Berbagai Hal tentang Sunat Perempuan

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Sunat perempuan termasuk dalam FGM (Female Genital Mutilation), namun bagaimana kita menyikapinya bila sunat menjadi anjuran di dalam agama?

Sunat perempuan sebagai FGM (Female Genital Mutilation)

Berbeda dengan hukum sunat bagi laki-laki yang bersifat wajib bagi Muslim, sunat perempuan menimbulkan pro dan kontra.

Pada awalnya, sunat perempuan dilakukan dengan cara memotong klitoris dan dimaksudkan agar kelak di usia dewasa, perempuan mampu menjaga kehormatan dirinya dan tidak kesulitan mengendalikan hasrat biologisnya.

WHO menggolongkan sunat perempuan sebagai tindakan FGM, yaitu Female Genital Mutilation. Secara medis, sunat perempuan tidak ada manfaatnya.

 

Wajibkah sunat perempuan untuk bayi muslim?

Wajibkah sunat perempuan untuk bayi muslim?

Pemerintah sudah melakukan larangan pada tahun 2006, namun melunak pada tahun 2010 dengan adanya prosedur resmi untuk melakukan “sunat perempuan” yang lebih aman.

Dengan adanya peraturan pemerintah, kini rumah sakit bersalin di Indonesia tidak lagi menyediakan layanan sunat bagi bayi-bayi perempuan yang terlahir di rumah sakit tersebut.

 





Bayi 6-12 bulan Bayi baru lahir