Bayi ngorok, kapan kondisi ini perlu dikhawatirkan?

lead image

Kebiasaan bayi ngorok saat tidur ini juga dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Memiliki bayi, artinya Parents akan menemukan banyak hal ‘ajaib’ yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Contohnya bayi ngorok, yang bahkan suaranya lebih keras dari suami mendengkur.

Namun, sebelum Parents khawatir berlebihan, perlu diketahui lebih dulu bahwa seorang bayi memang kerap membuat suara ketika sedang tertidur. Kadang saat tertidur bayi akan tertawa kecil, mengeluarkan suara napas yang berbunyi, hingga mendengkur.

Jadi, haruskah khawatir jika bayi Parents mendengar bayi ngorok?

Mendengar bayi ngorok, tentu akan menimbulkan tanda tanya, khususnya bagi orangtua baru. Apakah kondisi ini normal? Atau, ada hal yang perlu dikhawatirkan?

Saat bayi baru lahir, ia tentu saja sudah mampu bernapas dengan sendiri menggunakan paru-parunya. Namun, penting untuk diketahui bahwa sistem pernapasan bayi tentu saja belum matang.

Hal inilah yang menyebabkan kondisi bayi baru lahir cenderung mendengkur. Saluran udara, tempat bernapas masih berkembang.

Bayi-bayi kecil juga cenderung memiliki lubang hidung yang penuh dengan cairan berbusa. Saat mereka menarik napas masuk dan keluar, udara yang melewati genangan sekresi ini membuat suara vibrasi yang berbeda.

Oleh karena itu, saat tertidur tidak sedikit bayi yang terdengar mendengkur, atau terdengar suara ‘grok grok’.

Ketika mereka tumbuh dewasa, saluran udara mereka akan mengembang, dan bayi Anda akan belajar menelan air liur berlebih, sehingga suara dengkuran pun lambat laun akan hilang.

Jika mendengkur terus berlanjut, maka itu adalah indikasi bahwa mungkin saja saluran udara atau pernapasan bayi Anda menghalangi pernapasan mereka. Untuk itu segeralah temui dan konsultasikan pada dokter anak.

Kapan kondisi bayi ngorok perlu dikhawatirkan?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/09/bayi ngorok2.jpg Bayi ngorok, kapan kondisi ini perlu dikhawatirkan?

Saat usia bayi Anda semakin besar, biasanya suara dengkurannya pun akan jauh lebih berkurang.

Hati-hati, suara dengkuran bayi juga bisa terdengar selama tahap pra-tumbuh gigi, di mana fase ini bayi akan menghasilkan air liur ekstra. Namun terlepas dari itu, suara mendengkur yang keras lambat laun juga akan hilang.

Kadang-kadang, mendengkur juga dapat disebabkan oleh septum hidung yang menyimpang (tulang yang membelah dua saluran hidung), yang akan menyebabkan obstruksi parsial salah satu lubang hidung.

Biasanya, jika bayi ngorok terus belanjut, maka dokter akan memeriksa tenggorokan bayi Anda untuk memastikan tidak ada kelainan struktural, seperti gerakan yang tidak biasa dari langit-langit atau tidak.

Hal lain yang akan diamati dokter adalah jika bayi Anda memiliki ciri khas yang disebut laryngomalacia, yang menyebabkan napas menjadi berisik.

Ini terjadi ketika tulang rawan yang biasanya membuat saluran pernapasan terbuka belum sepenuhnya matang.

Anda juga dapat mengamati laringomalasia dengan memerhatikan bayi Anda bernapas. Jika lekukan normal di leher bayi tepat di atas tulang dada ketika mereka menghirup, ini adalah tanda laringomalasia.

Meskipun bayi ngorok cenderung normal terjadi, bukan berarti kondisi ini bisa diabaikan.  Kebiasaan bayi ngorok saat tidur juga dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Pastikan lagi apakah terdapat tanda-tanda gangguan pernapasan lainnya, seperti perubahan warna lidah dan kulit membiru, penurunan berat badan, demam, atau sulit bernapas.

Artikel terkait : Cara unik agar bayi cepat tidur, dijamin lansung lelap

Cara mengurangi bayi mendengkur

1. Bersihkan hidung mereka dari kelebihan sekresi

Parents sebenarnya tidak perlu pergi ke dokter hanya untuk membersihkan hidung karena kelebihan sekresi. Pasalnya, Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Langkah yang perlu dilakukan adalah menyemprotkan beberapa tetes air asin ke hidung bayi Anda sekali atau dua kali sehari.

Anda bisa mendapatkan ini dari apotek. Kemudian gunakan aspirator hidung untuk mengisap keluar sisa-sisa sekresi.

2. Gunakan uap

Anda tahu mengapa selama mandi air hangat yang menyenangkan dan pernapasan terasa lebih lega? Lakukan hal yang sama untuk bayi kecil Anda.

Masuk ke kamar mandi bersama bayi Anda, dan biarkan uap air hangat mengeluarkan sekresi berlebih di saluran napasnya. Atau, Anda bisa melakukannya di dalam kamar dengan membuat uap di dalam baskom kecil. 

3. Hilangkan alergen dari kamar tidur

Satu alasan yang mungkin mengapa saluran hidung bayi Anda tersumbat bisa disebabkan oleh debu dan alergen lainnya. Bersihkan debu seperti di karpet, mainan atau bulu boneka untuk mengurangi debu dan kotoran.

4. Gunakan humidifier jika udara kering

Humidifier merupakan alat yang umumnya digunakan untuk menjaga kelembapan ruangan. Oleh karena itu, saat udara kering dapat mengiritasi saluran napas bayi yang sedang berkembang.

Untuk mencegahnya, gunakan humidifier agar anak lebih nyaman saat bernapas.

5. Ubah posisi tidur bayi Anda

Untuk mengatasi bayi yang ngorok adalah dengan mengubah posisi tidur bayi dengan cara memiringkannya. Dengan cara ini akan membuat bayi menjadi lancar dalam saluran napas dan mengurangi suara ngorok.

Semoga bermanfaat!

 

Disadur dari artikel Sarah Voon, theAsianparent Singapura.

Baca juga :

8 kesalahan dalam menerapkan pola tidur bayi, Parents wajib tahu

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.