Berbagai Penyakit Darah yang Wajib Anda Ketahui (Bagian II)

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Ada berbagai penyakit darah yang mengincar tubuh kita. Artikel ini adalah bagian kedua dari seri tulisan "Berbagai Penyakit darah yang wajib Anda ketahui".

Pada tulisan sebelumnya, kita telah mengetahui tentang 9 penyakit darah seperti pendarahan, anemia, bakteremia, sampai malaria. Di tulisan kali ini, kita akan mengetahui 8 penyakkit darah lainnya yang diketahui secara umum di dunia kedokteran.

Rata-rata orang dewasa memiliki sekitar 4,5-5,5 liter dari darah yang beredar di seluruh tubuh mereka. Pendapat ini diucapkan oleh Dr Daniel Landau, ahli hematologi dan onkologi di Pusat Kanker Universitas Florida Cancer Center di badan kesehatan Orlando.

Jika Anda tidak punya darah, maka timbangan berat badan akan berkurang sekitar 8-10% dari berat badan Anda saat ini. Jadi, pada orang dengan berat 54 kilogram, darah yang ada di dalam tubuhnya bisa mencapai berat 4,4-5,4 kg.

Pada anak yang berusia 5 atau 6 tahun, jumlah darah yang dimilikinya adalah sama dengan darah yang ada di dalam tubuh orang dewasa.

Tapi karena tulang, otot dan organ lainnya masih kecil, berat badan mereka tidak akan seberat orang dewasa. Bahkan, di banding orang dewasa, persentase darah mereka akan lebih besar dari berat badan mereka.

Sedangkan, seorang bayi yang baru lahir dengan berat antara 2,3-3,6 kg hanya memiliki sekitar 0,2 liter darah dalam tubuh mereka.

Banyaknya jumlah darah dalam tubuh membuat peran darah jadi sesuatu yang vital dalam kehidupan manusia. Berikut daftar 8 penyakit darah lain yang perlu diketahui oleh kita semua:

1. Trombositopenia abnormal

Jika Anda memiliki penyakit darah trombositopenia abnormal, maka kadar trombosit dalam darah Anda terlalu sedikit. Trombosit dalam darah berfungsi untuk membantu pembekuan darah sehingga dapat menghentikan pendarahan.

Orang yang sehat biasanya memiliki jumlah trombosit antara 150.000 sampai 400.000. Seseorang yang memiliki trombositopenia jumlah trombositnya ada di bawah angka 150.000. Penyakit ini bisa diturunkan secara genetis.

Ada banyak penyebab penyakit darah trombositopenia. Dokter biasa mengatakan kepada pasiennya bahwa ia mengalami kondisi yang disebut dengan kekebalan trombositopenia (ITP). Meskipun dokter tidak mengetahui pasti penyebab ITP tersebut, dokter akan mengatakan bahwa ini berkaitan dengan sistem imun tubuhh yang tidak bekerja dengan baik.

2. Leukopenia

Leukopenia adalah rendahnya jumlah sel darah putih dalam darah yang dapat mengakibatkan tubuh kesulitan memerangi infeksi. Kurangnya sel darah putih dapat membuat darah kesulitan membersihkan diri dari bakteri dan virus penyebab penyakit.

Ada perdebatan di kalangan dokter tentang berapa banyak sel darah putih yang harus ada dalam sistem pada waktu tertentu. Tetapi umumnya diyakini bahwa seharusnya kandungan sel darah putih dalam tubuh seseorang tidak boleh kurang dari 3500 mikroliter darah.

Sel darah putih diproduksi dalam sumsum tulang. Setiap penyakit atau kondisi yang mengganggu produksi atau fungsi sumsum tulang akan berpotensi untuk menyebabkan leukopenia.

Infeksi virus akan menjadi faktor penyebab tubuh memperlambat fungsi sumsum tulang. Infeksi virus juga dapat menurunkan jumlah sel darah putih sebagai sel mati melawan infeksi.

Gangguan auto imun atau infeksi akan membunuh sel-sel tubuh yang berguna lebih cepat daripada sel sehat yang diproduksi oleh tubuh. Gangguan bawaan atau adanya pertumbuhan kanker juga dapat memperlambat fungsi sumsum tulang.

Gejala yang dirasakan oleh penderita penyakit darah ini adalah berupa anemiaMenorrhagia (masa haid yang terlalu panjang,), dan gejala lainnya yang menunjukkan gejala peradangan di mulut. Hal ini dapat terjadi di sekitar pipi, bibir, pipi, dan lidah.

Artikel terkait: Gejala kanker pada anak yang sering dianggap sepele

3. Koagulasi intravascular diseminata (DIC)

DIC adalah penyakit darah berupa gumpalan darah yang terbentuk di seluruh pembuluh darah kecil dalam tubuh. Gumpalan darah ini dapat mengurangi atau memblokir aliran darah melalui pembuluh darah yang dapat merusak organ-organ tubuh.

Dengan trombosit yang lebih sedikit dan faktor pembekuan dalam darah, perdarahan yang serius dapat terjadi. DIC dapat menyebabkan perdarahan internal dan eksternal.

Perdarahan internal terjadi di dalam tubuh. perdarahan eksternal terjadi di bawah atau dari kulit atau mukosa. Mukosa adalah jaringan yang melapisi beberapa organ dan rongga tubuh, seperti hidung dan mulut.

DIC biasanya hasil dari infeksi berat atau kanker dan dapat menyebabkan perdarahan yang mengancam jiwa.

Ada dua jenis DIC:

  • Akut

DIC berkembang cepat (lebih dari jam atau hari) dan harus segera diobati. Kondisi ini dimulai dengan pembekuan darah yang berlebihan di pembuluh darah kecil dan cepat menyebabkan perdarahan yang serius.

  • Kronis 

Penyakit darah kronis DIC berkembang perlahan-lahan (selama beberapa minggu atau bulan). Ini berlangsung lama dan biasanya tidak diakui secepat DIC akut. DIC menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan, tetapi biasanya tidak menyebabkan perdarahan. Kanker adalah penyebab paling umum dari DIC kronik.

Pengobatan untuk DIC difokuskan untuk mengobati pembekuan dan perdarahan yang menjadi sumber masalah dan kondisi tersebut.

Orang yang memiliki DIC akut mungkin perlu transfusi darah, obat-obatan, dan melakukan langkah-langkah yang menyelamatkan jiwa lainnya. Orang yang memiliki DIC kronis mungkin memerlukan obat untuk membantu mencegah penggumpalan darah dari pembentukan pembuluh darah kecil mereka.

Halaman selajutnya: Hemofilia, Hypercoaguable, Polisitemia, Trombosis vena, dan Myocardial infarction





Kesehatan