Berat badan bayi saat lahir dan kecerdasan: Benarkah keduanya berhubungan?

lead image

Namun sebenarnya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memverifikasi temuan ini karena masih banyak hal lain yang dapat memengaruhi kecerdasan bayi.

Berat badan bayi adalah salah satu hal pertama yang dicatat segera setelah bayi lahir karena menjadi titik referensi awal untuk melacak perkembangan fisik bayi. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa berat badan lahir rendah (BBLR) terkait dengan kecerdasan sepanjang hidup anak nantinya. Lalu bagaimana cara agar bayi BBLR cepat gemuk?

Penelitian: Berat badan lahir rendah (BBLR) terkait dengan kecerdasan yang rendah hingga dewasa nanti

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/low birth weight babies management lead2 e1541673235249.jpg Berat badan bayi saat lahir dan kecerdasan: Benarkah keduanya berhubungan?

Hasil dari penelitian longitudinal (penelitian yang membandingkan perubahan pada subjek penelitian setelah periode waktu tertentu) terbaru dari Denmark mengklaim bahwa berat badan lahir rendah terkait dengan tingkat kecerdasan atau IQ yang lebih rendah hingga dewasa.

Para peneliti menemukan bahwa perbedaan dalam IQ – ketika membandingkan bayi BBLR dengan bayi berat normal – tidak banyak berubah saat mereka tumbuh dewasa. Bahkan di antara bayi yang lahir dengan berat normal, bayi baru lahir yang berat badannya di atas normal memiliki IQ yang sedikit lebih tinggi saat ia tumbuh dewasa.

Trine Flensborg-Madsen, penulis studi utama dari University of Copenhagen mengatakan bahwa mereka menemukan hubungan antara berat lahir dan kecerdasan stabil dari dewasa muda ke usia paruh baya. 

Menurut Flensborg-Madsen, “Ada konsekuensi yang berkaitan dengan kognitif jangka panjang dari berat badan lahir rendah.”

Temuan penelitian

Dalam studi tersebut, para peneliti menganalisis data sekitar 4.700 bayi di Kopenhagen antara tahun 1959 hingga 1961. Mereka melihat catatan kelahiran dan angka tes IQ yang dilakukan orang-orang ini ketika mereka berusia 19, 28, dan 50 tahun. 

Mereka mengkategorikan bayi berdasarkan berat saat lahir, yaitu:

  • di bawah 2,5 kg atau berat badan kurang
  • antara 2,5 – 3 kg
  • antara 3 – 3,5 kg atau berat badan normal
  • antara 3,5 – 4 kg
  • di atas 4 kg atau berat badan lebih

Para peneliti melaporkan dalam Journal Pediatrics bahwa berat lahir sangat terkait dengan kecerdasan dalam tes IQ mereka yang dilakukan pada usia 19, 28, dan 50 tahun.

Hasil temuan itu masih berlaku setelah peneliti memperhitungan hal-hal lain yang dapat memengaruhi kecerdasan.

Masih dibutuhkan penelitian lanjutan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/newborn skin peeling care.jpg Berat badan bayi saat lahir dan kecerdasan: Benarkah keduanya berhubungan?

Namun menurut para penulis penelitian, BBLR belum bisa menjelaskan dengan baik terkait dengan kecerdasan intelektual yang rendah. Hal ini karena pola yang sama juga terlihat pada bayi baru lahir dengan berat badan normal.

Lebih lanjut, eksperimen tersebut juga dirumuskan secara khusus untuk memverifikasi apakah BBLR secara langsung memengaruhi skor IQ yang rendah atau apakah bayi yang lebih besar sebenarnya lebih pintar. 

Penelitian ini juga tidak memperhitungkan banyak faktor lain yang mungkin memengaruhi anak, seperti:

  • lingkungan rumah tempat anak dibesarkan
  • tingkat stres ibu mereka
  • seberapa pintar orangtua mereka

Semua faktor di atas dapat memengaruhi skor IQ bayi di masa depan. 

Menurut Dr. Susan Shenkin, seorang ilmuwan dari University of Edinburgh yang bukan bagian dari tim penelitian tersebut, Parents tidak perlu terlalu khawatir dengan hasil temuan ini.

Shenkin mengatakan bahwa dulu memang orang belum berfokus pada perawatan prenatal sehingga dapat memengaruhi bagaimana bayi dalam penelitian bertumbuh. Mereka dapat berkembang secara berbeda jika dilahirkan pada zaman sekarang.

