Bayi Tumbuh Gigi? Dokter Membahasnya Untuk Anda

lead image

Dokter Scott Chao menjawab berbagai pertanyaan tentang perawatan yang harus dilakukan setelah bayi tumbuh gigi pertamanya...

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/07/teeth6.jpg Bayi Tumbuh Gigi? Dokter Membahasnya Untuk Anda

Bayi tumbuh gigi pertama? Dirawat sebaik mungkin, yuk!

Ketika bayi tumbuh gigi pertama

Ketika bayi tumbuh gigi pertama, betapa gembiranya hati Parents! Fase ini sangat menggemaskan, apalagi saat hanya ada satu atau dua gigi saja yang terlihat pada senyum lucu mereka. Memang, gigi mereka hanya akan bertahan sementara hingga mereka berusia 6 hingga 7 tahun.

Namun, tidak berarti bahwa kita tidak perlu menjaga kebersihan gigi susu mereka. Kebersihan gigi bayi sama pentingnya dengan menjaga kebersihan gigi anak yang telah memiliki gigi tetap.

Gigi susu kadang menguning, apabila orang tua tidak memerhatikan perawatan gigi pada bayi secara benar. Terkadang, orang tua masih khawatir apabila harus membersihkan gigi si bayi karena takut salah, atau karena si bayi memberontak saat giginya dibersihkan.

Simak jawaban-jawaban Dr Scott Chao tentang perawatan yang harus dilakukan setelah bayi tumbuh gigi pertamanya.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/07/teeth5.jpg Bayi Tumbuh Gigi? Dokter Membahasnya Untuk Anda

Sebaiknya menjaga kesehatan gigi dilakukan sejak bayi tumbuh gigi pertama.

 “Perlukah bayi dibawa ke dokter gigi? Bila perlu, apakah harus rutin?

Saat paling tepat untuk mendatangi dokter gigi pertama kali adalah saat munculnya gigi pertama. Kunjungan ke dokter gigi berikutnya adalah setiap enam bulan sekali, untuk menjaga supaya gigi tetap sehat.

Terkadang, orang tua lalai merawat gigi bayi karena si kecil ketiduran saat minum susu dari dot, atau setelah makan, makanan yang manis. Jika gigi si kecil gupis, periksakan tiga atau empat bulan sekali. 

“Kapan bayi bisa dibiasakan menyikat gigi atau membersihkan mulut?”

Membersihkan mulut bayi setelah dua minggu dari masa kelahirannya sudah harus dilakukan meski mereka belum bergigi. Cukup gunakan kain kasa dan air matang untuk membersihkan sisa lendir susu dari langit-langit, lidah, pipi dan gusi. Metode ini bisa dilanjutkan sehingga gigi pertama si bayi muncul.

“Bagaimana cara merawat kebersihan gigi bayi di rumah, tanpa harus ke dokter gigi?”

Khusus bayi, kain kasa dan air matang cukup membuat mulut bayi bersih dari sisa susu. Sedangkan untuk balita, gunakan sikat gigi dan pasta gigi khusus anak—yang aman jika tertelan—dengan rasa yang disukai anak-anak. 

Bersihkan gigi bayi atau balita sehari dua kali, atau setiap habis makan. Hal ini sangat dianjurkan, apabila si balita suka jajan. Gula yang tertinggal pada gigi dapat merusaknya secara permanen.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/07/teeth1.jpg Bayi Tumbuh Gigi? Dokter Membahasnya Untuk Anda

Mana ada sih…balita tanpa permen atau coklat?

“Balita saya suka banget makan-makanan manis. Permen, coklat dan kue-kue yang mengandung gula tambahan apakah berbahaya bagi gigi?”

Tentu saja. Kandungan gula yang ada pada jajanan anak dapat membuat gigi keropos. Apalagi untuk gigi susu. Tapi, kasihan juga si kecil kalau tidak pernah mencoba permen, cokelat atau jajanan manis lainnya. Ia pasti iri dengan teman-temannya.

Jadi orang tua hanya harus membatasi jumlah jajanan manis yang dimakan, serta menyikat gigi bayi setelah makan makanan manis. Sesegera mungkin!

“Perlukah bayi menggunakan pasta gigi berbahan dasar flouride?”

Banyak orang tua yang tidak paham bahwa sebenarnya flouride itu bermanfaat bagi gigi bayi. Kandungan flouride memang dapat merusak jaringan otak, tapi itu kalau flouride dikonsumsi sebanyak 2 atau 3 liter per hari! Jadi pilih pasta gigi anak dengan kandungan flouride, supaya kuman pada gigi ikut mati.

Menurut penelitian dari the American Academy of Pediatric Dentistry, setitik pasta gigi dengan kandungan flouride untuk anak di bawah 2 tahun sudah cukup. Untuk anak yang lebih besar, berikan pasta gigi sebesar biji jagung.

Masih banyak cara merawat gigi bayi…Lanjut!

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/07/teeth3.jpg Bayi Tumbuh Gigi? Dokter Membahasnya Untuk Anda

Lucunya si kecil tersenyum dengan gigi pertamanya.

“Apa makanan terbaik untuk kesehatan gigi bayi?”

Pertumbuhan tulang dan gigi secara maksimal dapat terjadi saat anak mendapat asupan vitamin D secara proporsional. Makanan yang mengandung Vitamin D termasuk salmon, tuna, jus jeruk, sereal, susu kedelai, telur dan keju. Jangan lupa, berikan makanan berkalsium tinggi seperti kedelai, sayuran hijau, susu, keju dan kacang almond.

“Gigi susu kan cuma sementara. Kenapa harus sedemikian ribet?”

Benar, tetapi gigi susu bisa bertahan hingga anak berusia 12 tahun. Jika gigi susu tidak terawat dengan baik karena tidak dirawat, maka hal ini akan mempengaruhi pola makan, dan terhambatnya pertumbuhan gigi tetap.

“Bayiku memberontak saat giginya dibersihkan. Gimana caranya?”

Jika kegiatan membersihkan gigi sudah dilakukan sejak dini, maka si kecil akan terbiasa dan merasa nyaman dengan kegiatan ini.

Bagaimana menurut Bunda? Silahkan memberi komentar atau berbagi pengalaman dengan gigi bayi Anda.

 

Baca juga artikel menarik lainnya:

Cara Merawat Gigi Anak Selain Dengan Sikat Gigi

Bayi Tumbuh Gigi Sering Gigit Puting?

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.