bercak mongol adalah tanda abu kebiruan di kulit bayi saat baru lahir. Apa penyebab muncul tanda-tanda di kulit ini? Berbahayakah bagi bayi?

Saat bayi baru lahir, mungkin Anda akan melihat adanya bercak biru keabuan di kulitnya, yang tidak hilang meski sudah dimandikan dan dibersihkan. Beberapa orang menyebutnya tanda lahir, bercak ini disebut bercak mongol. 

Apa itu bercak mongol?

Dalam istilah medis, bercak mongol disebut dermal melanocytosis, yakni tanda lahir berupa pigmen di kulit. Warnanya bervariasi, dari biru keabuan, hingga abu terang. Ukurannya juga berbeda-beda, ada yang hanya beberapa senti di permukaan kulit, bahkan ada yang di sekujur tubuh bayi. 

Biasanya, bercak ini ada di bagian punggung bawah atau pantat bayi, kadang juga ditemukan di bagian kaki atau tangan. Tidak seperti bekas luka atau jerawat, bercak ini tidak memiliki bentuk timbul di kulit bayi. 

spots Bercak biru keabuan di kulit bayi, berbahayakah?Penyebab terjadinya bercak mongol

Pakar kesehatan menyebutkan, saat proses tumbuh kembang janin di dalam rahim, ada sebuah sel yang dinamakan dermal melanocyte yang akan bergerak ke kulit bagian atas bayi. Hal ini terjadi pada usia kehamilan 11-14 minggu. Biasanya, sel ini akan menghilang pada usia kehamilan 20 minggu

Dokter percaya, penyebab terjadinya bercak ini adalah karena sel tersebut tidak bergerak dari lapisan teratas kulit bayi. Dan karena sel itu terjebak di dalam kulit, maka warnanya menjadi biru keabuan.

Tanda lahir yang seperti ini, umum terjadi pada anak-anak yang lahir di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Mediterania. Tapi jarang terjadi di Eropa. Bercak ini bisa muncul pada bayi lelaki maupun perempuan, tapi lebih sering muncul pada bayi laki-laki.

Apakah adanya bercak mongol pada bayi perlu diwaspadai?

bercak mongol 2 Bercak biru keabuan di kulit bayi, berbahayakah?

Tampilan bercak mongol pada kulit bayi.

Melihat bercak biru keabuan yang seperti memar di kulit bayi mungkin membuat orangtua cemas. Namun, Parents tidak perlu khawatir, karena bercak ini sama sekali tidak berbahaya bagi bayi. 

Kadang, bercak ini disalahartikan sebagai kondisi spina bifida, yakni cacat lahir yang memengaruhi tulang belakang bayi. Namun, bercak spina bifida berwarna kemerahan dan bukan biru keabuan seperti bercak mongol.

Bercak ini biasanya akan memudar setelah anak berusia 5 tahun. Namun, kadang bercak mongol baru menghilang ketika anak berusia remaja. Anda bisa berbicara dengan dokter bila anak mulai merasa tidak percaya diri dengan bercak di tubuhnya. 

Meskipun tidak berbahaya, bila Anda melihat bercak biru keabuan berubah warna, sebaiknya segeralah menghubungi dokter. 

 

 

Disadur dari artike Nalika Unantenne dari theAsianparent Singapura

Baca juga:

Hemangioma, bercak merah pada kulit bayi, berbahayakah?