Bayi 7 Bulan Meninggal Akibat Orangtua Terapkan Diet Makanan Sehat Untuk Orang Dewasa

Mari sebarkan artikel ini kepada pembaca lainnya

Seandainya orangtua Baby Lucas tidak memaksakan idealisme tentang diet makanan alternatif yang mereka jalankan pada putranya, barangkali ia masih hidup.

Banyak orang menjalani gaya hidup sehat berupa diet dengan berbagai macam gaya. Mulai dari diet gluten, gula, karbohidrat, dan lainnya. Namun, apa jadinya jika gaya hidup diet makanan alternatif tersebut dijalankan oleh orangtua untuk bayinya?

Di tengah melimpahnya bahan makanan dan berbagai informasi yang ada di Belgia, siapa sangka bahwa masih ada bayi yang meninggal karena malnutrisi. Hal itu terjadi karena orangtuanya lebih memilih cari informasi dari klien toko diet sehatnya dan internet daripada berkonsultasi ke dokter serta ahli gizi.

Saat meninggal, Telegraph memberitakan bahwa hasil otopsi menunjukkan beberapa organ dalam tubuh bayi ini mengalami pengecilan tanpa adanya lemak sama sekali di dalamnya akibat menjalani diet makanan alternatif. Karena keteledoran ini, kedua orangtuanya dituntut ke pengadilan atas tuduhan tidak memberikan perawatan yang memadai untuk anaknya.

Hakim Mieke Butstraen yang menangani kasus ini mengatakan bahwa kematian baby Lucas terjadi akibat dari tidak adanya asupan makanan yang memadai sesuai dengan kebutuhan gizi dan perkembangan anak. Keyakinan gaya hidup sehat yang dianut orangtua baby Lucas berakibat fatal pada nyawa anaknya.

Orangtua baby Lucas yang memiliki toko diet alternatif makanan ini memperlakukan bayi mereka seperti orang yang sedang menjalankan diet khusus. Sekalipun tak terindikasi memiliki alergi lactosa, gluten, dan yang lainnya, baby Lucas diberi makanan berupa beras, quinoa dan susu soya tanpa berkonsultasi pada ahlinya.

Saat meninggal, bayi yang berusia 7 bulan tersebut hanya beberapa ons lebih berat daripada saat ia dilahirkan dulu. Selain tak berkonsultasi, bayi ini juga tidak pernah diajak orangtua ke posyandu.

Kejadian yang terjadi tiga tahun lalu ini kasusnya baru diputuskan oleh hakim pada 14 Juni 2017. Atas dasar kecerobohan pemberian nutrisi pada anaknya, pasangan ini harus tinggal di penjara selama 6 tahun.

Hakim mempertimbangkan bahwa mereka perlu belajar mengenai kehidupan dan secara tak langsung sudah menjalani hukuman yang tepat. Mereka juga sudah mendapatkan pengetahuan tentang betapa pentingnya keseimbangan gizi untuk anak.

Saat meninggal, ketika situasi baby Lucas mulai memburuk, ia dibawa ke dokter homeopati. Saat itu, dia sudah meninggal saat sampai di rumah sakit.

Nutrisi apa yang penting dan dibutuhkan untuk bayi?

Saat bayi baru lahir, bayi tidak perlu diet makanan alternatif. Yang dibutuhkan untuknya adalah ASI yang mencukupi semua gizinya. Namun, saat usia 6 bulan, ia mulai dikenalkan dengan berbagai bahan makanan yang bermanfaat untuk perkembangan tubuhnya.

Makanan tersebut hendaknya mengandung berbagai nutrisi berikut berdasarkan laman Family Education berikut ini:

1. Zat Besi

Zat besi bermanfaat untuk memberikan kandungan yang cukup untuk hemoglobin sebagai salah satu dari unsur penting dalam sel darah manusia. Kekurangan zat ini dapat mengakibatkan keterlambatan motorik dan asupan penting untuk pertumbuhan otak.

2. Asam Lemak dan Omega 3

Kandungan asam lemak, serta omega 3 yang terdiri dari DHA dan EPA penting untuk perkembangan otak dan mata bayi. Jika sudah memberikan MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), cobalah menu ikan salmon untuk bayi karena ikan tersebut tidak menyerap kandungan merkuri di dalam tempat tinggalnya.

3. Kalsium

Tambahan kalsium penting untuk perkembangan kekuatan tulang dan giginya. Selain itu, kalsium juga akan membuat bayi tumbuh dengan lebih kuat.

4. Protein

Protein didapat dari luar tubuh dan digunakan untuk memelihara jaringan tubuh, memelihara sistem imun, dan menjaga perkembangan tubuhnya. Daging, telur, dan berbagai sayuran dapat menunjang kebutuhan protein bayi yang sudah mulai dikenalkan dengan berbagai variasi MPASI.

5. Vitamin A, B, C, D, E, K

Vitamin yang biasa disebut sebagai vitamin ACDE ini adalah paduan sempurna untuk mengoptimalisasi perkembangan tubuhnya. Vitamin A untuk perkembangan mata, B untuk perkembangan saraf dan kekebalan tubuh, C untuk menjaga proses penyembuhan pada bayi, D untuk tulang dan gigi, E untuk kulit, dan vitamin K untuk menjaga sel darah bayi.

6. Zinc

Pembentukan sel dalam tubuh membutuhkan banyak asupan zinc. Selain itu, perkembangan fisik dan otak bayi juga bergantung pada kecukupan zinc pada asupan makanan bayi. Anda bisa memberikannya pada bayi dari makanan berupa daging, susu, keju, dan sereal.

Tambahan mineral lain dan vitamin penyeimbang lain masih dibutuhkan oleh bayi sejak ia berusia 4 bulan. Jangan lupa untuk memberi jarak 3-4 hari sebelum mencobakan makanan baru untuk bayi untuk mendeteksi alergi yang ada di dalam tubuhnya.

Jangan sampai orangtua memberikan diet makanan alternatif untuk bayi seperti halnya orang dewasa sebelum mengonsultasikannya pada dokter dan ahli gizi. Ingat bahwa kebutuhan Anda sangat berbeda dengan bayi sehingga tidak tepat jika memaksakan gaya hidup Anda padanya.

 

Baca juga:

Cerita dari Ibu yang Menyesal Setelah Bayinya Meninggal Karena Dehidrasi

Dapatkan Infomasi Terbaru dan Hadiah Menarik Khusus Member

Terimakasih telah mendaftar

Kunjungi fanpage kami untuk info menarik lainnya

Menuju FB fanpage
theAsianparent Indonesia

Berita