Curahan Hati Seorang Ibu yang Anaknya Terbunuh Karena Keteledoran Mantan Suami

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Kematian bayi Cooper sering disebut sebagai kasus "Bayi yang terpanggang sampai mati". Setelah melalui persidangan yang panjang, ibu Cooper menuliskan curahan hatinya tentang kasus anaknya.

Hati Lenna Taylor hancur ketika mengetahui bahwa anaknya harus meninggal karena keteledoran mantan suami. Sesaat setelah mantan suaminya diputuskan bersalah dalam sidang yang digelar Senin, 21 November kemarin.

Ia tak habis pikir bahwa mantan suaminya tega meninggalkan bayi usia 22 bulan sendirian di dalam mobil selama 7 jam. Padahal, suhu di luar ruangan saat itu mencapai 50ºC dan dari keterangan saksi mengungkapkan bahwa suhu di dalam mobil mencapai 120ºC.

Bayi Cooper ditemukan meninggal di dalam mobil yang diparkir mantan suaminya di dekat tempat kerjanya di daerah Home Depot, Marietta, Georgia. Saat meninggalkan anaknya sendirian di mobil tersebut, Ross Harris sedang asik merayu lewat chatting dengan perempuan di bawah umur.

Kasus bayi yang terbunuh karena keteledoran mantan suami ini terjadi pada tahun 2014, namun proses pengadilan baru saja usai. Lenna juga masih trauma atas meninggalnya Cooper yang sedang lucu-lucunya.

Orang-orang menyebut kasus yang terjadi pada Cooper yang terbunuh karena keteledoran mantan suami ini sebagai bayi yang “dipanggang sampai mati”.

Kasus ini juga menjadi pembicaraan di media dan beberapa orang justru menyalahkan Lenna karena mengizinkan mantan suaminya untuk membawa anaknya. Bahkan, sesaat setelah kematian anaknya, beberapa orang justru mengkritisi Lenna karena memilih kursi bayi yang terlalu besar untuk anaknya.

Setelah hakim memutuskan bahwa Ross Harris bersalah, Lenna mengungkapkan perasaan hatinya lewat sebuah status Facebook. Ia merasa tidak kuat mendengar ucapan orang-orang yang memberinya selamat atas keputusan itu dan menganggap bahwa mantan suaminya sudah mendapat keadilan.

 

PERNYATAAN DARI IBU COOPER’S TENTANG PUTUSAN BERSALAH UNTUK ROSS HARRIS:

Kepada siapapun yang penasaran apakah aku sudah baik-baik saja setelah ini, jawabannya adalah “Aku belum baik-baik saja.”

Aku tidak baik-baik saja sejak anakku ditemukan meningggal. Aku tidak baik-baik saja ketika aku harus menjalani takdir ini yang membawa Ross pada keputusan bersalah telah melakukan kecerobohan hingga anakku meninggal.

Kalian mungkin akan mengatakan bahwa “keadilan telah diberikan”. Kalian juga berhak beropini apapun tentangnya.

Tapi, coba tebak, kalian bisa saja hanya menyalahkan orang tua atas peristiwa ini, dan aku juga bisa menjanjikan dua hal:

1. Hal itu tak akan pernah membuat anakku hidup lagi ke dunia ini.

2. Apa yang kalian lakukan tidak akan mencegah kejadian semacam ini tidak terulang lagi di kemudian hari. Jika ada peristiwa serupa terjadi lagi di musim panas tahun depan, tanya pada dirimu sendiri, “apa yang harus dilakukan?

Masalahnya bukan pada orang tua. Masalahnya ada pada masyarakat yang menolak untuk percaya bahwa ini juga bisa terjadi pada mereka.

Sadarlah! Terima ini. Dengan menerima fakta ini, kalian bisa melindungi anak kalian.

Aku tidak peduli pendapatmu tentang situasi yang harus aku hadapi. Aku tidak peduli pendapatmu tentangku. Pendapatmu tak akan pernah menghidupkan anakku lagi.

Jadi, yang dinamakan “keadilan” ini tak akan pernah dapat menghidupkan anakku dari kematiannya. Tak akan ada yang bisa mengenyahkan rasa sakit ini.

Dan tak akan ada yang lebih buruk daripada hidup dengan pengetahuan bahwa rasa sakit dan kematian anakku seharusnya bisa dicegah.

Jadilah orang tua yang bijaksana dan terima bahwa ini bisa terjadi pada siapapun.

Kalian tidak akan pernah menjalani takdir sebagaimana jalan takdir yang telah dilalui oleh keluarga kami. Aku berdoa bahwa kalian tak akan pernah mengalami apa yang pernah aku alami.

Lelaki 35 tahun tersebut dinyatakan bersalah karena telah membunuh seorang anak, dengan masa tahanan selama 30 tahun dihitung sejak 5 Desember 2016.

Hal lain yang memberatkan putusan hakim pada Harris adalah, saat kejadian berlangsung, di dalam ponsel Harris ditemukan gambar penisnya yang sedang ereksi. Foto tersebut ia kirimkan pada seorang gadis di bawah umur. Sehingga dakwaan atas pembunuhan bertambah dengan adanya pelecehan seksual pada anak-anak.

Menurut Daly Mail, Saat hakim membacakan putusan tersebut, Harris tampak merespon dengan datar tanpa ekspresi. Sehingga para juri pun tak menaruh simpati padanya sama sekali.

Di negara-negara dengan iklim musim panas maupun musim dingin yang ekstrim, kematian anak-anak yang ditinggal oleh orang tua di dalam mobil terus terjadi. Kebanyakan kasus terjadi karena kelalaian orang tua.

Semoga kejadian tersebut tidak terjadi di sekitar kita ya, Parents… Semoga kita tak pernah melakukan keteledoran-keteledoran yang bisa menyakiti anak kita.

 

Baca juga:

Nenek Tergelincir di Eskalator, Menjatuhkan Cucunya hingga Tewas [Video]





Berita