Muncul Ruam Setelah Demam pada Bayi dan Anak, Bahayakah?

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ruam dan bercak merah terkadang timbul setelah demam berhenti pada anak. Yuk pahami gejala dan cara menanganinya ini.

Parents lelah menghadapi demam yang sering dialami si kecil yang masih berusia balita? Jangan terlalu cemas, karena sebenarnya demam terjadi karena tubuhnya sedang melawan virus yang menjangkiti, juga dapat membangun sistem imunnya.

Nah namun bagaimana jika muncul ruam atau bercak-bercak merah di tubuh si kecil setelah demamnya berakhir?

Dilansir dari Health Line, munculnya bercak ini memang adalah gejala yang umum terjadi pada balita. Berikut adalah beberapa penyakit yang memungkinkan munculnya ruam pada kulit setelah demam:

1. Roseola infantum

Gejala ini umumnya terjadi pada anak yang berusia di bawah 2 tahun. Biasanya dimulai dengan gejala demam tinggi antara 38.8° sampai 40.5°C selama 3-7 hari. Demam ini juga tak jarang disertai dengan hilangnya nafsu makan, diare, batuk, serta ingusan.

Ketika demamnya telah berhenti, biasanya bercak-bercak merah akan mulai muncul di bagian perut, punggung, dan dadanya. Bercak ini mulai terlihat 12 atau 24 jam setelah demam berakhir.

Namun Anda tak perlu khawatir. Dalam waktu 24 jam setelah demam berakhir, gejala yang dialami oleh si kecil ini tidak akan menular dan ia bisa kembali lagi ke sekolah.

Di sisi lain, tidak ada perawatan yang benar-benar mengatasi Roseola, karena kondisi ini sangat umum terjadi pada balita. Tapi jika gejala ini tidak juga berhenti yang kemudian diikuti dengan kejang-kejang dan demam tinggi, sebaiknya Anda langsung segera membawa si kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Artikel terkait: Roseola Infantum pada bayi

2. Infeksi Hand-Foot-And-Mouth Disease (HFMD)

Infeksi ini biasa disebut juga flu singapur. Gejala dimulai dengan demam, sakit tenggorokan, dan kehilangan nafsu makan.

Baca: Apa Itu Flu Singapura dan Bagaimana Mengatasinya?

Beberapa hari setelah demam, rasa sakit di tenggorokan akan mulai merambat ke daerah mulut. Di saat yang bersamaan, bercak-bercak merah akan mulai muncul pada bagian telapak tangan dan telapak kaki si kecil.

Pada kasus yang lebih parah, bercak-bercak ini bahkan mampu menyebar sampai ke daerah pundak, bokong, dan bagian kelamin.

Seperti Roseola, infeksi HFMD juga tidak memiliki obat khusus. Biasanya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu.

Untuk meredakan gejala dan mengurangi rasa sakit si kecil, Anda dapat menggunakan obat pereda rasa sakit (tetap dengan dosis yang dianjurkan) atau semprotan mulut.

Atau bila Anda sangat khawatir, konsultasikan kondisi ini kepada dokter sebelum Anda melakukan metode lainnya kepada si kecil.

3. Penyakit kelima (Fifth Disease/Parvovirus B19)

Beberapa orang tua menyebut penyakit ini dengan istilah “penyakit tamparan” karena bercak yang muncul di pipi benar-benar terlihat memerah seperti habis ditampar.

Sama dengan dua kondisi sebelumnya, penyakit kelima juga adalah infeksi ringan yang umum terjadi pada anak-anak balita.

Penyakit ini biasanya akan dimulai dengan gejala flu dan demam ringan. Setelah 7-10 hari kemudian, bercak yang berbentuk “tamparan di pipi” ini akan mulai muncul. Bercak ini juga mampu menyebar hingga ke seluruh bagian tubuh.

Bagi sebagian anak, penyakit kelima ini akan berkembang dan berhenti tanpa meninggalkan bekas apapun. Namun akan sangat berbahaya bagi para ibu hamil karena berpotensi menularkannya terhadap bayi yang sedang dikandung olehnya, atau bagi anak-anak yang mengidap penyakit anemia.

Jika si kecil pengidap anemia, atau gejala-gejala yang ia alami semakin memburuk, segera hubungi dokter.

Kapan harus khawatir terhadap ruam setelah demam pada anak?

Dalam berbagai kasus, demam yang disertai bercak-bercak merah dapat diobati di rumah. Namun jika sudah mengalami beberapa gejala berikut, segera hubungi dokter Anda untuk meminta pertolongan:

  • Sakit tenggorokan
  • Demam dengan suhu tubuh melebihi 38.8 °C selama 24 jam atau lebih
  • Demam dengan suhu tubuh mendekati 40 °C

Di satu sisi, terkadang Anda juga perlu mempercayai insting. Jika Anda memang merasa khawatir, buatlah janji dengan dokter atau segera bawa buah hati Anda ke rumah sakit.

 

Baca juga:

Hemangioma – Berbahayakah Bercak Merah Pada Kulit Bayi?

 

 

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Kesehatan ibu dan anak