“Otak berkembang dengan cepat sebelum lahir, dan karena itu berat badan lahir rendah dapat mencerminkan lingkungan yang lebih buruk untuk perkembangan otak,” ujar Shenkin.

“Kami masih belum bisa menyimpulkan apakah berat badan lahir rendah ‘menyebabkan’ rendahnya skor tes kemampuan kognitif.”

Tips untuk ibu baru: Agar bayi BBLR cepat gemuk

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/shutterstock 201027983.jpg Berat badan bayi saat lahir dan kecerdasan: Benarkah keduanya berhubungan?

Bun, kami paham bahwa Anda khawatir jika bayi Anda memiliki berat badan lahir rendah. Menurut Stanford Children’s Health, ada banyak cara untuk memperkirakan berat badan anak sebelum ia dilahirkan.

Namun, setelah bayi lahir, dokter Anda akan segera menimbang dan memberikan saran yang tepat. Jika bayi Anda sangat kurus, perawatan tambahan mungkin direkomendasikan, seperti:

  • merawat bayi di Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU – Neonatal Intensive Care Unit)
  • menyiapkan tempat tidur dengan suhu yang dapat disesuaikan
  • menyediakan metode khusus untuk menyusui bayi, misalnya melalui tabung yang terhubung langsung ke perut bayi (jika bayi kesulitan mengisap) atau menggunakan saluran intravena (IV).

Jika semua berjalan baik, bayi Anda akan bisa segera keluar dari rumah sakit. Namun sebenarnya bagian tersulit adalah: bagaimana Parents mengetahui bahwa Anda berada di jalan yang tepat? Berikut ini adalah tips agar bayi BBLR cepat gemuk.

Agar bayi BBLR cepat gemuk #1: Cara menyusui bayi sangat penting

Menyusui atau memberi sufor? Ada beberapa hal yang perlu Parents ketahui tentang berat badan lahir rendah. 

Bayi yang diberi susu formula tampaknya lebih mudah naik berat badan dibanding bayi yang diberi ASI. Faktanya, sangat mungkin bayi sufor naik berat badan terlalu banyak.

Susu formula memang lebih pekat daripada ASI dan Parents biasanya mengharapkan bayi mereka untuk menghabiskan seluruh isi botol. 

Dr. Jack Newman, seorang konselor laktasi sekaligus dokter anak, mengatakan bahwa penambahan berat badan yang berlebihan kurang menjadi perhatian bagi bayi yang disusui karena mereka dapat berhenti mengisap ketika kenyang (dibandingkan menghabiskan isi botol). Dengan demikian, bayi dapat mengatur sendiri jumlah susu yang diminum.

“Saya tidak mengkhawatirkan tentang kenaikan berat badan yang cepat pada bayi ASI yang terlihat sehat dan gembira,” ujar Dr. Newman.

Agar bayi BBLR cepat gemuk #2: Periksa popoknya sesering mungkin

Selama tiga hari pertama setelah bayi lahir, bayi Anda akan mengeluarkan kotoran atau feses berwarna gelap yang disebut meconium. Pada hari ketiga atau keempat, kotoran seharusnya lebih lunak dan kuning (jika bayi minum ASI) atau lebih gelap dan lebih keras (jika bayi minum sufor).

Bila Parents tidak memerhatikan perubahan ini, para ahli mengatakan bahwa bayi mungkin tidak mendapatkan cukup susu. 

Lampu merah lain bahwa bayi tak mendapat cukup susu adalah ia tidak membasahi cukup popoknya setiap hari. Umumnya bayi usia dua hari akan menghasilkan dua hingga tiga popok basah sehari. 

Namun, saat ia berusia tujuh hari, seharusnya bayi menghasilkan popok basah sekitar enam hingga delapan. 

Bila Parents khawatir bayi Anda tidak menghasilkan cukup banyak popok basah, atau jika Anda menemukan sesuatu yang salah pada kotorannya, segera konsultasikan dengan dokter anak Anda. 

Kami berharap artikel mengenai berat badan lahir rendah ini membantu Anda, khususnya para orangtua baru.

 

 

 
*Artikel disadur dari tulisan Kevin Wijaya Oey di theAsianparent Singapura.

Baca juga:

7 Hal yang menyebabkan berat lahir bayi rendah, Bumil wajib tahu!