Beralih dari Ranjang Bayi ke Tempat Tidur Anak

lead image

Ketika si kecil tumbuh semakin besar, sudah saatnya ia pindah ke tempat tidur anak, inilah caranya agar transisi terasa lebih mulus.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/dreamstime xs 27465812.jpg Beralih dari Ranjang Bayi ke Tempat Tidur Anak

Mungkin sudah saatnya si kecil pindah ke tempat tidur anak

Bila biasanya si kecil bobo di ranjang bayi, atau tidur bersama Anda, mungkin ini saatnya ia pindah ke tempat tidur anak-anak, baik masih sekamar dengan Anda atau di kamarnya sendiri.

Kapan Saat yang Tepat?

Memang tidak ada patokan khusus kapan kita harus mulai memindahkan mereka ke tempat tidur anak, tetapi pada umumnya orang tua melakukannya saat si kecil berusia antara 18 bulan hingga 3,5 tahun, bahkan pada usia yang lebih besar lagi.

Alasan Pindah ke Tempat Tidur Anak

1. Adik baru

Berbagai alasan memindahkan mereka ke tempat tidur anak, tetapi yang paling umum adalah kehadiran bayi lain di dalam keluarga.

Bila memang ini alasannya, sebaiknya kita membiasakan si kecil mulai tidur di tempat tidur anak minimal 6-8 minggu sebelum hari kelahiran si adik. Tujuannya, agar ia tidak merasa ranjang bayinya tiba-tiba ditempati oleh si adik baru.

2. Ranjang bayi sudah tidak aman

Alasan lainnya adalah si kecil kini sudah semakin besar, sehingga ranjang bayi tidak lagi aman untuknya. Lihatlah video 2 menit ini, ketika salah satu dari si kembar berhasil memanjat dan ‘kabur’ dari ranjang bayi!

Walaupun jeruji ranjang bayi masih setinggi ketiak si kecil, ia tetap dapat memanjatnya!

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/09/shutterstock 109652201.jpg Beralih dari Ranjang Bayi ke Tempat Tidur Anak

Sebaiknya transisi ke tempat tidur anak dilakukan sebelum potty training.

3. Training Toilet atau Potty Training

Bila Anda sedang melakukan toilet training terhadap si kecil, tentunya lebih baik ia tidak lagi tidur di ranjang bayi. Bukan karena masalah mengompolnya, tetapi supaya ia bisa ke toilet bila suatu ketika ingin pipis di malam hari.

Namun ada baiknya transisi dilakukan sebelum potty training, agar tidak ada 2 perubahan besar yang berlangsung sekaligus, yaitu pindah ranjang dan tidur tanpa diapers.

Baca juga : 7 Tanda Anak Siap Training Toilet

Terasa Lebih Sulit pada Anak Pertama

Menurut Penney Hames, seorang psikolog anak dan jurnalis pada ulasannya di babycenter.ca, anak sulung pada umumnya lebih sulit melakukan transisi ini. Anak kedua dan berikutnya biasanya lebih mudah melakukannya, karena mereka ingin seperti kakaknya tidur sendiri, atau minimal tidak di ranjang bayi lagi.

Trik untuk Melakukan Transisi dengan Sukses

Selain memilih waktu yang tepat untuk melakukannya, beritahukan terlebih dahulu 1 minggu sebelumnya. Berikan penjelasan beberapa kali dalam beberapa hari, bahwa ia kini sudah bukan “bayi” lagi. Ranjang bayi hanyalah untuk bayi, dan ia sudah tumbuh besar.

Pada tahap awal, bila memungkinkan tempat tidur “baru”nya diletakkan bersebelahan atau seruangan dengan ranjang bayinya.

Atau, gunakan selimut dan sprei yang biasa dipakai di ranjang bayinya, walaupun tentunya kekecilan untuk ukuran tempat tidur anak-anak.

Beberapa anak dapat melakukannya dengan mudah, namun beberapa anak sulit. Bila Anda telah mencoba beberapa kali dan ternyata tidak berhasil, mungkin saatnya belum tepat dan terpaksa kita mundur kembali seperti sedia kala beberapa saat. Setelah ia pulih dan terlihat siap melakukannya, cobalah sekali lagi hingga akhirnya berhasil.

Reward kecil dapat diterapkan. Reward yang wajib diberikan adalah pujian ketika ia berhasil melakukannya. Reward lainnya dapat berupa hal sederhana, misalnya memberikan buku cerita atau stiker yang ia suka. Reward tidak perlu mahal, yang penting bermanfaat dan dapat membuat si kecil merasa sukses melakukan sesuatu.

Parents, selamat mencoba.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Wajarkah Balita Sering Memegang Kelaminnya Sendiri?

Menyapih Balita Dengan Cara Cerdas